Gara-Gara Menagih Hutang Nyawa Hampir Melayang

SUARAMEDANNEWS.com, MEDAN – Kepala Sofyan Abbas, 52, nyaris terbelah dibacok parang oleh rekannya sendiri, Foin Dexter Bangun alias Tiger, 30. Penganiayaan itu bermula saat Sofyan Abbas yang diketahui warga Jalan Kol Yos Sudarso, Lorong Cipto, Lingkungan X Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli menagih uang kaset sebesar Rp350 ribu kepada Tiger, Jumat (16/9) yang membuka lapak dagang kelapanya di ‎Pasar Lalang, Kelurahan Lalang, Medan Sunggal persisnya di Simpang Kampung Lalang. Namun saat ditagih, Tiger menolak untuk memberikan uang.

Saat ditagih Tiger mengatakan “baru segitu sudah kau tagih-tagih”.

Alhasil Abbas dan Tiger, warga Jalan Pantai Timur, Kelurahan Cinta Damai, Helvetia pun adu mulut. Lantaran tak bisa menahan emosi Tiger langsung mengambil sebilah parang yang sehari-hari digunakannya untuk membelah kelapa sebanyak dua kali.

Untung saja, Abbas saat itu memakai helm hingga terhindar dari bacokan Tiger, meski pun begitu kepala Abbas tetap terluka akibat bacokan parang Tiger yang tajam, Belum puas, Tiger mengambil sapu lidi dan kembali memukulkan kepada Abbas, Akibat perbuatannya, Abbas membuat laporan pengaduan ke Polsekta Sunggal.

Dari laporan korban, polisi pun melakukan pengejaran terhadap pelaku, Tak butuh waktu lama, Tiger pun ditangkap Jumat (16/9) siang dikediamannya. Dari pelaku polisi menyita 1 helm warna hitam yang dipakai korban dan 1 bilah parang yang digunakan pelaku membacok korban.

Kapolsekta Sunggal Kompol Daniel Marunduri mengatakan pelaku diamankan atas laporan korban yang mengalami penganiayaan, Motifnya karena pelaku tak senang ditagih uang penjualan kaset oleh korban.

“Jadi motifnya karena pelaku enggak senang ditagih uang penjualan kaset oleh korban. Kemudian pelaku mengambil parang dan mambacokkannya ke kepala korban. Korban saat itu memakai helm. Tapi begitu pun korban terkena luka dibagian kepalanya. Barang bukti berupa helm dan parang kita sudah kita amankan. Untuk pelaku dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun penjara ,” Ujara Kompol Daniel Marunduri.

Sementara itu pelaku dihadapan penyidik mengakui perbuatannya telah membacok kepala korban dengan memakai parang karena kesal.

“Aku kesal bang ditagih uang terus sama dia ( Pelaku ). Yak karena terus didesak – desak aku emosi dan kuambil parang. Untung saja pelaku pakai helm. Kalau enggak kurasa sudah terbelah kepalanya,”.Saat diinterogasi dua penyidik Polsekta Sunggal. (Sm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close