Ancaman Bagi Para Pecinta Minuman Keras

Jumat Berkah, 07 Oktober 2016

SUARAMEDANNEWS.com – Minuman keras (miras) merupakan minuman beralkohol yang menimbulkan efek ketagihan dan berbahaya bagi peminumnya. Selain berdampak buruk dari sisi kesehatan, minuman keras juga diharamkan, Hal yang diharamkan, sebaiknya kita jauhi atau bahkan ditinggalkan agar tidak mendapatkan azab dari Allah Ta’ala.

Mudharat nya lebih besar daripada manfaatnya, karena itulah Allah mengharamkan minuman ini bagi hamba-Nya karena dapat mendatangkan keburukan. Hukum minum keras tapi tidak mabuk tetaplah haram, karena sudah jelas hukumnya.

Peringatan Keras Bagi Para Pecinta Minuman Keras

 

Rasulullah pernah bersabda bahwa orang yang minum khamer maka diperintahkan umatnya untuk memukul orang itu dengan hukum dera. Riwayat ini dapat kita temukan dari hadits yang sangat kuat periwayatannya.

 

“Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa minum khomer dan ia tidak bertaubat, maka ia tidak akan memperolehnya di akhirat”  ( H.R. Bukhari )

Ubaiy bin ka’ab meriwayatkan , Rasulullah SAW Bersabda : Pada hari kiamat orang yang meminum khamer di datangkan dengan sebuah kendi yang tergantung di lehernya. Sedangkan tanbur berada di kedua telapak tangannya . Mereka di salib di atas kayu neraka. lantas ada seruan : “Ini adalah fulan bin fulan dari tempat sana …”.kemudian keluarlah bau khamer dari mulutnya yang sangat busuk, kebusukan baunya dapat membuat sakit orang-orang yang berdiri di makhsyar, sampai mereka meminta pertolongan kepada Allah akibat dari kebusukan peminum khamer tadi. tempat kembali mereka jelas neraka.

 

Berdasarkan hadits di atas, hukuman yang diberikan pada penimum khamr bersifat mahdhah, maksudnya adalah sudah menjadi ketentuan Allah sehingga tidak boleh diganggu gugat ataupun diganti dengan hukuman yang lain, seperti denda, penjara atau yang lainnya. Sedangkan, menurut fiqih disebut hukum hudud, yakni hukum yang syarat, rukun, tata cara dan pembuktiannya telah diatur oleh Allah Ta’ala.

 

Beberapa ulama menjelaskan alat pemukul yang bisa digunakan antara lain, sandal, cambuk, ujung pakaian atau dengan tangan kosong. Meskipun, tidak dijelaskan berapa jumlah pukulan yang harus diberikan, tapi Jumhur Ulama sepakat jika hukuman pukulan akan diberikan sebanyak 80 cambuk. Inilah hukuman bagi orang yang minum minuman keras.

 

Dasar dari pendapat ini ada pada perkataan Sayyidina Ali ra yang mengatakan bahwa jika seseorang minum khamr maka ia akan masuk, jika sudah mabuk maka ia akan meracau, jika meracau maka ia tidak ingat dan hukumannya ialah 80 kali cambuk.

 

Hadits Darimi 1998

أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا حُرِمَهَا فِي الْآخِرَةِ فَلَمْ يُسْقَهَا

Barangsiapa minum khamer di dunia, kemudian ia tak bertaubat darinya, maka ia diharamkan darinya di Akherat, & tak akan diberi minum darinya.

Hadits Darimi No.1998 Secara Lengkap

[[[Telah mengabarkan kepada kami [Khalid bin Makhlad] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar], ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa minum khamer di dunia, kemudian ia tidak bertaubat darinya, maka ia diharamkan darinya di Akherat, dan tidak akan diberi minum darinya.”]]]

Hadits Darimi 1999

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الدَّيْلَمِيِّ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ فِي حَائِطٍ لَهُ بِالطَّائِفِ يُقَالُ لَهُ الْوَهْطُ فَإِذَا هُوَ مُخَاصِرٌ فَتًى مِنْ قُرَيْشٍ يُزَنُّ ذَلِكَ الْفَتَى بِشُرْبِ الْخَمْرِ فَقُلْتُ خِصَالٌ بَلَغَتْنِي عَنْكَ أَنَّكَ تُحَدِّثُ بِهَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ شَرْبَةً لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا فَلَمَّا أَنْ سَمِعَهُ الْفَتَى يَذْكُرُ الْخَمْرَ اخْتَلَجَ يَدَهُ مِنْ يَدِ عَبْدِ اللَّهِ ثُمَّ وَلَّى فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّي لَا أُحِلُّ لِأَحَدٍ أَنْ يَقُولَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ شَرْبَةً لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا فَإِنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَلَا أَدْرِي فِي الثَّالِثَةِ أَمْ فِي الرَّابِعَةِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ رَدْغَةِ الْخَبَالِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa meminum khamer satu teguk, maka tak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari. Ketika pemuda tersebut mendengar ia menyebutkan khamer, maka pemuda itu menarik dari tangan Abdullah, kemudian pergi. Abdullah lalu berkata; Ya Allah, sesungguhnya aku tak mengahalalkan orang yg memfitnahku telah mengucapkan sesuatu yg tak aku katakan. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda:
Barangsiapa minum seteguk khamer, maka tak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari, apabila ia bertaubat maka Allah menerima taubatnya -Aku tak tahu, apakah hal itu pada kali ketiga atau keempat-Maka Allah berhak untuk memberinya minuman dari Lumpur penghuni Neraka pada Hari Kiamat.

 

Riwayat lain menjelaskan sabda Rasulullah yang mengatakan bahwa hukum cambuk bagi peminum khamr adalah 40 kali, Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berpendapat 40 kali, sementara Umar bin Khattab berpendapat 80 kali. Berdasarkan sabda Rasulullah, Imam Syafi’i juga berpendapat jika hukuman bagi peminum khamr adalah 40 kali.

 

Selain hukuman bagi peminum minuman keras yang bersifat fisik, mereka juga tidak diterima shalatnya selama 40 hari.

 

Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Amr, Rasulullah pernah bersabda bahwa pemabuk tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari. Jika ia mati maka ia akan masuk neraka, jika ia taubat maka Allah akan memaafkannya. Sedangkan, jika ia kembali minum khamr dan mabuk maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari pula. Jika ia mati maka akan masuk neraka, jika ia kembali pada khamr maka Allah akan memberikannya minum dari sungai Khabal. Seorang sahabat bertanya apakah khabal itu. Khabal merupakan perasan nanah penghuni neraka.

 

Hadits Darimi No.1999 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Al Auza’i], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Rabi’ah bin Yazid] dari [Abdullah bin Ad Dailami], ia berkata; aku menemui [Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash] di kebunnya di Thaif, kebun itu disebut Al Wahth. Ternyata ia sedang menahan tangan seorang pemuda dari Quraisy yang dituduh meminum khamer. Aku kemudian berkata; “Beberapa perkara yang sampai kepadaku bahwa anda menceritakannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa: “Barangsiapa meminum khamer satu teguk, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” Ketika pemuda tersebut mendengar ia menyebutkan khamer, maka pemuda itu menarik dari tangan Abdullah, kemudian pergi. Abdullah lalu berkata; “Ya Allah, sesungguhnya aku tidak mengahalalkan orang yang memfitnahku telah mengucapkan sesuatu yang tidak aku katakan. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa minum seteguk khamer, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari, apabila ia bertaubat maka Allah menerima taubatnya -Aku tidak tahu, apakah hal itu pada kali ketiga atau keempat-Maka Allah berhak untuk memberinya minuman dari Lumpur penghuni Neraka pada Hari Kiamat.”]]]

Hadits Darimi 2014

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ السَّارِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ

Tidaklah berzina orang yg berzina ketika ia berzina ia dalam keadaan beriman, & tidaklah mencuri orang yg mencuri ketika mencuri ia dalam keadaan beriman, & tidaklah minum arak ketika meminumnya ia dalam keadaan beriman.

Hadits Darimi No.2014 Secara Lengkap

[[[Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Al Auza’i] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah berzina orang yang berzina ketika ia berzina ia dalam keadaan beriman, dan tidaklah mencuri orang yang mencuri ketika mencuri ia dalam keadaan beriman, dan tidaklah minum arak ketika meminumnya ia dalam keadaan beriman.”]]]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *