Bikin Laporan Palsu, Polsek Medan Barat Amankan Hendra

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Hendra Gunawan (22) warga Jalan Amaliun, Kecamatan Medan Area, terpaksa harus diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Barat, Minggu 23/10/2016 karena membuat laporan palsu.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berawal ketika Hendra pada Selasa (18/10) lalu, mendatangi Polsek Medan Barat guna melaporkan kejadian tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

 

Mendapat laporan itu, Kepala SPKT memanggil petugas Unit Reskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan KL Yos Sudarso depan Atmindo.

 

Akan tetapi, setelah dilakukan penyelidikan ternyata tidak ada tindak pidana kasus pencurian dengan kekerasan selanjutnya Hendra pun diinterogasi.

 

Dari pengakuannya, pada Senin (17/10) lalu, saat itu Hendra melintas di dekat jembatan Sei Deli, Kelurahan Silalas. Kemudian ia bertemu seorang pria yang mengaku sebagai Polisi dan menuduh jika Hendra dicurigai sebagai pelaku jambret.

 

Lalu pria tersebut mengajaknya ke arah Jalan Pertahanan, Kelurahan Silalas, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna Hitam dengan plat nomor BK 5286 AGI milik Hendra.

 

Setibanya dilokasi, korban disuruh turun dan menunggu karena pria tersebut hendak menjemput wanita yang menjadi korban jambret. Namun setelah berjam-jam pria tersebut tak kembali.

 

Kemudian, Selasa (18/10) lalu, Hendra mendatangi leasing BAF di Jalan Bambu Kecamatan Medan Timur. Tujuannya untuk menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi ke pihak leasing. Namun lantaran kasus penipuan dan penggelapan, maka tersangka tidak dapat asuransi.

 

Akan tetapi, pihak leasing yang belum diketahui namanya, mengajari pelaku untuk membuat laporan kasus pencurian agar asuransi keluar. Selanjutnya pihak leasing membuat surat keterangan bahwa pelaku benar nasabah dari BAF dan selanjutnya pelaku ke Polsek Medan Barat guna untuk membuat laporan.

 

Sebenarnya, sepeda motor Hendra memang hilang. Ia jadi korban penipuan dan penggelapan, bukan dibegal seperti laporannya Nomor 220/X/2016/SPKT/Restabes Medan/Sek Medan Barat. Petugas lalu mengamankannya karena telah membuat laporan palsu.

 

Kapolsek Medan Barat, Kompol Viktor Ziliwu ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya kejadian tersebut.

 

“Benar, terkait laporan palsu tersangka sudah kita amankan dan saat ini tersangka menjalani periksakan lebih lanjut,” ucapnya.

 

Akibat perbuatan itu tersangka kita jerat Pasal 220 KUHPidana tentang membuat laporan palsu dengam ancaman hukuman maksimal 1,4 Tahun penjara, kata Kapolsek. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close