6 Hal Yang Bisa Tingkatkan Kesuburan Anda

SUARAMEDANNEWS.com – Ketika Anda mencoba untuk hamil, banyak orang memberi nasehat standar seperti: Jaga berat badan yang sehat, hindari kopi dan minuman keras dan stres. Itu benar. Tapi,  ada beberapa hal lain yang dapat membantu meningkatkan peluang Anda untuk menimang bayi. Inilah hal-hal lain tersebut.

Kurangi jalan/lari jarak jauh

“Olahraga adalah hal yang baik,” kata James Grifo, MD, PhD, direktur program dari NYU Langone Fertility Center. “Tapi, seperti hal lainnya, jika berlebihan akan menjadi tidak baik.”  Dalam bukunya, The Whole Life Fertility Plan, dia menunjuk ke sebuah studi Denmark tahun 2012 yang menemukan bahwa wanita berberat badan normal yang melakukan latihan intensitas berat seperti lari, berenang, atau bersepeda cepat selama setidaknya lima jam seminggu, mengalami penundaan hamil. Para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang memiliki rutinitas olahraga intensitas rendah atau kurang aktivitas fisik, memiliki peluang untuk hamil, lebih sedikit dibanding wanita yang aktif secara fisik dalam porsi yang tepat. Dr Grifo menganjurkan bagi wanita yang ingin meningkatkan kesuburannya, untuk memerhatikan  keseimbangan dan moderasi.  “Variasikan rutinitas Anda dengan latihan kardio berbobot ringan,  yoga, dan pilates. Dan jangan lupa untuk berlibur.”

Mengurangi konsumsi tuna

Dan ikan predator besar lainnya, seperti ikan todak, makarel, dan ikan hiu. Ikan-ikan ini memiliki tingkat kontaminasi merkuri yang cukup tinggi. “Akumulasi merkuri dalam aliran darah dari waktu ke waktu telah dikaitkan dengan infertilitas,” kata Shruti Malik, MD, seorang  dokter kebidanan dan kandungan di Shady Grove Fertility Center Fair Oaks, Va. “Sebaiknya, wanita yang sedang berusaha untuk hamil, membatasi konsumsi ikan tersebut. ”

Pentingkan sarapan

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan di Clinical Science menemukan bahwa makan pagi yang berlimpah-limpah dapat meningkatkan kesuburan bagi beberapa wanita yang memiliki menstruasi yang tidak teratur. Para peneliti Israel merekrut 60 wanita dengan sindrom ovarium polikistik.  Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama diminta menyantap jumlah sarapan yang banyak, hampir separuh dari kebutuhan kalori dalam satu hari.  Sedangkan kelompok kedua sarapan dengan jumlah porsi yang sama dengan porsi makan malam.  Saat sarapan, dan lainnya dikonsumsi dalam jumlah yang sama saat makan malam. Setelah tiga bulan, terlihat bahwa kelompok pertama lebih mampu berovulasi dibanding kelompok kedua.

Lebih sering bercinta

Dr. Malik mengatakan, “Tidak ada bukti bahwa posisi bercinta memiliki efek pada kesuburan.” Yang sebenarnya penting adalah kapan Anda melakukannya, dan seberapa sering. Selama lima hari menjelang ovulasi ditambah hari ovulasi, plus dua hari setelah ovulasi, itulah saat yang tepat untuk berhubungan seks. Dua sampai tiga hari terakhir masa ovulasi akan menawarkan peluang terbesar Anda untuk hamil.

Ganti pelumas Anda

Beberapa merek pelumas populer (termasuk KY Jelly),  dapat menghambat usaha Anda untuk hamil, kata Dr Malik. “Komponen-komponen tertentu dari pelumas berbasis air dapat membuat menyulitkan sperma berjalan ke dalam kanal serviks,” jelasnya lagi. Pilihlah pelumas  yang dirancang serupa cairan alami vagina. Atau jika Anda ingin pelumas yang lebih alami, cobalah minyak mineral.

Tidur dalam kegelapan total

Anda tahu bahwa cahaya buatan pada malam hari seperti cahaya dari layar iPad atau TV dapat mengacaukan kualitas tidur Anda. Cahaya-cahaya tersebut ternyata bisa juga mengganggu kemampuan Anda untuk hamil juga, menurut review dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility. Cahaya buatan  dapat menekan produksi hormon tidur melatonin-yang juga memainkan peran kunci dalam melindungi sel telur wanita dari radikal bebas korosif, terutama selama ovulasi. Bahkan menyalakan lampu kamar mandi bisa berdampak pada tingkat melatonin Anda, kata penulis studi Russel J. Reiter, PhD.  “Jika Anda sedang mencoba untuk hamil, tidurlah setidaknya delapan jam sehari dalam kegelapan,” tegasnya.

Ditinjau oleh: dr. Jezzy Reisya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *