Jokowi Ingin Buat Rupiah Menguat

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Sejumlah keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap mempengaruhi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, nilai tukar rupiah berada di 13.000 per dolar AS.

Ekonom PT Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, mengatakan bahwa beberapa keputusan Jokowi berdampak secara tidak langsung pada penguatan rupiah. Di antaranya, ketika Jokowi melakukan perombakan kabinet jilid I.

“Ada beberapa yang mempengaruhi, waktu reshuffle jilid I memasukkan Pak Darmin (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian),” katanya. seperti yang dikutip dari Liputan6.com, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Penguatan rupiah berlangsung pada perombakan kabinet jilid II sehingga memberikan sentimen positif. “Kemudian waktu Sri Mulyani masuk, itu juga mempengaruhi,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan, penguatan rupiah juga ditopang oleh sejumlah paket ekonomi yang dirilis pemerintah. Ditambah, setelah pemerintah menjalankan program pengampunan pajak atau tax amnesty.

“Sehingga investor masuk, beli saham, beli obligasi kepercayaan ekonomi dengan tax amnesty,” tutur Lana.

Namun, penguatan rupiah saat ini sebagian besar dipengaruhi oleh sentimen eksternal, yaitu kondisi likuiditas memang sedang banyak. Lana menuturkan, kondisi saat ini juga perlu diwaspadai mengingat bank sentral AS atau the Federal Reserve berencana menaikkan suku bunga acuan dan adanya pemilu di AS.

“Iya (perlu diantisipasi) pemilu dan Desember The Fed,” tutur dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close