Geliat Bisnis Start-up di Indonesia

SUARAMEDANNEWS.com – Fenomena globalisasi merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat kita pungkiri. Salah satu pengaruh globalisasi yang timbul dikarenakan adanya perkembangan teknologi dan informasi yang kemudian ikut mempengaruhi gaya hidup manusia. Masyarakat sekarang cenderung ingin hal serba praktis, mudah, dan cepat. Untuk itu, banyak pebisnis yang bergerak di industri teknologi saling berpacu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini melalui perusahaan start-up.

Ya, start-up company kian hari kian familiar terdengar di telinga kita. Perusahaan start-up merujuk pada sebuah perusahaan baru yang sedang dikembangkan yang bergerak dibidang teknologi, internet, dan games. Umumnya, perusahaan ini memiliki produk akhir berupa aplikasi dalam bentuk digital. Salah satu contoh start-up di Indonesia yang sangat berkembang ialah Go-Jek. Perusahaan ini menyediakan sebuah platform untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan ojek. Go-Jek mampu membaca peluang bahwa masyarakat di Indonesia membutuhkan ojek dengan kepastian harga dan waktu serta dapat dipanggil kapan pun.

Go-Jek dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang menggunakan Blue Ocean Strategy, artinya perusahaan ini merambah market baru yang sebelumnya tidak ada satupun perusahaan yang masuk di dalamnya. Tak heran nilai valuasi Go-Jek bisa mencapai 1,3 miliar dolar AS atau setara dengan 17 triliun rupiah yang kemudian menjadikan Go-Jek masuk ke dalam predikat “unicorn”, yakni sebutan bagi start-up yang memiliki valuasi senilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

Untuk membangun sebuah perusahaan start-up tentu tidaklah mudah. Banyak suka-duka yang dialami dalam setiap prosesnya. Menurut Wiradeva Arif Kristawarman, selaku co-founder Agate Studio, mengatakan bahwa beliau bersama timnya banyak menghadapi risiko dalam perjalanan membangun bisnis start-up nya. Namun risiko tersebut sebanding dengan dampak positif yang mereka berikan kepada banyak orang serta dapat menjadi inspirasi khususnya bagi anak-anak muda untuk terjun ke dunia bisnis start-up. Agate Studio didirikan oleh sekumpulan anak-anak muda Bandung alumni ITB pada tahun 2009 di Bandung, tepatnya pada saat mereka masih berkuliah tingkat empat.

Ada beberapa tips yang diberikan Wiradeva bagi para pemuda yang tertarik untuk membangun bisnis strat-up: (1) follow your passion, (2) find the right team, (3) dream big, (4) always learning, (5) be resourceful and (6) stay positive and humble. Prinsip ini lah yang selalu ia pegang dalam merintis perusahaannya. Berinvestasi di bisnis start-up sekarang ini cukup menjanjikan karena market di bidang teknologi dan informasi sedang berkembang dan akan menjadi besar. Tak heran capital gain yang di dapat perusahaan Agate dalam 7 tahun sebesar 700 kali lipat. Pemerintah pun sudah mulai banyak mensupport industri ini. Namun disisi lain, untuk memasuki bisnis start-up cukup tricky sehingga membuat para pemain dari luar negeri lebih berhati – hati untuk masuk ke pasar Indonesia atau mereka cenderung lebih memilih partnership dengan perusahaan start-up Indonesia.

Bagaimana? Tertarik untuk berbisnis perusahaan start-up? Semoga tulisan ini dapat memotivasi para anak muda Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi dalam rangka membangun jiwa entrepreneur yang berkomitmen dan berdaya saing. (*)

Penulis : Nataya Anindita

Mahasiswa Pascasarjana Master Of Business Administration Institut Teknologi Bandung (ITB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *