Fraksi Partai Gerindra DPRD Setuju Ranperda P-APBD Kota Medan TA 2016

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan memberikan pendapatnya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2016 yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Medan, Senin (31/10/2016).

Sesuai dengan nota keuangan, yang termaktub dalam Ranperda tentang P-APBD Kota Medan TA 2016, secara umum pendapatan diproyeksikan mengalami kenaikan dari Rp5,38 triliun lebih menjadi Rp5,49 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 5,5%. Proyeksi pendapatan tersebut, bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), jenis pendapatan daerah lainnya, maupun dari dana perimbangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pusat serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Sementara, dalam struktur belanja daerah diperkirakan sebesar Rp5,73 triliun lebih, dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp2,45 triliun lebih atau 42,71% dan belanja langsung sebesar Rp3,28 triliun atau 57,29%.

“Meski komposisi antara belanja langsung dan belanja tidak langsung lebih besar belanja langsung yang tersedot untuk belanja pegawai, terutama gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), komposisinya imbang karena keseluruhan belanja daerah diprioritaskan pada upaya pemeliharaan dan pembangunan insfrastruktur, jalan, jembatan, selokan, drainase, pasar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. untuk menutupi defisit belanja daerah, ditetapkan perkiraan pembiayaan daerah masing-masing pembiayaan penerimaan sebesar Rp252,57 milyar lebih dan pembiayaan pengeluaraan sebesar Rp5 milyar. Dengan demikian, pembiayaan netto dalam P-APBD TA 2016 diproyeksikan sebesar Rp247,57 milyar,” beber Ir Sahat B Simbolon.

Sahat menjelaskan penyusunan dan pembahasan P-APBD ini dimaksudkan untuk menyesuaikan program dan kegiatan prioritas yang sifatnya mendesak untuk diselesaikan dan ditindaklanjuti dengan melakukan perubahan anggaran terhadap APBD induk dan dilakukan sinkronisasi pagu anggaran. Tentunya, proses penyusunan perubahan anggaran ini telah berpedoman pada kerangka regulasi yang ada, sebagai syarat utama peningkatan akuntabilitas program Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Hal yang paling krusial dalam pelaksanaan anggaran nanti adalah dimana saat ini kita sedang berada di penghujung Tahun Anggaran. Kurang dari 2 bulan ke depan, Tahun Anggaran 2016 akan berakhir. Tentunya semua program yang telah direncanakan oleh Pemko Medan harus mampu direalisasikan dengan sebaik-baiknya dengan tetap memprioritaskan kualitas pekerjaan,” jelasnya.

APBD merupakan instrumen teknis dari idealisme pembangunan yang ingin diwujudkan oleh pemerintah kota medan yang muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu penyusunan dan pembahasannya harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas, ekonomis dan tepat sasaran serta harus mencerminkan respon pemerintah terhadap kebutuhan prioritas masyarakat dan mempunyai kapasitas untuk menyelesaikan sebagian besar problem masyarakat di Kota Medan.

“Keberhasilan pembangunan sebuah bangsa, memang sangat tergantung sejauh mana kemampuan anggaran (budgeting capacity) bangsa tersebut. Kemampuan anggaran berkorelasi positif dengan keberhasilan pembangunan.tetapi perlu kita sadari bersama, ini merupakan salah satu unsur penentu saja atau salah satu faktor dari berbagai faktor yang lain. Karena sebesar apapun anggaran, kalau tidak dikelola oleh pemerintah dengan baik, maka anggaran itu banyak yang pengalokasiannya tidak tepat guna dan sasaran,” beber Sahat.

APBD Kota Medan adalah uang rakyat, yang peruntukannya juga untuk masyarakat. Lembaga legislatif dalam hal ini dprd kota medan hanyalah lembaga perwakilan rakyat yang mewakili rakyat bagaimana supaya APBD Kota Medan ini tepat sasaran, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan penggunannya kelak sehingga, apa yang jadi visi dan misi pembangunan Kota Medan bisa didukung oleh politik anggaran yang bersih (clean government).

Pada kesempatan ini Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan, melalui  Ir Sahat B Simbolon, menyampaikan catatan-catatan, kritik dan saran sebagai bagian dari pendapat fraksi terkait perubahan APBD Kota Medan tahun anggaran 2016 berikut :

  1. Dalam pembahasan Perubahan APBD Kota Medan TA 2016 umumnya tidak terdapat alasan terhadap rasionalisasi maupun tambahan anggaran, terkesan tidak dengan perencanaan yang matang. Oleh karena itu Fraksi Gerindra mengharapkan agar kedepan harus ada kejelasan kaitannya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan, perlu melibatkan tim kajian melalui akademis dengan menganggarkan dari setiap SKPD terutama terhadap jumlah dan posisi prasejahtera, juga kemacetan lalu lintas (lalin) dan perbaikan infrastruktur, drainase dan lain-lain.
  2. Untuk Dinas Bina Marga Kota Medan dengan adanya penambahan anggaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Kota Medan, dikarenakan infrastruktur di Kota Medan memang masih sangat buruk, serta memprihatinkan dan perlu segera dilakukan pembenahan yang cepat dan maksimal apalagi ditengah cuaca yang tidak mendukung.
  3. Fraksi Gerindra sangat menyangsikan kinerja masing-masing SKPD dapat merealisasikan yang sudah dianggarkan dan Fraksi Gerindra berharap tidak terjadi lagi Silpa yang besar karena bila kita lihat serapan anggaran masing-masing SKPD sampai bulan Oktober ini rata-rata hanya 30% ke 40%.
  4. Fraksi Gerindra mengingatkan kepada Pemko Medan agar jangan ditemukan lagi pekerjaan yang dianggarkan di tahun 2016 tapi dikerjakan di tahun 2017. Untuk itu pengawasan pekerjaan secara rutin dan berkala serta sistematis harus dilakukan SKPD terkait.
  5. Fraksi Gerindra meminta untuk SKPD yang berkurang porsinya di anggaran ini agar tetap bekerja secara maksimal.
  6. Penambahan anggaran dalam perubahan apbd untuk program kegiatan tahun 2015 masih harus ditinjau kembali jika kesalahan ada di pelaksana atau rekanan, harus di lakukan tender ulang. Tapi, kalau kesalahan karena keadaan keuangan, pemerintah kota medan tinggal melakukan pembayaran. Maka harus ada penghitungan biaya perawatan 5% yang harus diperhitungkan kembali oleh Pemko Medan.

Struktur perubahan APBD TA 2016 sebagaimana yang dilaporkan oleh Pemko Medan adalah sebagai berikut :

1.      Pendapatan Daerah

Semula

Bertambah

Jumlah pendapatan setelah perubahan

 

Rp         5.203.526.015.404,00

Rp            286.636.667.960,97

Rp   5.490.162.683.364,97

2.      Belanja

Semula

Bertambah

         Jumlah belanja setelah perubahan

         (Defisit) belanja setelah perubahan

 

Rp        5.380.363.862.404,00

Rp             357.374.427.491,00

Rp   5.737.738.289.895,00

Rp      247.575.606.603,03

3.      Pembiayaan

a.       Penerimaan

Semula

Bertambah

                    Jumlah penerimaan setelah perubahan

b.      Pengeluaran

Semula

Berkurang

                    Jumlah pengeluaran setelah perubahan

                    Jumlah pembiayaan netto setelah perubahan

Rp           181.837.847.000,00

Rp              70.737.759.530,03

Rp     252.575.606.530,03

Rp             5.000.000.000,00

Rp                                       0,00

Rp       5.000.000.000,00

Rp     247.575.606.530,03

Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan

Rp                                   0,00

“Setelah mempelajari dengan sungguh-sungguh semua hal yang berkaitan dengan Perubahan APBD Kota Medan TA 2016, jawaban Pemko Medan atas Pemandangan Umum anggota DPRD dari fraksi-fraksi, Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Panitia Khusus (Pansus) dengan Pemko Medan maupun dengan Kepala SKPD-SKPD, serta laporan hasil pembahasan Komisi-Komisi, maka kami Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan, menerima dan menyetujui, rancangan peraturan daerah kota medan tentang Perubahan APBD Kota Medan TA 2016 dengan ketentuan Pemko Medan harus menindaklanjuti catatan catatan yang kami sampaikan di atas,” beber Sahat.

Di akhir penyampaian pendapat akhir, Fraksi Gerindra berharap agar penyerapan anggaran mampu melahirkan efek positif dalam rangka menggerakkan roda pembangunan daerah, dan mampu menjadikan medan sebagai kota bermartabat.

“Semoga Perubahan APBD Kota Medan tahun 2016 ini tidak hanya  indah dalam tataran wacana semata, namun juga anggun dalam tataran implementasi nyata. Terima kasih atas perhatiannya, semoga tuhan memberkati kita semua  dan memberikan petunjuk dan jalan yang benar bagi kita,” pungkas Sahat B Simbolon. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *