Cerita Ahok, Dari Rutan Cipinang, Ke Mako Brimob, Sampai Penangguhan Penahanan, Dan Massa Pendukung Ahok Nyalakan Lilin di Depan Mako Brimob

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih bertahan menggelar aksi pasang lilin dan orasi di tiga lokasi. Aksi digelar hingga malam dengan pengamanan kepolisian.

  1. Markas Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dalam aksinya massa bakal menginap di depan gerbang utama agar gubernur DKI Jakarta non aktif tersebut dibebaskan, Rabu malam, 10 Mei 2017.

Ratusan massa dalam aksinya melakukan orasi dan menyalakan lilin sambil berdoa. “Kalau diizinkan kami akan nginap. Kami ingin ketemu Pak Ahok,” kata Yudo Wibowo salah satu simpatisan yang sejak pagi tadi mengikuti aksi damai tersebut, dilansir dari viva.co.id.

Sementara itu, Kapolsek Cimanggis, Komisaris Agung sebelumnya telah mengimbau agar massa membubarkan diri. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Namun nyatanya, massa hingga saat ini masih bertahan di depan Markas Brimob.

Akibat aksi ini arus lalu lintas di Jalan Kelapa Dua, Depok pun menjadi tersendat. Sejumlah petugas yang berada di lokasi pun kini terus berupaya mengurai volume kendaraan.

Majelis hakim memvonis Ahok 2 tahun penjara karena diyakini telah menodai agama karena mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan politik pilkada. Majelis hakim juga memerintahkan Ahok ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Ahok yang pada awalnya ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, saat ini sudah dipindahkan ke Mako Brimob, Depok, dengan alasan agar situasi kondusif, karena aksi para pendukungnya kemarin, Selasa (9/5), sempat melumpuhkan lalu lintas jalan di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

  1. Pengadilan Tinggi Jakarta, Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ratusan massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga menggelar aksi yang sama , aksi ini dalam rangka meminta agar penangguhan penahanan Ahok dikabulkan.
  1. Tugu Proklamasi, Aksi yang digelar sejak pagi, sore hingga malam ini masih berlangsung yang dihadiri ratusan orang dengan menyalakan lilin dan orasi. Massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam aksi tersebut menyanyikan beberapa lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa dan Maju Tak Gentar.

Ketiga titik lokasi aksi tersebut yang berlangsung hingga malam hari itu tidak dibubarkan oleh polisi, padahal ada ketentuan dalam Perkap Nomor 9 Tahun 2008 bahwa demonstrasi hanya sampai pukul 18.00 WIB. Jika melebihi jam yang ditentukan dan mengganggu ketertiban umum, bisa dibubarkan.

Sikap polisi dalam menangani aksi tersebut mendapat kritikan dan sindiran dari beberapa kelompok, ormas dan lembaga, hingga Komnas HAM.  Pembiaran aksi di Cipinang berlangsung hingga malam dan menutup jalan, tapi tidak dibubarkan. “Setelah mencermati performa polisi kita menangani penyampaian pendapat semalam, polisi kita hebat. Polisi tidak membubarkan tapi membiarkan,” ucap Maneger dalam keterangan tertulis berjudul ‘Hebat Polisi Kita’, Rabu (10/5).

Para pengunjuk rasa mau bertemu dengan Ahok, dan menuntut supaya ahok dibebaskan. Aksi yang digelar hingga malam hari ini membubarkan diri setelah Plt Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat tegas meminta mereka membubarkan diri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *