Demo Tuntut Dana Relokasi Tahap II Ricuh, Salah Satu Pengunjuk Rasa Tewas

SUARAMEDANNEWS.com, Karo – Ratusan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung menggelar unjuk rasa menuntut dana relokasi tahap kedua segera cair di depan Kantor Bupati Karo, Sumatera Utara. Namun, aksi tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan salah seorang pengunjuk rasa tewas.

 

Menurut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting selaku Kabid Humas Polda Sumut saat dikonfirmasi, Selasa (18/10/2016) menuturkan para pengunjuk rasa yang diikuti sekitar 300 orang, terdaftar sebagai warga korban erupsi Gunung Sinabung asal Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo.

 

“Mereka (para pengunjuk rasa-red) setelah tiba di Kantor Bupati Karo, langsung mempertanyakan kepada pihak BPBD Kabupaten Karo perihal alasan dana relokasi tahap kedua yang tak kunjung cair,” beber Rina.

 

Menurut lulusan Secapa Polri 1993 yang berpengalaman dalam bidang lantas, aksi unjuk rasa ini dikarenakan pihak BPBD kabupaten Karo belum bisa mencairkan dana relokasi tahap kedua. Hal itu membuat warga korban erupsi Gunung Sinabung menjadi marah dan terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat di depan kantor Bupati Karo.

 

“Akibatnya, salah seorang pengunjuk rasa bernama Sartono Sembiring (61) tiba-tiba terjatuh di lantai dua dan langsung pingsan. Korban langsung dibawa ke RSU Ester dan sesampainya di rumah sakit, kakek tersebut telah dinyatakan meninggal dunia,” jelas Rina.

 

Walaupun unjuk rasa menimbulkan korban jiwa, massa terus menggelar aksi protes. Mereka bahkan bertahan di Kantor Bupati Karo.

 

“Para pengunjuk rasa ada juga yang melakukan perusakan salah satu pintu Kantor Bupati Karo dengan cara melempar dengan pot bunga,” ujar Rina.

 

Demi menjaga keamanan agar tidak kembali terjadi kerusuhan dan kericuhan dalam aksi unjuk rasa ini, ratusan personel dari Polres Karo diterjunkan ke kantor Bupati untuk mengendalikan massa. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close