Arifin Ilham : Kerusuhan Muncul Saat Ada Provokator, Ulama Dilempari Petasan

SUARAMEDANNEWS.com, JAKARTA – Aksi Damai Bela Islam II berlangsung damai, yang ada yang memancing untuk melakukan kerusuhan, tapi massa tak terpancing. Bahkan ketika terjadi aksi pelemparan botol aqua ke arah barikade polisi, serentak massa meneriakkan yel-yel “hati-hati…hati-hati…hati-hati provokasi…”

Yel-yel takbir dan sholawat pun menggema untuk meredam dan mendinginkan situasi. Tak ada massa yang terpengaruh, walaupun beberapa kali pancingan itu dilakukan.

Dari pantauan dilokasi aksi, di barisan depan sebelah kiri, tepat di dekat mobil komandeo HMI, sejumlah orang yang tidak mengenakan pakaian muslim (bercelana levis dan kaos atau kemeja biasa) berteriak-teriak, “dobrak….bongkar…”. Namun massa tak bergeming dan terus mengumandangkan shalawat.

Terkait hal ini, Ustaz Arifin Ilham yang berada di tengah massa mengungkapkan sejak awal aksi demo pada Jumat (4/11/2016), kondisi di lapangan cukup kondusif sampai sore hari dan selepas magrib pun massa tetap kondusif.

“Assalamualaikum, maaf sebelum kita membuat kesimpulan awal, sebetulnya kondisi lapangan cukup kondusif bahkan selepas jam 6 malam. Tidak ada tanda-tanda pembubaran. Awal kerusuhan muncul saat ada provokator di antara massa, akhirnya kawan-kawan HMI terpancing. Massa FPI membuat barikade antara polisi dengan HMI, lalu masa menjadi tenang,” kata Arifin, dilansir dari Republika.co.id, Jumat.

Beberapa saat kemudian, kata Ustaz Arifin, ada yang kembali memprovokasi. Beberapa ulama dilempar semacam petasan. “Nah inilah yang men-trigger kawan-kawan HMI naik pitam lagi, akhirnya gas air mata ditembakkan, dan malangnya ke panggung ulama,” ucap dia.

Ia mendapatkan kabar jika Syaikh Ali Jaber terkena tembakan gas air mata dan dibawa ke rumah sakit. “Massa FPI berusaha untuk menenangkan massa HMI, tapi polisi tidak pandang bulu, semua ditembak gas air mata, akhirnya jadi di luar kendali.

“Sekali lagi, kita doakan semua kaum Muslimin baik pendemo dan aparat agar semuanya berakhir baik. Fitnah dalam situasi seperti ini akan terjadi, banyak bersabar dengan kepala dingin,” kata Ustaz Arifin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *