DISKUSI PUBLIK LEMBAGA LEMKASPA BAHAS ISU KEAMANAN MENJADI TOPIK UTAMA DALAM DISKUSI PUBLIK MENJELANG PILKADA

SUARAMEDANNEWS.com, Aceh – Lembaga Kajian Strategis dan Pembungunan Aceh LEMKASPA adakan diskusi Publik menjelang Pilkada, dengan “Politik Keamanan Menjelang Pilkada Aceh 2017. Diskusi public yang berlangsung pada 22 Desember 2016 dihadiri oleh Mahasiswa asal Aceh, dan  juga dihadiri oleh kalangan Mahasiswa dari daerah-daerah lain, seperti Medan, Padang dan Ambon serta masyarakat Aceh yang menetap di Kabupaten Bogor.

Direktur Lemkaspa Samsul Bahri S.Pi, menyatakan  diskusi Publik  ini diadakan mengingat semakin dekat dengan pemilihan umum yang akan berlangsung pada tahun depan faktor keamanan di Aceh menjadi fokus utama sampai dengan pasca pemilihan umum berlangsung. Mengingat pemilihan umum tahun 2017 ada beberapa pentolan dari unsur GAM yang maju sebagai calon Gebernur 2017/2022 dan mempunyai simpatisan disetiap kabupaten kota, maka dalam hal ini Lembaga LEMKASPA konsen pada isu-isu keamanan menjelang pilkada 2017.

Dalam sambutan Direktur Lembaga Lemkaspa menegaskan peran masyarakat Aceh yang ada diperantaun untuk keamanan menjelang pilkada 2017. Bagaimana pun keberadaan orang-orang Aceh diseluruh pelosok dapat berkontribusi dengan memberikan pandangan-pandangan kepada pihak-pihak yang berwajib dalam hal mengawal pelaksanaan pilkada 2017.

Samsul menambahkan bahwa Diskusi Politik Keamanan Menjelang Pilkada Aceh 2017, juga membahas isu-isu lingkungan dan pembangunan di Aceh. Politik dengan lingkungan adalah dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, maka dalam diskusi ini kita mencoba kolobarasikan dua unsur yang berbeda untuk melihat peran yang ditimbulkan oleh para aktor politik terhadap kerusakan lingkungan.

Muhammad Dahlan M.Si dalam diskusinya mejelaskan perlu langkah-langkah kongkrit pemerintah Aceh dalam hal mengelola sumberdaya alam untuk kemakmuran masyarakat aceh kedepan, dengan melakukan inovasi terbaru dalam mengelola sumberdaya alam dengan baik. Selain itu Muhammad Dahlan M.Si menyampaikan kedepan sektor-sektor pertanian, perkebunan pekerikanan Aceh harus menjadi fokus utama pemerintah Aceh untuk menjadi aceh salah satu pilot project sebagai daerah yang menggalakkan sektor pertanian perkebunan dan perikanan, hal ini tidak terlepas dengan luasan lahan yang ada di Aceh belum dikelola dengan maksimal.

Dahlan M.Si menambahkan saat ini yang harus dilakukan adalah inovasi untuk menuju perubahan dengan mengembangkan kawasan-kawasan yang tidak produktif menjadi produktif, sehingga selain membuka lapangan kerja juga dapat mejaga kondisi lingkungan hidup,  sehingga semakin lebih baik.

Pada sesi diskusi yang bertema Politik Keamanan Aceh Menjelang Pilkada Aceh 2017 juga hadiri oleh Ketua Garda Teuku Umar,  Zukfikar Zakaria SH, dalam sesi Diskusi menyampaikan peran masyarakat Aceh dalam pilkada Aceh 2017 merupakan suatu keharusan untuk kemajuan Aceh dimasa mendatang, maka diperlukan upaya-upaya serius masyakarat dalam menyikapi isu-isu yang berkembang menjelang pilkada 2017. Zukfikar Zakaria SH juga menambahkan bahwa sosok pemimpin yang diharapkan oleh masyakarat Aceh saat ini adalah sosok pemimpin yang mengedepan kepentingan rakyat, dan mampu membuka lapangan kerja baru di Aceh. Hal ini disampaikan terkait dengan penetapan Provinsi Aceh pada posisi kedua termiskin di pulau Sumatera, sedangkan anggaran yang diperuntukan untuk aceh dalam jumlah yang tidak sedikit, akan tetapi angka kemiskinan dan pengguran semakin meninggkat dari tahun ketahun.

 

 

Pengirim redaksi

Samsul Bahri S.Pi

Direktur LEMKASPA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *