Bripka N Tambunan yang dikenal punya gaya penilangan berbeda dengan cara mengajak pelanggar lalin berdoa sebelum melakukan tindakan penilangan.

Cara Bripka Tambunan Ajak Pelanggar Lalin Berdoa Dapat Pujian Kapolda Sumut

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Tindakan  seorang personel Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) Humbang Hasundutan (Humbahas) bernama Bripka N Tambunan yang dikenal punya gaya penilangan berbeda mendapat pujian dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi.

 

Pasalnya, anggota Polantas Polres Humbahas ini mengajak para pelanggar lalin untuk berdoa sebelum Bripka N Tambunan melakukan tindak penilangan.

Kaploda Sumut, Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi
Kapolda Sumut, Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi

“Yang seperti ini harus ditiru dan menjadi contoh dari Kapolres Humbang, dan ini menjadi inovasi dalam penindakan terhadap para pelanggar lalu lintas,” kata Irjen Rycko seperti yang dilansir dari detik.com, Jumat (21/10/2016).

 

Inovasi yang diterapkan menurut Irjen Rycko menyesuaikan kondisi dan kebiasaan masyarakat Humbang Hasundutan. Masyarakat di Humbang Hasundutan dikenal religius.

 

“Jadi inovasinya adalah berangkat dari budaya masyarakat setempat. Peran dari gereja, peran dari pendeta sangat kuat di masyarakat. Oleh karena itu, maka upaya-upaya penindakan yang digunakan juga dengan cara-cara pendekatan agama,” tutur Rycko.

 

Video Bripka Tambunan ajak pelanggar lalin berdoa, diposting dalam akun Youtube Humas Polda Sumut. Saat itu Bripka Tambunan menilang pengendara bernama Nelson Girsang di Jl S Raja Dolok Sanggul, Humbahas.

 

“Si Nelson ini membawa sayur-mayur untuk dibawa ke pasar di Humbahas, muatannya berlebihan sampai miring kendaraannya. Lalu diberhentikan, diberitahu kesalahannya kemudian berdoa bersama-sama supaya tidak terjadi pelanggaran lagi,” imbuh Irjen Rycko.

 

Sebelum menilang, Bripka Tambunan mengajak pelanggar tersebut berdoa bersama. Dalam doanya, Bripka Tambunan memohon kepada Tuhan agar pelaku tidak mengulang kesalahan.

 

“Berdoa bersama-sama supaya tidak terjadi pelanggaran lagi, juga supaya Tuhan memaafkan kesalahannya, juga untuk memohon kekuatan supaya polisi tidak menerima pungli dan pelanggar lalu lintas juga untuk tidak memberikan uang suap juga ke polisi. Karena ini kan perbuatannya dilarang sama Tuhan,” tutur dia. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *