Bedanya Kesehatan Laki-Laki dan Perempuan

SUARAMEDANNEWS.com – Perempuan dan laki berasal dari dunia yang berbeda. Tidak hanya dalam hal berperilaku, di sejumlah penyakit dan perawatan juga ada perbedaan di antara keduanya. Ini beberapa di antaranya:

-Penyakit kardiovaskular. Perempuan dan laki-laki mengalami gejala yang berbeda untuk serangan jantung. Laki-laki lebih mungkin meninggal karena penyakit ini ketimbang wanita, dan memiliki gejala yang tidak khas, sering tanpa mengalami nyeri dada.

-Kanker paru-paru: Ini penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan (dua kali lebih banyak ketimbang kematian karena kanker payudara), meskipun lebih banyak laki-laki yang didiagnosa dengan penyakit ini. Perempuan juga cenderung lebih muda pada saat didiagnosis dibandingkan laki-laki.

-Lupus: Perempuan dan laki-laki memiliki gejala yang berbeda. Pada laki-laki lebih ke masalah cacat fisik, hipertensi, dan penyakit ginjal. Sedangkan perempuan gejalanya biasanya berupa lebih banyak ruam, fotosensitifitas, ulkus oral, dan fenomena Raynaud.

-Asma: Perempuan 10,5 persen lebih mungkin mengembangkan asma selama hidupnya dibandingkan laki-laki. Namun, saat masih kecil, laki-laki lebih sering mengalami asma dibandingkan perempuan.

-Rheumatoid arthritis: Usia perempuan terserang penyakit ini lebih muda daripada laki-laki, dan gejalanya pun lebih parah daripada laki-laki.

-ADHD: Gejalanya berbeda antara perempuan dan laki-laki. Pada anak laki-laki ditunjukkan dengan perilaku oposisi seperti superaktif, sedangkan pada anak perempuan lebih rentan terhadap kecemasan, depresi dan gangguan makan.

-Depresi: Perempuan memiliki dua kali risiko terkena depresi dibandingkan laki-laki. Hal ini seringkali karena perubahan hormonal dan gangguan genetik. Gejalanya pun berbeda. Pada perempuan gejalanya ditandai dengan menyalahkan diri sendiri, sensitif, mudah menangis, dan perasaan negatif. Sedangkan pada pria ditunjukkan dengan penyalahgunaan zat terlarang dan terlibat dalam perilaku berisiko.

Beberapa hal yang mendasari perbedaan tersebut di antaranya :

• perbedaan fisiologis normal, seperti jumlah  sel darah merah yang berbeda, perbedaan neuron di otak, perbedaan hormonal, dan perbedaan genetik.

• Perbedaan respons terhadap pengobatan. Perempuan mengalami insiden yang lebih tinggi dari reaksi negatif terhadap obat daripada laki-laki. Selain itu, perbedaan berat badan, lemak tubuh, massa otot, ukuran dan kepadatan tulang, serta cairan tubuh, juga ikut mempengaruhi.

• perbedaan psikologis dan perilaku, seperti cara laki-laki dan perempuan makan, pilihan makanannya, apakah mereka merokok, terlibat dalam perilaku berisiko, dan bahkan seberapa sering mereka pergi ke dokter dapat membuat perbedaan kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Jezzy Reisya(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *