Agar Kamu Tau Sejarah Dan Dampak Dari Narkoba

SUARAMEDANNEWS.com, – Narkoba menjadi bagian dari budaya kita sejak pertengahan abad terakhir. Narkoba dipopulerkan di 1960-an melalui musik dan media massa, merambah ke semua aspek dalam masyarakat.

Diperkirakan sekitar 200 juta orang di seluruh dunia telah menggunakan narkoba. Di Amerika Serikat, hasil Survei Nasional tahun 2007 tentang Penggunaan Obat dan Kesehatan menunjukkan bahwa 19,9 juta orang Amerika (atau 8% dari penduduk usia 12 tahun ke atas) menggunakan narkoba di bulan sebelum survei dilakukan.

Mungkin Anda mengenal seseorang yang terpengaruh oleh narkoba, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Obat yang paling sering digunakan dan disalahgunakan di AS adalah alkohol. Kecelakaan kendaraan bermotor yang berkaitan dengan Alkohol adalah penyebab utama kedua kematian remaja di Amerika Serikat.

Narkoba yang paling sering digunakan adalah mariyuana. Berdasarkan laporan PBB tahun 2008 mengenai Narkoba, sekitar 3,9% penduduk dunia usia 15-64 tahun menyalahgunakan mariyuana.

Orang-orang muda dewasa ini semakin rentan terhadap narkoba. Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit di tahun 2007, 45% pelajar SMA di Amerika Serikat minum alkohol dan 19,7% menggunakan mariyuana dalam sebulan.

Di Eropa, studi yang dilakukan akhir-akhir ini antara anak berusia 15 dan 16 tahun menunjukkan bahwa penggunaan mariyuana bervariasi dari di bawah 10% sampai lebih dari 40%, dengan tingkat tertinggi dilaporkan oleh remaja di Republik Ceko (44%), diikuti oleh Irlandia (39%), Inggris (38%) dan Perancis (38%). Di Spanyol dan Inggris, penggunaan kokain di kalangan remaja berumur 15-16 tahun adalah 4% – 6%. Penggunaan kokain di kalangan anak muda telah meningkat di Denmark, Italia, Spanyol, Inggris, Norwegia dan Belanda.

“Tujuan hidup saya bukanlah untuk hidup …. tetapi untuk high. Dalam beberapa tahun, saya mulai menggunakan kokain, mariyuana dan alkohol di bawah kepercayaan yang salah bahwa itu dapat melepaskan saya dari masalah-masalah. Tapi narkoba membuat hal semakin buruk. Saya selalu mengatakan pada diri saya, saya akan berhenti selama-lamanya setelah menggunakan sekali yang terakhir. Hal itu tidak pernah terjadi. —John

“Itu mulai dari ganja, kemudian pil (Ekstasi) dan LSD, membuat campuran obat-obatan, bahkan overdosis untuk membuat “rush” bertahan lebih lama. Saya mengalami perjalanan yang buruk suatu malam …. Saya berdoa dan menangis agar perasaan ini pergi, saya mendengar suara di kepalaku, gemetaran dan tidak bisa meninggalkan rumah selama enam bulan. Saya kira semua orang menontoniku. Saya tidak bisa berjalan di tempat-tempat umum. Ya ampun! Saya bahkan tidak bisa menyetir.

“Saya akhirnya menjadi gelandangan dan tinggal di jalanan dan tidur di kardus boks, mengemis dan berjuang mencari upaya untuk makan berikutnya.” —Ben

Mengapa banyak orang menggunakan Narkoba ?

Orang-orang menggunakan narkoba oleh karena mereka ingin mengubah sesuatu dalam hidup mereka.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa orang muda menggunakan narkoba:

  • Untuk dapat diterima di lingkungannya
  • Sebagai pelarian atau bersantai
  • Untuk mengurangi kebosanan
  • Untuk tampak dewasa
  • Untuk memberontak
  • Untuk bereksperimen

Mereka kira narkoba adalah jalan keluarnya. Namun akhirnya, narkoba menjadi masalahnya.

Betapa sukar sekalipun menghadapi masalah Anda, akibat dari penggunaan narkoba senantiasa lebih buruk daripada masalah yang ingin diatasi dengan narkoba. Jawaban yang benar adalah memperoleh faktanya dan pertama-tama tidak menggunakannya.

Bagaimana Narkoba Bekerja?

Narkoba pada dasarnya adalah racun. Jumlah yang dipakai menentukan efeknya.

Dalam jumlah kecil, ia memberi efek stimulan (memacu Anda). Dalam jumlah lebih besar, ia memberi efek sedatif (memperlambat Anda). Jumlah yang lebih besar lagi akan meracuni dan dapat membunuh Anda.

Ini benar untuk semua narkoba. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah yang dipakai untuk memberi efeknya.

Tetapi banyak narkoba memiliki liabilitas lainnya: mereka langsung mempengaruhi otak kita. Mereka mendistorsi persepsi si pengguna tentang apa yang terjadi di sekelilingnya. Akibatnya, tindakan-tindakannya menjadi aneh, irasional, tidak wajar dan bahkan destruktif.

Narkoba menghalangi semua indra. Yang diperlukan maupun yang tidak. Jadi, walaupun memberikan pertolongan jangka pendek dalam mengurangi rasa sakit, Narkoba juga menghapus kemampuan, kesadaran dan mengeruhkan pikiran seseorang.

Obat resep adalah obat-obatan yang dimaksudkan untuk mempercepat atau memperlambat atau mengubah sesuatu tentang cara tubuh kita bekerja agar membuatnya lebih sehat. Kadang-kadang obat-obatan itu dibutuhkan. Tetapi mereka tetap merupakan narkoba: mereka bertindak sebagai stimulan atau sedatif, dan penggunaan yang terlalu banyak dapat membunuh Anda. Jadi, bila Anda tidak menggunakan obat-obatan itu sebagaimana semestinya, ia sama bahayanya dengan narkoba.

Narkoba Mempengaruhi Pikiran

Biasanya, ketika seseorang mengingat sesuatu, pikiran itu sangat cepat dan informasi datang kepadanya dengan cepat. Tetapi narkoba mengaburkan memori, menyebabkan memori yang kosong di sana sini. Bila seseorang mencoba mendapatkan informasi dia tidak dapat melakukannya melalui kekacauan yang buram ini. Narkoba membuat seseorang merasa lamban dan bodoh dan menyebabkan kegagalan dalam hidupnya. Dan karena dia lebih banyak mengalami kegagalan, ia menginginkan lebih banyak Narkoba untuk membantunya dalam menghadapi masalah.

Narkoba Menghancurkan Kreativitas

Suatu kebohongan mengenai narkoba ialah bahwa narkoba dapat membantu seseorang lebih kreatif. Kenyataan sesungguhnya sangat berbeda.

Dengan menggunakan narkoba seseorang yang bersedih tidak akan berhasil mendapatkan rasa bahagia. Narkoba membuat seseorang naik ke tingkat ceria, tetapi pada saat efek narkobanya menghilang, dia akan terjatuh ke tingkat emosi yang lebih rendah daripada sebelumnya. Dan setiap kali, kejatuhan emosional akan lebih dalam dan mendalam. Akhirnya, narkoba akan menghancurkan semua kreativitas yang dimiliki seseorang.

“Saya telah terjatuh dalam spiral sampai pada titik di mana saya tidak bisa kembali. Tetapi saya menghancurkan segala hal yang telah saya ciptakan dan perjuangkan dalam hidup saya. Saya putuskan hubungan dengan semua teman yang bebas narkoba dan keluarga saya, jadi saya tidak memiliki teman apapun selain kawan pengobat saja. Setiap hari hidupku berkisar sekitar satu hal: rencanaku untuk mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk narkoba. Akan kulakukan apapun untuk mendapatkan amfetaminku—itulah satu-satunya hal dalam hidupku.” — Pat

“Saya merasa kalau saya lebih senang sewaktu lagi mabuk. Segera setelah itu [Saya mulai mengonsumsi minuman keras] saya mulai diperkenalkan ke mariyuana …. Kemudian, saya mulai bermain di rumah teman dan menggunakan mariyuana ketika seseorang mengeluarkan sebungkus kokain. Mengendus kokain dengan cepat menjadi kebiasaan sehari-hari. Saya mencuri uang dari bisnis orang-tuaku dan kakek-nenek setiap hari untuk mendukung kebiasaan menggunakan alkohol, kokain, mariyuana dan LSD-ku. Kemudian aku diperkenalkan dengan obat OxyContin dan mulai menggunakannya secara teratur. Begitu aku sadar bahwa aku telah kecanduan, mengendus OxyContin merupakan bagian dari rutinitas sehari-hariku. Aku membutuhkan sesuatu yang lebih kuat—dan aku dikenalkan dengan heroin. Aku tidak akan berhenti melawan apapun untuk bisa mendapatkan high. Adiksiku menang. Dan setiap kali aku berusaha berhenti, ketagihan itu membawaku kembali untuk mendapatkan lebih banyak.” —Edith

FAKTA-FAKTA DASAR MENGENAI JENIS NARKOBA YANG BANYAK DISALAHGUNAKAN

Fakta-fakta tentang narkoba yang paling umum disalahgunakan telah disusun dari beberapa referensi.

Fakta-fakta itu tercakup di sini untuk memberikan Anda data-data tentang kebenaran narkoba-narkoba ini dan akibatnya.

Mariyuana

Alkohol

Ekstasi

Kokain dan Kokain Crack

Met Kristal dan Metamfetamin

Inhalan

Heroin

LSD

Penyalahgunaan Obat Resep

MARIYUANA

Mariyuana biasanya digunakan dengan menggulungnya dalam sebuah rokok yang disebut cimeng/ganja atau paku. Bisa juga dimasak seperti teh atau dicampur di dalam makanan, atau dihisap melalui pipa air yang bernama bong.

Kanabis1 adalah nomor tiga dari 5 zat paling populer yang menyebabkan 16% kasus yang ditangani di fasilitas penanganan medis di Amerika Serikat. Menurut National Household Survey on Drug Abuse, anak-anak yang sering menggunakan mariyuana hampir empat kali lebih mungkin melakukan kekerasan atau merusak properti. Mereka lima kali lebih mungkin mencuri daripada mereka yang tidak menggunakannya.

Mariyuana sekarang jauh lebih berbahaya daripada sebelumnya. Teknik-teknik penumbuhan dan penggunaan benih secara selektif telah menghasilkan obat yang lebih kuat. Akibatnya, telah terjadi peningkatan tajam dalam kunjungan ruang gawat darurat yang terkait dengan mariyuana oleh anak muda.

Karena meningkatnya toleransi, mariyuana dapat menyebabkan para pengguna mengonsumsi narkoba yang lebih keras untuk mencapai high yang sama. Ketika efeknya mulai berangsur menghilang, si pemakai mungkin beralih ke narkoba yang lebih poten untuk melepaskan diri dari kondisi yang tidak diinginkan yang pada awalnya mendorong dia untuk memakai mariyuana. Mariyuana sendiri tidak menyebabkan orang memakai narkoba lainnya: orang memakai narkoba untuk menghilangkan situasi atau perasaan yang tidak diinginkan. Mariyuana menutupi masalah untuk sementara waktu (ketika pengguna “high”). Ketika “high” menghilang, masalah, kondisi atau situasi yang tidak diinginkan akan datang kembali, lebih berat daripada sebelumnya. Si pengguna akan beralih pada obat yang kadarnya lebih kuat karena mariyuana sudah tidak “berfungsi” lagi.

Efek-Efek Jangka Pendek:

Kehilangan koordinasi dan distorsi waktu, penglihatan dan pendengaran, rasa ngantuk, kemerahan mata, meningkatnya nafsu makan, dan otot-otot yang kendur. Detak jantung bisa terpacu. Sesungguhnya, selama jam pertama menghisap mariyuana, risiko pengguna terkena serangan jantung dapat meningkat lima kali lipat. Kinerja si pengguna di sekolah menurun oleh gangguan memori dan menurunnya kemampuan untuk memecahkan problem.

Efek-Efek Jangka panjang:

Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan gejala psikotis. Itu juga bisa merusak paru-paru dan jantung, memperburuk gejala penyakit bronkitis yang mengakibatkan batuk dan sesak napas. Juga dapat memperlemah daya tahan tubuh melawan infeksi penyakit paru-paru.

ALKOHOL

Alkohol menekan sistem saraf pusat Anda (otak dan tulang belakang), mengurangi inhibisi1 dan merusak kemampuan seseorang membuat keputusan. Minum dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan koma bahkan kematian. Mencampur alkohol dengan obat atau narkoba sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal. Alkohol mempengaruhi otak dan dapat menyebabkan kehilangan kontrol, memperlambat gerakan refleks, gangguan penglihatan, terputus-putusnya ingatan dan pingsan. Tubuh remaja masih berkembang dan alkohol mempunyai dampak yang lebih besar terhadap kesehatan fisik dan mental kaum remaja daripada orang yang lebih tua.

Efek-efek jangka pendek:

Photo credit: istockphoto.com/Lisa Young

Rasa hangat kulit yang memerah, daya pertimbangan yang terganggu, kurangnya koordinasi, berbicara cadel, kehilangan ingatan dan kemampuan memahami. Minum secara berlebihan mengakibatkan mabuk, sakit kepala, rasa mual, gemetaran dan kadang-kadang muntah-muntah.

Efek-efek jangka panjang:

Toleransi terhadap berbagai efek dari alkohol yang tidak menyenangkan dan kemampuan untuk minum lebih banyak. Tingkat toleransi terhadap efek yang jelek dari alkohol yang menyebabkan kemampuan minum menjadi lebih besar. Wanita hamil bisa melahirkan bayi dengan cacat jantung, otak dan organ utama lainnya. Seseorang dapat menjadi tergantung pada alkohol. Jika seseorang tiba-tiba berhenti minum, gejala putus zat bisa terjadi. Gejala itu mulai dari kegelisahan, sulit tidur, berkeringat dan nafsu makan yang buruk sampai konvulsi dan kadang-kadang kematian. Penyalahgunaan alkohol juga bisa berakibat kekerasan dan konflik dalam hubungan pribadi seseorang.

EKSTASI

Ekstasi biasanya dikonsumsi secara oral (melalui mulut) dalam bentuk pil, tablet atau kapsul. Memakai lebih dari satu sekaligus dinamakan “bumping”.

Ekstasi adalah narkoba sintetik (buatan manusia) yang dibuat di dalam laboratorium. Para pembuat dapat menambah apa saja pada narkoba ini, seperti kafein, amfetamin dan bahkan kokain. Ekstasi adalah ilegal dan memiliki efek-efek yang serupa dengan halusinogen dan stimulan. Pil-pil itu berbeda warna dan terkadang ditandai dengan gambar-gambar kartun. Mencampur ekstasi dengan alkohol sangat berbahaya dan dapat mematikan.

Efek-efek stimulatif dari narkoba seperti Ekstasi membuat pengguna dapat berdansa untuk waktu yang lama, dan ketika dikombinasikan dengan kondisi yang ramai dan panas seperti di pesta-pesta, dapat menyebabkan dehidrasi yang berlebihan dan kegagalan fungsi ginjal atau jantung.

Efek-efek jangka pendek:

Perasaan pusing, kedinginan atau keringatan, ketegangan otot, daya pertimbangan yang terganggu, depresi, penglihatan yang buram, masalah tidur, perasaan kasih sayang yang semu, perasaan mual, kekhawatiran yang berlebihan, keinginan kuat untuk menggunakan obat, pengepalan gigi yang di luar kontrol, kekacauan, paranoia.

Efek-efek jangka panjang:

Penggunaan jangka panjang menyebabkan kerusakan pada otak yang lama ataupun untuk selamanya, yang mempengaruhi daya menilai dan daya berpikir seseorang.

“Ekstasi membuat saya gila. Suatu hari saya menggigit sebuah gelas, seperti kalau saya menggigit apel. Setelah mulut saya penuh dengan serpihan gelas, saya baru menyadari hal-hal yang terjadi pada diri saya. Lain hari, saya merobek kain lap dengan gigi selama sejam.” —Ann

KOKAIN & KOKAIN CRACK

Kokain dan kokain crack dapat dikonsumsi secara oral (melalui mulut), melalui hidung (didengus), disuntik dengan jarum atau, pada kasus crack, melalui pernapasan uap dari pemanasannya.

Kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan pengonsumsian termasuk mengunyah, mendengus, menyuntikkan pada pembuluh darah yang besar dan menghisapnya.

Istilah kokain merujuk pada narkoba baik dalam bentuk bubuk (kokain) maupun dalam bentuk kristal (crack). Obat ini dibuat dari tanaman koka dan, di samping metamfetamin1, mengakibatkan ketergantungan psikologis terbesar dibanding narkoba lainnya.

Efek-efek jangka Pendek:

Kokain menyebabkan high yang intens dan singkat yang segera diikuti oleh perasaan sebaliknya—depresi berat, resah dan ketagihan lebih banyak narkoba. Si pengguna umumnya tidak dapat makan dan tidur dengan cukup. Mereka bisa mengalami peningkatan denyut jantung yang tajam, kejang urat dan konvulsi. Narkoba ini dapat membuat orang merasa paranoid, marah, bermusuhan dan gelisah, bahkan ketika mereka tidak dalam keadaaan “high”.

Efek-efek jangka panjang:

Di samping efek-efek yang sudah disebut di atas, kokain dapat menyebabkan sifat lekas marah, gangguan suasana hati, ketidak-tenangan, paranoia dan halusinasi auditori (pendengaran). Tingkat toleransi terhadap narkoba ini berkembang sedemikian rupa, sehingga makin banyak yang diperlukan untuk dapat mencapai tingkat “high” yang sama.

Penurunan efek dari obat itu menyebabkan depresi, yang menjadi lebih dalam dan lebih dalam lagi setelah tiap penggunaannya. Hal ini bisa menjadi begitu hebat sehingga seseorang akan melakukan apa saja untuk memperoleh narkoba ini—dengan membunuh orang sekali pun. Dan jika dia tidak bisa mendapatkan kokain crack, depresinya bisa menjadi sangat kuat sehingga dapat mendorong pecandu untuk melakukan bunuh diri.

EFEK-EFEK MET KRISTAL & METAMFETAMIN

Met kristal dan sabu-sabu dihirup, dihisap atau disuntik. Dosis rendah adalah berbentuk pil.

Met kristal adalah bentuk metamfetamin yang menyerupai pecahan kaca kecil atau butiran kristal berwarna biru-putih yang mengkilap. Di jalanan, ia dikenal sebagai “es”, “kristal”, “kaca” dan nama-nama lainnya. Ia adalah stimulan buatan manusia yang sangat ampuh dan adiktif yang menyebabkan perilaku agresif dan perilaku kekerasan atau psikotis. Banyak pengguna menyatakan bahwa mereka menjadi ketagihan sejak pertama kali menggunakannya. Ia adalah salah satu narkoba yang paling sulit untuk direhabilitasi.

Efek-efek jangka pendek:

Efek-efek negatif dapat berupa pola tidur yang terganggu, hiper-aktivitas, rasa mual, delusi kekuasaan, peningkatan agresivitas dan sifat lekas marah. Ini dapat mengakibatkan perasaan lapar yang berkurang dan penurunan berat badan. Dosis yang lebih tinggi memberi “rush” yang lebih besar, diikuti oleh peningkatan agitasi dan kadang-kadang kekerasan. Efek lain termasuk insomnia, kebingungan, halusinasi, kegelisahan dan paranoia. Bisa menyebabkan konvulsi yang menyebabkan kematian.

Efek-efek jangka panjang:

Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, kerusakan pada pembuluh darah di otak, menyebabkan stroke atau detak jantung yang tidak teratur dan kardiovaskular (berkenaan dengan pembuluh darah dan jantung) kolaps atau kematian. Dapat menimbulkan kerusakan pada hati, ginjal dan paru-paru. Para pengguna dapat menderita kerusakan otak, termasuk gangguan daya ingat, dan meningkatnya ketidakmampuan untuk mamahami pikiran abstrak. Mereka yang sembuh biasanya sering mengalami kekosongan memori dan perubahan suasana hati yang ekstrim.

“Met Kristal adalah salah satu dari narkoba pilihan saya, tetapi ada yang lain juga: murah, mudah didapatkan, mudah menjadi kecanduan dan, tentu saja, mudah digunakan. “Saya mencobanya sekali dan BUM! Saya menjadi kecanduan. Salah satu yang terpengaruh dari narkoba ini adalah karier musik saya. Saya memiliki band yang sangat baik dan bermain musik yang sangat bagus dan memiliki anggota yang sangat baik yang bukan saja merupakan anggota band tetapi teman baik. Semua itu berubah ketika saya mulai menggunakan met.”—Brad

INHALAN

Inhalan mencakup bahan-bahan kimia yang ditemukan di produk-produk rumah tangga seperti penyemprot aerosol, cairan pembersih, lem, cat, tiner cat, penghilang cat kuku, amyl nitrite dan bahan bakar ringan. Obat ini didengus atau dihirup (menghirup uap).

Inhalan mempengaruhi otak. Bila ada bahan atau uapan dihirup melalui hidung dan mulut, itu akan mengakibatkan kerusakan fisik dan mental untuk selamanya. Mereka mengurangi oksigen dalam tubuh dan memaksa jantung untuk berdetak secara tidak teratur dan lebih cepat. Mereka yang menggunakan inhalan akan kehilangan indra mencium, mengalami rasa mual dan hidung berdarah, dan bisa mengalami masalah-masalah hati, paru-paru dan ginjal. Penggunaan yang tetap dan lama bisa mempengaruhi berkurangnya massa otot, tonus dan kekuatannya. Inhalan dapat menyebabkan seseorang tidak dapat lagi berjalan, berbicara dan berpikir normal. Kerusakan terbanyak terjadi di jaringan otak bila uapan beracun dihirup langsung ke dalam sinus.

Efek-Efek Jangka Pendek:

Selain tersebut di atas, inhalan dapat membunuh seseorang dengan serangan jantung atau mati lemas karena uapan yang dihirup menggantikan oksigen di dalam paru-paru dan pusat sistem saraf. Seseorang di bawah pengaruh inhalan juga dapat bertindak dengan kekerasan yang ekstrim.

Efek-Efek Jangka panjang:

Bisa menyebabkan penyusutan otot, berkurangnya tonus otot dan kekuatan otot. Bisa merusak tubuh dan otak untuk selamanya.

HEROIN

Biasanya heroin disuntik, dihirup atau dihisap. Ini sangat adiktif. Heroin masuk ke dalam otak dengan cepat tetapi dapat melambankan daya pikir orang dan reaksi orang, mengganggu kemampuannya untuk mengambil keputusan. Ini menyebabkan kesukaran untuk mengingat hal-hal.

Menyuntikkan narkoba ini dapat menimbulkan risiko AIDS, hepatitis (penyakit hati) dan penyakit lainnya, karena menggunakan jarum suntik yang terinfeksi. Masalah kesehatan ini dapat diteruskan kepada pasangan seksual dan bayi yang baru lahir. Heroin adalah salah satu dari ketiga narkoba yang paling sering terlibat dalam kematian penyalahgunaan narkoba. Kekerasan dan kriminalitas berhubungan dengan penggunaannya.

Efek-Efek Jangka Pendek:

Para penyalahguna mengalami kekaburan fungsi mental, mual-mual dan muntah-muntah. Kesadaran terhadap rasa sakit tertekan. Perempuan hamil dapat tiba-tiba mengalami aborsi. Fungsi jantung menurun dan bernapas pun menjadi sangat lambat, ada kalanya sampai pada titik kematian.

Efek-Efek Jangka panjang:

Pembuluh darah yang terluka atau rusak, infeksi yang disebabkan oleh bakteri pada pembuluh darah dan katup jantung, peradangan dan infeksi-infeksi lain pada jaringan-jaringan yang halus, serta penyakit hati atau ginjal. Dapat berakibat adanya komplikasi paru-paru. Berbagi jarum suntik atau cairan dapat mengakibatkan penyakit hepatitis, AIDS dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan virus yang ditularkan melalui darah.

LSD

LSD dijual dalam bentuk tablet, kapsul atau cairan. Umumnya ditambahkan pada kertas penyerap dan dibagi-bagi dalam bentuk kotak kecil yang dihiasi. Setiap kotak adalah satu dosis.

LSD tetap merupakan salah satu zat kimia yang paling ampuh dalam mengubah suasana hati, dan berasal dari jamur ergot yang sangat beracun, yang tumbuh pada gandum hitam dan biji padi-padian yang lain. Efeknya tidak terduga. Jumlah yang sangat kecil dapat menghasilkan efek selama 12 jam atau lebih.

Efek-Efek Jangka Pendek:

Membesarnya pupil, suhu tubuh yang meningkat, peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, berkeringat, kehilangan nafsu makan, tidak bisa tidur, mulut kering dan tremor. Orang dapat mengalami halusinasi yang mengerikan dan rasa takut yang luar biasa, ketakutan akan kehilangan kontrol diri, takut menjadi gila dan pada kematian serta perasaan putus asa yang luar biasa saat menggunakan LSD.

Efek-Efek Jangka panjang:

Kilas balik, atau pengulangan-pengulangan “perjalanan” LSD dapat terjadi meskipun lama setelah memakainya dan efeknya sudah memudar. “Perjalanan” biasanya mulai menghilang setelah 12 jam, tetapi beberapa pemakai memanifestasikan psikosis yang berlangsung lama.

PENYALAHGUNAAN OBAT RESEP DOKTER

Penyalahgunaan obat resep telah menjadi masalah yang lebih besar daripada narkoba jalanan. Obat-obatan penghilang rasa sakit, penenang, antidepresan, pil tidur dan zat stimulan dapat tampak “aman” karena diperoleh dengan resep dokter, tapi mereka juga bisa adiktif dan keras seperti heroin atau kokain yang dijual di jalanan. Obat Penghilang Rasa Sakit OxyContin, misalnya, sama kerasnya seperti heroin dan mempengaruhi tubuh dengan cara yang sama. Penggunaan yang berkelanjutan daripada obat-obatan penghilang rasa sakit, depresan (“pelamban”), stimulan (“pemacu”) atau antidepresan, dapat berakibat adiksi—dan gejala putus zat yang menyakitkan bagi mereka yang ingin berhenti.

Beberapa efek dari narkoba tersebut diberikan sebagai berikut:

Obat-obatan penghilang rasa sakit: OxyContin, Fentanyl, morfin, Percodan, Demerol adalah beberapa dari daftar panjang obat-obatan penghilang rasa sakit. Efek-efeknya bisa berupa pernapasan yang diperlamban, rasa mual dan ketidaksadaran. Penyalahgunaan bisa berakibat adiksi.

Depresan: Narkoba ini melambankan fungsi otak dan fungsi sistem saraf Anda, ia termasuk Xanax, Zyprexa, Amytal, Seconal, Valium dan banyak yang lain. Efek-efeknya dapat berupa masalah jantung, kenaikan berat badan, kecapaian dan berbicara cadel. Penggunaan yang lama dapat berakibat adiksi.

Stimulan: Narkoba ini memacu detak jantung dan pernapasan, sama seperti “speed” atau kokain. Termasuk Ritalin, Aderall, Concerta dan narkoba yang terkenal sebagai “bennies”. Efeknya termasuk meningkatnya tekanan darah dan denyut jantung, sikap bermusuhan dan paranoia.

Antidepresan: Prozac, Paxil, Zoloft dan Celexa adalah antidepresan yang paling umum digunakan. Efeknya bisa berupa detak jantung yang tidak teratur, reaksi paranoid, pikiran kekerasan atau bunuh diri dan halusinasi. Penggunaan berkelanjutan bisa berakibat adiksi.

Obat-obatan penghilang rasa sakit depresan dan antidepresan bertanggung-jawab atas lebih banyak kematian overdosis di Amerika Serikat dibandingkan dengan jumlah total kematian dari penggunaan kokain, heroin, metamfetamin dan amfetamin.

APA YANG AKAN DIKATAKAN PARA PENGEDAR NARKOBA KEPADA ANDA

Ketika para remaja disurvei untuk mengetahui mengapa mereka bisa sampai menggunakan narkoba, 55% menjawab disebabkan oleh tekanan dari teman-teman. Mereka ingin merasa hebat dan disukai. Para penjual mengetahui hal ini.

Mereka akan mendekatimu sebagai teman dan menawarkan untuk “menolongmu” dengan “sesuatu yang akan membuatmu naik daun”. Narkoba akan menjadikanmu “diterima” atau “menjadikanmu hebat”.

Para penjual narkoba, didorong oleh laba yang akan diperoleh, akan mengatakan apa saja, agar Anda membeli narkoba mereka.

Mereka akan mengatakan kepada Anda bahwa “kokain akan mengubah hidupmu menjadi pesta” dan bahwa “heroin adalah selimut hangat”. Bila Anda memakai Ekstasi, “Kau akan dikelilingi banyak gadis.”

Mereka tidak peduli bila narkoba akan merusak hidup Anda, selama mereka dibayar. Yang mereka pedulikan hanya uang. Mantan penjual narkoba mengaku memandang para pembeli sebagai “bidak-bidak dalam permainan catur”. (Red)

Dikutip dari : id.drugfreeworld.org

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *