Alamak Hajab Kalia Ah …. Ada Suami Melahirkan Di Tanjung Balai ?

SUARAMEDANNEWS.com, Tanjung Balai – Farel (25) nekat menyamar sebagai laki – laki dan menikahi Salmah (23). Setelah empat bulan sah menjadi pasangan suami istri, rahasianya kemudian terbongkar ketika Farel melahirkan seorang bayi, Kamis (2/2) jam 04.30 wib.

Takut jati dirinya ketahuan, suami dari Salmah ini pun diam-diam membuang bayi tersebut. Menurut penyidik, sejak menjadi istri dari Farel, Salmah sama sekali tak mengetahui suaminya ternyata berkelamin sama dengan dirinya.

“Kalau menurut Salmah, suaminya ya Farel, yang menjadi suaminya sekarang,” kata Sinulingga.

Sebagai suami, Farel berkelakuan bak seorang suami yang sangat sayang kepada dirinya. Terlebih sejak mereka berstatus suami-istri yang sah. Sebagai suami, Farel tetap berlogat kelakian-lakian, walau dia sebenarnya seorang wanita.

“Ya rambutnya pendek, kayak seperti itulah….,” kata penyidik.

Pernikahan mereka pun terjadi di bulan September tahun lalu (2016), Farel resmi mempersunting Salmah sebagai istri sahnya. Herannya, sejak menikah, Farel tak pernah melakukan hubungan badan.

“Entah seperti apa mereka sejak menikah….,” kata penyidik lagi.

Disinggung bulan madu? Penyidik, tak berani menjawab.

“Abang aja yang jawab, kalau soal itu,” kata penyidik sambil tertawa.

Nikah 4 Hari Berangkat ke Malaysia Status sebagai suami yang selama ini melekat kepada dirinya, tak membuat Salmah curiga. Rencana bulan madu pasca resmi menjadi suami istri tak pernah dirasakan Salmah.

“Pernikahan 4 hari kemudian Farel berangkat ke Malaysia,” sebut Sinulingga.

Pengakuan itu, hasil keterangan Salmah saat dimintai keterangan. Tapi, anehnya, Salmah lagi-lagi mengaku tak mengetahui jenis kelamin suami yang menikahnya.

“Salmah baru tahu bahwa suaminya itu seorang wanita setelah adanya kejadian ini,” jelas Sinulingga.

Terungkapnya kasus ini saat perempuan penyuka sejinis ini ketahuan warga Jalan Kenanga Lingkungan III, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai saat setelah membuang bayinya. Akibat peristiwa ini wargapun geger.

Kapolres Tanjungbalai, Tri Setiadi Hartono SH SIK MH, melalui Kabag Humas, AKP Yani Sinulingga, mengatakan terbongkarnya pernikahan sejenis ini berawal dari kecurigaan warga yang tinggal di sekitar kediaman Salmah, wanita asal Padang, Sumatera Barat.

Bayi – Farel Saat Setalah Mendapat Perawatan

“Bayinya ditemukan jam 04.30 wib oleh warga,” kata Sinulingga.

Penemuan ini berawal ketika warga yang tinggal di Lingkungan III Kelurahan Muara, pagi itu melihat Farel yang berada di tempat pemandian umum dalam kondisi berdarah. Karena curiga, warga lalu menegur wanita tersebut.

“Kok berdarah kakinya,” kata warga kepada Farel ketika itu.

Namun Farel menjawab dirinya sedang menderita sakit Ambien. Jawaban Farel ini malah membuat warga semakin curiga, karena darah terus mengalir dari selangkangan ke kakinya.

“Sempat mengaku, cuma ambien, tapi darah terus mengalir dari kakinya,” kata Sinulingga.

Menurut Herman (51) warga Jalan Borong, Kelurahan Muara Sentosa Kecamatan Sei Tualang Raso yang pertama kali menemukan sempat tak percaya. Selama ini, Herman tak menduga, Farel berkelamin wanita.

Nah dari sana, warga sekitar tempat tinggal istrinya Salmah pun tak percaya pengakuan itu. Mereka pun membawa Farel ke rumah warga untuk menginterogasinya. Terungkaplah, bahwa ia baru saja melahirkan bayinya. Bayi Laki-Laki Saat diinterogasi, Farel mengaku malam itu dia keluar dari rumah kontrakannya, lalu menuju tempat pemandian umum (billport) yang berada tak jauh dari kediamannya itu.

Kondisi Farel Saat Selesai Mendapat Perawatan Habis Melahirkan

Setelah melahirkan, diam-diam Farel meninggalkan bayi berjenis kelamin laki-laki di semak-semak yang berjarak lebihkurang 50 meter dari rumah kontrakannya, tepatnya di samping rumah Ahyar (55), nelayan yang berdekatan dengan rumah Farel.

Lalu seorang warga bernama Herman mendengar ada suara bayi dari semak-semak. Penasaran, Herman pun mendekati suara itu. Disitulah Herman terkejut melihat ada sosok bayi yang tubuhnya masih terlilit ari-ari dan sedang menangis. Lantas, Herman pun memanggil warga lainnya dan menemukan sang ibu bayi, yang tengah diamankan warga.

Kemudian warga dan petugas membawa bayi tersebut ke RSU Tanjungbalai untuk mendapatkan perawatan khusus. Dalam kasus ini, Polres Tanjungbalai menetapkan Farel sebagai tersangka percobaan menghilangkan nyawa seseorang, dengan dikenakan Pasal 342 subs 341 jo 53 lebih subs Pasal 308 dari KUHP.

“Sementara ini kasus tersebut telah ditangani Unit PPA Sat Reskrim. Diduga pelaku Farel melakukan dugaan tindak pidana percobaan menghilangkan nyawa anaknya,” kata Humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *