AKSI KORPORASI BTN MENGGENJOT PRODUK LAYANAN BANK DI ERA DIGITALISASI UNTUK MENDUKUNG PEMBIAYAAN RUMAH RAKYAT (( Dalam Rangka Menyambut HUT ke-70 Bank BTN , 9 Februari 1950 – 9 Februari 2020)

Kebutuhan primer manusia yang terdiri dari kebutuhan akan sandang, pangan dan perumahan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam rangka menciptakan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat pada berbagai strata ekonomi. Salah satu kebutuhan paling krusial ini adalah kebutuhan akan perumahan yang dapat dijangkau masyarakat berpendapatan menengah kebawah sekalipun. Hal ini dikarenakan perumahan sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup baik secara individu maupun bersama keluarganya.

Motivasi setiap orang guna memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkan cenderung berubah dengan banyaknya alternatif. Oleh sebab itu untuk melakukan suatu proses keputusan pembelian pada suatu produk atau layanan tertentu, maka perlu mencocokkan dengan kebutuhannya.

Dalam perkembangan perekonomian saat ini, harga rumah dirasa cukup tinggi dan  pada saat ini tanah yang tersedia semakin sedikit sehingga menyebabkan harga tanah dan harga rumah menjadi semakin mahal.

Keadaan tersebut menyebabkan masyarakat yang berpenghasilan rendah mempunyai kemungkinan kecil untuk membeli rumah secara tunai. Sehingga salah satu alternatif yang dapat ditempuh oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur adalah dengan kebijakan pemberian kredit untuk kepemilikan rumah dan menunjuk bank maupun lembaga keuangan non bank sebagai penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Perbankan memang bukan merupakan satu-satunya sumber permodalan utama bagi investasi nasional dalam sistem perekonomian sekarang ini.

Untuk membeli rumah setiap orang harus memiliki biaya yang cukup besar. Seseorang dapat membeli rumah secara tunai apabila memiliki jumlah uang yang sesuai dengan harga rumah yang diinginkan. Namun, seiring berjalannya waktu kondisi ekonomi dapat berubah-ubah ,harga-harga juga semakin naik maka kebutuhan yang diinginkan semakin sulit unuk dibeli. Dengan demikian pembelian kredit di kalangan masyarakat semakin menarik.

Dunia perbankan memang perlu disebutkan dalam perubahan kehidupan manusia karena dengan adanya bank, banyak sekali hal positif yang didapatkan oleh masyarakat. Dari yang masih berbentuk layanan perbankan konvensional hingga menuju ke era digital, semuanya sudah dirasakan hampir semua orang.  Dari yang awalnya hanya menjadi tempat menyimpan uang agar lebih aman, tempat menabung untuk dipakai pada masa mendatang, hingga sekarang bisa menjadi tempat investasi dan memberikan kemudahan sangat banyak kepada para penggunanya, respon positif selalu didapatkan dari dunia perbankan karena kehadiran bank sangatlah membantu.

Sekarang bagaimana perjalanan dari perkembangan layanan perbankan hingga bisa masuk ke era digital, era yang sangat memberikan kemudahan untuk nasabah lama hingga para nasabah baru? Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap kita harus mengikuti arus perkembangan teknologi yang semakin canggih. Jika tidak, modernitas tidak segan-segan meninggalkan kita yang masih menganut tradisionalisme. Layanan perbankan dahulu hanya dipakai untuk menyimpan uang saja, ketika belum ada bank, semua orang menyimpan uang mereka di rumah dan bisa menimbulkan masalah pada kemudian hari seperti dicuri oleh pihak lain atau pun masalah-masalah lainnya yang sangat mengganggu. Namun, seiring berkembangnya zaman, bank juga menaikkan kualitas layanan mereka demi mempermudah nasabah sekaligus menarik nasabah baru agar mau menabung di bank. Salah satu caranya adalah menggunakan medium teknologi yang setiap tahunnya selalu berinovasi. Walau tidak semua teknologi bisa dipakai untuk layanan perbankan, tetap saja ada beberapa teknologi yang akhirnya diterapkan ke dalam dunia perbankan dan hasilnya memuaskan.

Ada masanya setiap orang yang ingin transfer uang harus datang ke ATM terdekat terlebih dahulu, tapi sekarang semuanya bisa dilakukan hanya dengan smartphone yang ada di genggaman Anda. Ya, aplikasi mobile menjadi produk unggulan dari dunia perbankan yang selalu memiliki niat dalam memberikan layanan terbaik kepada para nasabah. Digitalisasi kini sudah mempengaruhi secara masif cara manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Mulai dari makanan, transportasi, kesehatan, ritel, pendidikan, hiburan, keuangan, serta berbagai produk fisik-non fisik, barang dan jasa lainnya.

Perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi berhubungan erat dengan generasi milenial. Mereka memiliki semangat tinggi, jiwa kreatif, dinamis, inovatif, dan suka akan perubahan. Generasi ini akan menjadi pembaharu di berbagai bidang berkat kemajuan teknologi informasi. Individu atau kelompok yang tidak memanfaatkan era digital ini akan semakin jauh tertinggal di belakang.

Kualitas adalah standarisasi dari total nilai suatu layanan yang baik untuk menyelaraskan hubungan baik antara pelanggan dengan perusahaan. Hal ini sebagai tolak ukur perusahaan untuk mengerti akan harapan serta kebutuhan pelanggan. Kualitas layanan diperoleh dengan membandingkan persepsi pelanggan. Kualitas layanan menjadi hal utama yang diperhatikan serius oleh perusahaan, yang melibatkan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan. Ada lima dimensi yang perlu diperhatikan untuk menyatakan pengukuran kualitas pelayanan jasa, yakni

  • Tangible (bukti fisik) yaitu kemampuan perusahaan dalam menunjukkan penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya.
  • Reliability (kehandalan) yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan layanan dengan cermat.
  • Responsiveness (ketanggapan) yaitu kemampuan perusahaan untuk membantu dan memberikan layanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi secara benar.
  • Assurance (jaminan dan kepastian) yaitu kemahiran, kesantunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan.

    5) Empathy (kepedulian) yaitu memberikan animo yang bersifat pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan.

Sektor jasa memiliki keunggulan kompetitif yang tidak bisa diabaikan. Salah satu sektor jasa yang paling dibutuhkan adalah jasa di bidang perumahan. Sehingga menjadi kebijakan pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan dengan cara melakukan kerja sama dengan pihak lain, dalam hal ini pemerintah bertindak sebagai pembina dan pencipta iklim yang mendorong usaha pembangunan perumahan nasional serta menggugah kesadaran masyarakat akan hakekat pemukiman yang sehat. Oleh karenanya, banyak sekali bank-bank lain yang menawarkan jasa KPR serupa. Para Pengembang pun saling bersaing menawarkan kualitas pelayanan yang bermutu untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan dan serta berusaha memenuhi harapan dengan cara memberikan layanan yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan oleh pesaing, terutama jika banyak pesaing yang lokasinya berdekatan dimana bank-bank penyedia jasa layanan KPR saling berlomba memberikan kualitas pelayanan yang mumpuni guna menarik calon debitur untuk memilih KPR di bank tersebut.

Kepuasan pelanggan dapat diciptakan perusahaan, dengan memberikan yang terbaik untuk pelanggannya. Perusahaan dapat meningkatkan nilai terhadap pelanggan dengan cara menghasilkan produk yang memiliki keunggulan dan adanya jaminan manfaat produk tersebut. Meningkatkan nilai dapat dilakukan melalui kualitas layanan yang diberikan oleh perusahaan pada para pelanggan. Kredit pemilikan rumah (KPR) yang ditawarkan diminati masyarakat karena prosedurnya mudah dan tingkat suku bunga yang mudah dijangkau untuk mendapatkan perumahan. melalui produk KPR BTN pelanggan diharapkan akan mendapatkan keuntungan.

Bank Tabungan Negara atau yang biasa disebut BTN, dengan slogan ” Bank BTN Sahabat Keluarga Indonesia.  Sahabat Keluarga Indonesia PT Bank Tabungan Negara, (Persero), Tbk (Bank BTN) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang Perbankan Kami berkomitmen menjadi Bank yang melayani dan mendukung sektor perumahan melalui tiga produk utama, perbankan perseorangan, bisnis dan syariah.

Bank Tabungan Negara atau biasa disebut BTN adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia (BUMN) yang berbentuk perseroan terbatas dan bergerak dibidang jasa keuangan perbankan. BTN telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1897. Awal mula BTN adalah Bank BTN dimulai dengan didirikannya Postspaarbank di Batavia pada tahun 1897, pada masa pemerintah Belanda. Kemudian pada 1 April 1942 Postparbank diambil alih pemerintah Jepang dan diganti namanya menjadi Tyokin Kyoku. Pasca kemerdekaan, kepemilikan Tyokin Kyoku diambil alih oleh pemerintah Indonesia, dan namanya diubah menjadi Kantor Tabungan Pos Republik Indonesia (RI).  Kemudian pada 9 Februari 1950 pemerintah mengganti namanya dengan nama Bank Tabungan Pos, setelah proses pengukuhan Bank Tabungan Pos RI sebagai satu-satunya lembaga tabungan di Indonesia. Tanggal ini pun juga dijadikan sebagai hari Bank BTN berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 4 tahun 1963 Lembaran Negara Republik Indonesia No. 62 tahun 1963 tanggal 22 Juni 1963.

Meskipun BTN sebelumnya adalah bank yang didirikan oleh pemerintah Belanda dan baru dimiliki Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan, tetapi BTN tetap berdiri tidak tergerus zaman seperti bank lainnya. BTN bisa berdiri sampai sekarang karena BTN terus mengikuti perkembangan jaman dengan mengeluarkan produk-produk yang unggul.

Sejarah awal dari KPR di Indonesia adalah dengan ditunjuknya Bank BTN oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 29 Januari 1974 melalui Surat Menteri Keuangan RI No. B-49/MK/I/1974 sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat. Sejalan dengan tugas tersebut, maka pada tahun 1976 dimulailah realisasi KPR pertama kalinya oleh Bank BTN. Sampai dengan saat ini penyaluran KPR di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. KPR pertama kali disalurkan pada tahun 1976, tepatnya pada tanggal 10 Desember 1976 yang diprakarsai oleh Bank BTN dan dilakukan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Realisasi tersebut untuk melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang pembangunan perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah. Kemudian pada tahun yang sama menyusul pelaksanaannya di kota Surabaya, dan kabupaten / kota lainnya. Bank Tabungan Negara (BTN )  hadir sebagai mitra pemerintah dalam menyukseskan program “Sejuta Rumah”, BTN terdaftar dan diawasi oleh OJK Terdepan dan terpercaya dalam memfasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga. dunia perbankan telah banyak membantu dunia berputar bergerak menuju ke arah yang lebih baik.

Dalam rangka HUT BTN yang akan berusia ke 70 ( 9 Februrari 2020 ) , Bank BTN terus melakukan inovasi melalui aksi korporasi BTN dalam menggenjot produk layanan bank di era digitalisasi untuk mendukung pembiyaan rumah rakyat :

Pertama.  Digitalisasi mengharuskan Bank BTN melakukan pembaharuan layanan , dimana fokus utama Bank BTN yakni Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Kepemilikan akan hunian menjadi hal penting saat kini. Apalagi harga properti setiap tahun mengalami kenaikan. Bagi milenials rumah selain sebagai tempat tinggal juga dapat dijadikan investasi. Hanya bermodal jempol dan ponsel pintar generasi milenial saat ini dapat mengakses berbagai informasi terkait KPR di portal website BTN Properti. Di situs tersebut milenials dapat menghitung jumlah tagihan KPR di simulasi KPR secara cepat, aman dan jelas. Mencari  hunian sesuai kebutuhan, hingga proses pengajuan kredit secara online. Situs ini memudahkan akses dan proses milenials untuk memiliki rumah.

Kedua. Program KPR Milenial dimana tidak sekedar kemudahan digital, milenial memiliki banyak pertimbangan sebelum memutuskan membeli rumah secara KPR. Bank BTN yang akan berusia 70 tahun melayani negeri sadar hal ini. Oleh sebab itu, BTN membuat program KPR BTN Milenial. Keuntungannya selain uang muka dan suku bunga yang “receh”, jangka waktu yang panjang hingga 30 tahun menjadi keunggulan program ini. Jadi, portal BTN Properti menjadi solusi mudah memiliki rumah. Melalui akun Instagram Bank BTN @bankbtn, sebuah dimensi baru pelayanan kantor cabang berbasis digital mulai dikembangkan yaitu “BTN Smart Branch”. Diharapkan dengan adanya digitalisasi ini membuat pelayanan Bank BTN semakin laju dan efisien.  BTN Smart Branch dengan Smart KIOSKnya milenials dapat membuka akun baru hanya dalam waktu 3 menit dan scan KTP. Ada pula Smart Table di mana generasi milenial yang serba cepat dapat mengakses dan mencari informasi lengkap dan akurat mengenai produk Bank BTN.

Ketiga. Tahun ini Bank BTN siap mengucurkan dana sebesar 500 miliar untuk program digitalisasi layanan perbankan. Peruntukan investasinya meliputi pengembangan platform digital pembayaran berbasis QR Code, pengembangan Digital Banking dan EDC, Branchless Banking, serta pengembangan platform digital melalui anak usaha. Banyak harapan untuk kemajuan Bank BTN . Nasabah semakin banyak, pembayaran kreditur lancar, keuntungan makin berlipat, bunga atau bagi hasil kepada semua nasabahnya semakin besar, dan banyak harapan baik lainnya.

Keempat. KPR Gaess karena tidak seluruh generasi milenial dapat atau mau mengajukan KPR. Untuk itu kita perlu melakukan edukasi dan inovasi serta meracik skema-skema program dan produk yang dapat memenuhi kebutuhan layanan perbankan sesuai selera milenial. KPR Gaeess yang menjanjikan kemudahan cicilan dan uang muka. Kami juga meningkatkan pelayanan KPR via online melalui btnproperti.co.id yang kami upgrade dengan sejumlah fitur tambahan diantaranya fitur 3D proyek perumahan, Dimana konsumen bisa melihat langsung proyek perumahan atau unit rumah contoh dari developer yang bekerjasama dengan BTN. Nasabah seolah merasakan berada di lokasi unit rumah dengan konsep 3D unit.

Kelima. Fitur baru selanjutnya adalah transactional booking fee, dengan fitur ini konsumen atau pengunjung BTN Properti bisa langsung memesan unit rumah dari developer yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN. Selain itu juga bisa langsung melakukan pembayaran booking fee atau tanda jadi pemesanan dengan kanal pembayaran yang disediakan Bank BTN mulai dari ATM/Virtual Account, Internet Banking, dan Mobile Banking. Fitur baru selanjutnya adalah tracking status pengajuan KPR, dengan fitur ini nasabah dapat memantau status pengajuan KPR saat sudah melakukan pengajuan kredit secara online. Dengan fitur baru ,  akses ke btnproperti.co.id terus meningkat, berdasarkan data BTN, aplikasi KPR online yang mengalir lewat portal tersebut tercatat mencapai 42.661 aplikasi, atau melompat 208% dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebanyak 13.680 aplikasi. Seiring dengan peningkatan aplikasi, realisasi KPR lewat online pun melejit 238% secara year on year menjadi 10.853 unit pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 yang hanya mencapai 3.214 unit. Alhasil nilai KPR yang cair pun meroket. Pada tahun 2017 nilai KPR yang tersalurkan lewat aplikasi KPR online sebesar Rp1,18 triliun menjadi Rp3,83 triliun pada tahun 2018

Keenam.  PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akan menjadikan 2020 sebagai tahun dimulainya transformasi internal serta eksternal. Transformasi akan dilakukan karena perseroan ingin menjadi bank utama yang dipikirkan masyarakat (top of mind) ketika hendak mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR). Transformasi ini sudah terkihat dari adanya jabatan direksi baru di BTN yang khusus mengurus Big Data Analytics ,  dengan memiliki nomenklatur yang berbeda dengan bank lain. Dengan adanya Direksi yang khusus menangani Big Data Analytics , optimistis ke depan akan dapat memanfaatkan data konsumen kami untuk melakukan inovasi produk perbankan digital yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan konsumen.

Ketujuh. PT Bank Tabungan Negara (Persero) memiliki corebisnis dalam pembiayaan perumahan. Keberadaan Bank Tabungan Negara sebagai bank pertama penyalur KPR membawanya pada suatu “brand” dari sektor perbankan yang selalu dikaitkan dengan kredit perumahan. Dalam upaya peningkatan sebuah “brand” maka perlu suatu penanaman brand awareness atau keberadaan merek dalam ingatan konsumen sehingga membedakan produk yang satu dengan produk yang lain atau produk pesaing. Salah satu cara untuk membuat produk berbeda dari pesaing yaitu membentuk suatu citra terhadap bank yang bersangkutan. Menurut data riset dari Top Brand Award dalam “Top Brand Index Kategori Banking and Finance Produk KPR”,Bank Bank Tabungan Negara berada diposisi pertama dalam kurun waktu 3 tahun secara berturut-turut yaitu pada tahun 2013, 2014 dan 2015. Hal ini membuktikan bahwa Bank Tabungan Negara masih dipercaya masyarakat dalam pengajuan KPR. Dalam menghadapi persaingan diantara bank penyalur kredit pemilikan rumah, dibutuhkan usaha yang baik dalam mendapatkan calon nasabah baru dan mempertahankan nasabah yang sudah ada. Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh pihak perbankan yaitu memberikan kualitas pelayanan yang baik dan berkualitas.

 

Kedelapan. Salah satu kekuatan PT Bank Tabungan Negara Tbk. dalam setiap menggelar kegiatan pameran Indonesia Property Expo adalah strategi penguatan produk kredit pembiayaan perumahan (KPR). Terbukti dalam setiap gelaran IPEX, BTN sukses menggiring calon konsumen untuk membeli rumah. Setiap tahun Bank BTN menggelar 2 kali IPEX dengan pencatatan ijin prinsip KPR/KPA yang terus meningkat. Contohnya, pada tahun 2016, ijin prinsip KPR/KPA mencapai Rp8,3 triliun, dan pada tahun 2017 melejit menjadi Rp12,8 triliun, Sementara tahun 2018 lalu ketika suku bunga kredit merangkak naik, ajang IPEX masih mencatatkan persetujuan ijin prinsip untuk total KPR/KPA senilai Rp 18,4 triliun.

Kesembilan. KPR Bank BTN juga menawarkan untuk memiliki hunian bukan hanya mimpi dengan KPR BTN Platinum yang ditujukan untuk membantu Anda miliki hunian yang Anda inginkan dengan persyaratan yang mudah dan fleksibel . Kredit Pemilikan Rumah dari Bank BTN untuk keperluan pembelian rumah dari developer ataupun non developer, baik untuk pembelian rumah baru atau second, pembelian rumah siap huni (ready stock) atau belum jadi (indent), maupun take over kredit dari Bank lain.

Berdasarkan data perseroan, sejak merilis KPR pada 1976 BTN telah menyalurkan pembiayaan KPR untuk sekitar 5 juta rumah. Nilai kredit yang sudah disalurkan mencapai sekitar Rp300 triliun. Pada segmen KPR subsidi, pembiayaan yang disalurkan BTN menempati porsi paling besar dibanding bank lain yakni mencapai 3,46 juta unit rumah dengan nilai kredit sekitar Rp159,97 triliun.Besarnya porsi penyaluran KPR Subsidi berkat kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah. Kementerian PUPR meyakinkan depannya Bank BTN akan lebih fokus pada pembenahan proses bisnis agar dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan, inovasi harus dimiliki dan dilakukan BTN untuk memenuhi kebutuhan perumahan para generasi muda.

Bank mempunyai fungsi dan peranan penting dalam perekonomian nasional. jika di lihat dari kondisi masyarakat sekarang, jarang sekali orang yang tidak mengenal dan tidak berhubungan dengan bank. Hampir semua orang berkaitan dengan lembaga keuangan. Pada mulanya kegiatan perbankan dimulai dari jasa penukaran uang, sehingga dalam sejarah perbankan arti bank di kenal sebagai meja tempat menukarkan uang, dimana kegiatan penukaran uang tersebut sekarang dikenal dengan pedangang valuta asing (money changer). Perkembangan selanjutnya kegiatan perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang, yang kini di kenal dengan kegiatan simpanan (tabungan). Kegiatan perbankan bertambah lagi sebagai tempat peminjaman uang. Kegiatan perbankan terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat, dimana bank tidak lagi sekedar sebagai tempat menukar uang atau tempat menyimpan dan meminjam uang. Hingga akhirnya keberadaan bank sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat, hingga tingkat negara, dan bahkan sampai tingkat internasional. Dalam percaturan global, baik bank BTN dituntut untuk bisa bersaing secara sehat di pasar yang semakin kompetitif. Keberhasilan sejumlah bank mengusung merek produk masuk dalam top brand Indonesia adalah karena keberhasilan pemasaran mereka memenangkan mind share, market share, dan heart/commitment share. Mind share adalah kekuatan merek di dalam benak konsumen kategori produk bersangkutan.

Era technology disruption kini, setiap industri harus siap bergerak menghadapi perubahan-perubahan yang dinamis. Industri keuangan dan perbankan pun mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Berdasarkan riset Salesforce pada Digital Banking Report, 62% konsumen di zaman sekarang berharap perusahaan beradaptasi dengan persona mereka (tingkah laku, pola komunikasi, dan kebiasaan). Oleh karena itu seiring bergantinya pola gaya hidup, mobilitas, dan kebutuhan nasabah, bank harus siap melakukan transformasi digital. Transformasi digital lebih dari sekedar menyediakan layanan online dan mobile banking. Industri finansial perbankan perlu berinovasi dalam menggabungkan teknologi digital dengan interaksi nasabah, dalam hal ini temuan-temuan teknologi baru tersebut haruslah mempermudah dan memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam mengakses layanan perbankan. Salah satunya adalah perbankan digital yang menggambarkan proses virtual penunjang seluruh layanannya. Kini, banyak bank yang sudah mulai mengembangkan fitur-fitur perbankan digital mereka. Tak hanya penyediaan aplikasi dan website untuk bertransaksi saja, digitalisasi juga dilakukan pada kantor cabang. Misalnya, kini beberapa bank sudah memiliki aplikasi untuk reservasi nomor antrean, lalu untuk cetak dan ganti buku tabungan sudah bisa dilakukan lewat mesin. Bahkan untuk membuka rekening pun kini sudah dapat dilakukan secara self service oleh nasabah, tanpa harus datang ke kantor cabang. Begitu juga dengan kinerja teller, yang dulu menghitung uang secara manual, kini sudah menggunakan mesin khusus.

Peralihan dunia perbankan konvensional menjadi digital dapat meningkatkan efisiensi proses kerja dan meningkatkan kualitas layanan nasabah. Apalagi, pola transaksi nasabah di zaman kini mengharuskan adanya kemudahan dalam setiap layanan perbankan. Terciptanya pasar baru dari generasi nasabah yang lebih muda juga menjadi salah satu faktor mengapa perbankan harus siap berubah, terdapat 80 persen transaksi sudah digital, cuma 20 persen datang ke cabang. Oleh karena itu salah satu prioritas terbesar adalah meningkatkan digitalisasi perbankan,  dengan terus meng-upgrade, expand dari aplikasi mobile banking sejalan dengan motto perusahaan digital mobile first,

Dengan melakukan digitalisasi, bank sudah melakukan “investasi” jangka panjang untuk masa depan karena channel-channel digital mampu menghemat biaya cost per transaction. Bank yang sudah digital, memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabahnya, juga akan menggaet banyak nasabah-nasabah baru yang notabene kini berada di usia produktif dan relatif muda. Pesatnya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0, digitalisasi menjadi tren tak terhindarkan bagi sektor perbankan.  Tidak hanya dituntut melakukan transisi ke digital banking, perbankan juga akan semakin membuka diri menjalin kolaborasi dengan e-commerce dan financial technology (fintech). Sekarang ini eranya beyond banking, dimana bukan nasabah yang pergi ke cabang untuk mendapatkan layanan perbankan, tetapi bagaimana layanan bank itu ada di genggaman setiap customer melalui aplikasi yang diunduh.

Penulis

Sunarji Harahap, M.M.

Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara / Penulis Mendunia / Pengamat Ekonomi Milenial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *