Ilustrasi Aksi Demo HMI

HMI SUMUT KERAHKAN SELURUH POTENSI MASSA DALAM AKSI 4 NOVEMBER

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Badko Sumatera Utara Himpunan Mahasiswa Islam (Badko-HMI) Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Ketua Umum Septian Fujiansyah Chaniago SH resmi bersikap terkait Aksi Bela Islam II 4 November 2016 di Medan.

Ketua Umum Badko HMI Sumut 2016 - 2018 Septian Fujiansyah Chaniago SH
Ketua Umum Badko HMI Sumut Periode 2016 – 2018
Septian Fujiansyah Chaniago SH

Indonesia merupakan suatu bangsa besar dan negara berdaulat yang terlahir atas dasar kemajemukan meliputi daerah, adat-istiadat, golongan, suku, bahasa, dan agama. Secara faktual-historis, kemajemukan adalah keniscayaan bagi Indonesia. Dari itu, para pendiri bangsa merawat dan menjaga kemajemukan bangsa Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Sebagai generasi muda Islam dan kelompok intelektual muda Indonesia yang ikut serta dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), HMI menyadari kemajemukan bangsa Indonesia adalah modal dasar yang harus senantiasa dijaga, dirawat dan dipertahankan oleh semua kelompok.

Melalui siaran persnya pada Kamis (3/11), Septian Fujiansyah Chaniago SH, Ketua Umum Badko HMI Sumut, yang didampingi Mustafa Habib, Ketua Umum HMI Cabang Medan, menyatakan bahwa terkait aksi 4 November, akan mengerahkan massa yang maksimal dengan mengintruksikan seluruh kader-kadernya Se Sumatera Utara untuk turun dan terlibat langsung dalam aksi besok terkait Dugaan Penistaan Agama yang dilakukan oleh Ahok Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Bahwa aksi 4 November merupakan murni gerakan moril ummat islam. Ummat islam merasa tersinggung atas tindakan ahok yang dalam pernyataannya dinilai menistakan agama islam sehingga mengakibatkan kegaduhan dan terganggunya stabilitas negara.

Ketua Umum HMI Cabang Medan Periode 2015-2016, Mustafa Habib
Ketua Umum HMI Cabang Medan Periode 2015-2016, Mustafa Habib

Indonesia merupakan Negara Kebhinekaan, Kita tidak menginginkan ada seorangpun yang secara sengaja mengusik kebhinekaan tersebut. Kita berharap setiap pihak dapat saling menjaga dan mempertahankan kebhinekaan tersebut demi keutuhan NKRI. Dikarenakan Indonesia merupakan negara hukum maka kita meminta kepada lembaga penegak hukum dalam hal ini kepolisian (Kapolri) untuk segera menindaklanjuti hal ini secara hukum dan per undang- undangan karena pernyataan ahok tersebut dikualifisir sebagai pelanggaran hukum.

Badko HMI Sumut meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai aparat penegak hukum harus segera melakukan proses penindakan hukum terhadap Ahok dengan seadil-adilnya. Kepada Presiden Joko Widodo, Badko HMI Sumut meminta mampu bersikap tegas, adil, dan bijaksana dengan tidak melindungi Ahok dari jeratan hukum atas kasus penistaan Agama Islam.

Badko HMI Sumut akan berkoordinasi dengan seluruh HMI Cabang Se-wilayah Sumatera Utara khususnya Medan untuk mengerahkan seluruh potensi massa dalam aksi 4 November tersebut, namun begitupun terkait aksi besok, HMI memastikan bahwa aksi akan berjalan dengan damai.

Kepada masyarakat, diharapkan untuk tetap bersikap tenang, menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan provokatif yang mengarah/melebar kepada konflik sosial, suku dan agama yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *