HMI SUMUT : REKLAME BERMASALAH TAK KUNJUNG DITERTIBKAN

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Sejak diterbitkannya Peraturan Walikota Medan No. 15 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan No. 11 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame tanggal 23 Februari 2017 dan Peraturan Walikota Medan No. 16 Tahun 2017 tentang Penataan Reklame pada tanggal 24 Februari 2017 sampai dengan hari ini penataan reklame di kota medan dinilai tidak kunjung tuntas.

Dalam Perwal No. 15 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan No. 11 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame tanggal 23 Februari 2017 disebutkan ada sebanyak 13 (tiga belas) ruas jalan yang dilarang berdirinya reklame. Namun faktanya, Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan masih banyak reklame yang berdiri di atas ruas jalan larangan tersebut.

Ramadhani Lubis
Pengurus Badko HMI Sumatera Utara

Satu diantaranya adalah dijalan balai kota, bahkan ada salah satu reklame disana yang berdiri tepat diatas pos polisi polrestabes medan. Selain melanggar zona, berdirinya reklame tersebut juga tidak proporsional, karena jika kita amati lebih besar ukuran reklamenya dari pada bidang bangunan tempat reklame tersebut bertumpu. Disamping berpotensi membahayakan para pengguna jalan karena bisa saja reklame itu roboh sewaktu-waktu, hal tersebut juga jelas bertentangan  dengan Pasal 4 angka (6) huruf a dan b Perwal No. 16 Tahun 2017 tentang Penataan Reklame yang isinya menyebutkan bahwa penyelenggaraan bangunan reklame di gardu jaga diselenggarakan secara menempel pada bangunan dan bidang reklame tidak boleh melebihi bidang bangunan serta ukuran tidak boleh melebihi 50 % (lima puluh persen) dari luas keseluruhan bidang bangunan yang dipergunakan untuk pemasangan reklame, tegas Ramadani Lubis Kabid Partisipasi Pembangunan Wilayah Badan  Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Sumatera Utara, Rabu, (03/05/2017).

Dari fakta-fakta tersebut Badko HMI Sumut menilai bahwa peraturan mengenai penataan reklame tidak benar-benar ditegakkan. Penertiban reklame bermasalah yang dilakukan oleh pemko medan selama ini juga dinilai tidak serius dan berkesan setengah hati. Jangan sampai ketidakseriusan tersebut muncul karena sudah adanya “main mata antara pemko medan dengan pengusaha-pengusaha reklame bermasalah tersebut. Oleh karena itu kita meminta komitmen walikota medan H.T. Dzulmi Eldin, M.Si untuk menindak tegas tanpa pandang bulu seluruh reklame yang bermasalah di kota medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *