Hijab Turut Menjadi Seragam Resmi Dari Kepolisian Skotlandia

Sementara di Prancis, sejumlah kota menerapkan peraturan daerah yang melarang penggunaan baju renang menutupi aurat atau dikenal sebagai burkini, pihak kepolisian Skotlandia secara resmi mengadopsi hijab sebagai bagian dari seragam personilnya.

Keputusan yang diterbitkan sejak 23 Agustus itu mengekor langkah yang terlebih dahulu diambil Kepolisian Metropolitan Kota London yang sudah mengadopsinya hampir sepuluh tahun lalu, demikian dilaporkan oleh The International Business Times. Kepolisian Skotlandia menganggap bahwa tindakan tersebut demi menyesuaikan dengan beragam komunitas yang dilayaninya.

Sebelumnya, para perempuan yang hendak mengenakan hijab diperbolehkan setelah mendapat izin dari atasannya. Namun hingga kini, dari total enam personil Muslimah yang bertugas di Scotland Police belum ada satupun yang mengenakan hijab sehari-hari.

Dalam pengumuman oleh Kepala Polisi, Phil Gormley menyatakan, “Seperti pemberi kerja lain, khususnya di sektor pemerintahan, kita memastikan bahwa pelayanan kami mewakili berbagai komunitas yang dilayani.”

“Saya berharap tambahan opsi seragam ini dapat berkontribusi menjadikan staf kami lebih beragam dan menambahkan kemampuan hidup, pengalaman dan kualitas pribadi yang dibawa oleh personil kami dalam melayani komunitas-komunitas di Skotlandia,” lanjutnya.

Fahad Bashir, Ketua Asosiasi Polisi Muslim Skotlandia menyambut baik hal tersebut, dan menggambarkannya sebagai “langkah positif ke arah yang tepat”. Menurutnya, tindakan tersebut dapat mendorong perempuan Muslim dan dari latar belakang minoritas lainnya untuk bergabung dengan Kepolisian Skotlandia.

“Saya gembira bahwa Scotland Police mengambil langkah yang produktif untuk memastikan bahwa lembaga kami dilihat inklusif dan mewakili beragam komunitas yang dilayani di seluruh Skotlandia,” kata Bashir kepada pihak Associated Press.

Dalam laporan yang dikeluarkan Otoritas Kepolisian Skotlandia, lembaga itu menerima 4809 lamaran selama 2015-2016; dari jumlah itu 127 di antaranya berasal dari warga yang memiliki latar belakang etnis minoritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close