Medan Heboh Diguncang Kekerasan Dan Penyiksaan Terhadap Anak

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Pada hari Rabu, 21 September 2016 medan kembali di hebohkan tentang penyiksaan seorang anak yang diangkat dari Gunung Sitoli yang dilakukan oleh orangtua angkatnya yang berinisial (S) 39 Tahun dan (YL) 38 Tahun yang terjadi di Jl. Sidomulyo Dusun VI A, Pasar 7, Desa Manunggal, Kec. Labuhan Deli Serdang.  dan anak tersebut berumur 8 tahun dan masih duduk di Sekolah Dasar (SD) kelas 2 yang saat ini masih dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Medan.

Penyiksaan ini merupakan rangkaian dari beberapa peristiwa dan ini salah satunya yang dialami (MD) bocah malang itu. yang dianiaya hingga kritis oleh kedua orangtua angkatnya. Orang tua yang seharusnya bisa menjadi panutan bagi seorang anak dan sebagai pelindung bagi anak itu sudah melanggar undang – undang yang tertuang dalam (UU No.23 tahun 2002).

Menurut wakil direktur lembaga bantuan hukum (LBH MEDAN) Ismail Hasan Koto SH menegaskan dalam keterangan pers nya agar dilakukannya pengawasan terhadap lembaga yang berwenang dalam bidang Pengawasan terhadap Anak sebagai upaya antisipasi tidak terjadinya lagi anak sebagai korban kekerasan dan penyiksaan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Kami juga meminta kepada Kepala Kepolisian daerah Sumatera Utara agar segera memeriksa seluruh keluarga tersangka terkait kasus penyiksaan anak tersebut, terlebih ini dilakukan oleh orang tua angkatnya sendiri dan kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia khususnya Kota Medan untuk bersama-sama melindungi dan melakukan tindakan pencegahan terjadinya kekerasan dan penyiksaan terhadap anak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 Pasal 72 ayat 1 yang berbunyi.“ masyarakat berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berperan dalam perlindungan anak”. ujarnya

Dan kembali Ismail Hasan mengatakan Atas kejadian tersebut Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengkualifisir perlakuan kedua orangtua angkat korban melanggar lagi Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 80 Ayat 2 menyatakan.

”Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak sehingga mengakibatkan luka berat , maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)” katanya mengakhiri keterangan (St)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close