Doa Dan Zikir Bersama Bentuk Aksi Bela Islam III Di Mesjid Agung Medan

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bertemu dengan Ketua MUI Medan Mohammad Hatta dan MUI Sumut yang diwakilkan oleh Sekretaris Umum MUI Sumut M Ardiansyah bertemu menjelang “Aksi Bela Islam III”, disepakati bahwa aksi akan diisi doa bersama untuk keselamatan negara.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan ormas Islam, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut, yang akan memimpin aksi di Medan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dalam pertemuan tersebut menyampaikan, bahwa pihak Kepolisian dan TNI akan memberikan pelayanan terbaik kepada ummat Islam yang akan menggelar Doa dan Zikir bersama pada Aksi Bela Islam III.

“Untuk pengamanan, hasil musyawarah kami, kepolisian akan dibantu dengan TNI untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada acara doa dan zikir bersama di Masjid Agung,” ungkapnya.

Aksi Bela Islam III yang akan digelar di Mesjid Agung Medan harus dilaksanakan dengan tertib. “Kegiatan menyampaikan aspirasi bisa dilakukan dengan tertib, santun dan damai, sehingga dapat mencerminkan Sumut dan orang muslim yang beriman,” jelasnya, Rabu (30/11/2016).

Dalam Pertemuan tersebut dihasilkan 4 poin Kesepakatan dan ditandatangani Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Sekretaris Umum MUI Sumut M Ardiansyah, dan Ketua MUI Medan Mohammad Hatta. Acara juga dihadiri sejumlah perwakilan ormas Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut.

Pertama mengimbau masyarakat muslim di Sumut menyambut baik kesepakatan antara Polri dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di Jakarta.

Kedua, sebagai bentuk solidaritas Aksi Bela Islam, maka di wilayah Sumatera Utara akan dilaksanakan doa bersama untuk keselamatan negara dan Bangsa Indonesia.

Ketiga, doa bersama akan dilaksanakan di Masjid Agung pada Jumat 2 Desember mulai pukul 09.00 WIB. Acara juga diisi dengan tausiyah, zikir, dan doa, dan salat Jumat. “Dipersilakan bagi yang akan mengikuti kegiatan tersebut membawa sajadah dan perlengkapan salat lainnya. Mengingat Masjid Agung terbatas kapasitasnya, umat Islam yang berada jauh dan tak sempat hadir, dipersilakan untuk melaksanakan doa, zikir dan salat Jumat di tempat masing-masing secara serempak,” ungkap Ketua MUI Medan, Mohammad Hatta.

Keempat, seluruh komponen masyarakat, agama dan adat diharapkan menjaga toleransi umat beragama dan tidak mudah terprovokasi serta selalu gotong royong dalam kebhinekaan guna menjaga keutuhan dan persatuan NKRI.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close