JURI O2SN 2017 MEDAN KOTA UNTUK LOMBA TARI KREASI MELAYU TIDAK PROFESIONAL

SUARAMEDANNEWS.com – Medan, Juri O2SN untuk seni tari Medan Kota tidak profesional karena yang menjadi juri bukanlah orang yang memahami tatacara penilaian untuk seni tari, seperti pantauan suaramedannews.com di lapangan banyak peserta yang kecewa atas putusan juri yang dinilai berat sebelah.

Seperti yang dikatakan oleh sumber kita yang enggan di muat namanya mengatakan, penjurian O2SN setiap tahunnya jarang ada yang jujur.

“ Jujur aja pak selama penyelenggaraan perlombaan O2SN setiap tahunnya untuk seni tari selalu saja juri yang ada tidak pernah ada yang jujur, kalaupun ada tahun kemarinlah yang jujur, karena bisa dibuktikan yang menang kemarin bisa menang juga untuk O2SN tingkat sekecamatan Kota Medan “ Terangnya.(04/04/17)

Beliau juga menambahkan kalau juri yang ada jarang ada yang mengerti bagai mana penilaian yang harus di buat untuk peserta, kan kasihan anak-anak kita yang berlomba selama ini.

Hal serupa juga di katakan oleh salah satu guru sanggar tari ternama di kota medan , mengatakan kalau sebenarnya yang menang untuk juara satu itu harusnya yang punya nilai plus bukan karena ini dan itu.

“  Kalau penilaian saya sebenarnya yang menang itu seharusnya punya penilaian plus bukan karena ini dan itu sebenarnya kalau dari pandangan saya untuk melihat peserta tadi sebenarnya bukan peserta yang no.8 yang menang, seharusnya peserta yang tak perlu saya ucapkan nomornya itu yang menang, karena dari 7 peserta yang tampil hanya mereka lah yang dikatakan sempurna, itu kalau dari penilaian saya yang sudah beberapa kali jadi juri tari. “ Jelasnya

Beliau juga menambahkan kalau seperti ini bisa-bisa kelak tidak akan ada lagi sekolah yang akan mengikuti perlombaan O2SN ini, karena juri yang di turunkan tidak punya bobot sama sekali.

Menanggapi hali ini Wakil Ketua Yayasan Kesinian Indonesia (YKI) SUPRIADI. S.Ag, Mengatakan sudah hal ini sudah sering terjadi karena macam-macam faktor, salah satunya bisa saja juri yang di ambil sudah bermain mata dengan salah seorang yang berharap pesertanya menang dan yang paling gawat lagi bisa saja bermain uang.

“ Kalau hal ini sebenarnya sudah lama saya dengar tapi yaitu tadi para peserta juga tidak pernah kapok masih saja mau mengikuti kegiatan yang sebenarnya sudah jelas jurinya tidak jujur. Sebenarnya salah satu kretaria untuk menjadi juri sebenarnya mereka harus netral dalam penilaian, harus paham tentang bidang yang dinilai mereka, makanya juri harus di ambil dari luar kegiatan O2SN ini dan yang paling utama adalah panitia yang harus benar-benar tanggap tentang kejadian yang ada dilapangan, Kan kasihan peserta yang seharusnya punya kuwalitas harus tergeser karena gara-gara juri yang tidak bisa seperti saya jelaskan tadi, intinya kedepannya kalau bisa ajang yang seharusnya bisa menjadi pembelajaran bagi siswa atau pun peserta menjadi ajang kepentingan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.” Terangnya.

Hal senada juga di Katakan salah satu pelaku dan pengamat seni DHARMA PUTRA, Ssi. Sangat prihatin melihat juri seni tari di kegiatan O2SN yang seharusnya bisa menumbuhkan anak kita kepada seni Negara kita malah harus kecewa karena orang yang tidak bertanggung jawab.

“ Setahu saya kegiatan O2SN yang di adakan setiap tahunnya ini sebenarnya untuk meningkatkan kecintaan anak-anak kita akan seni yang ada di Negara kita, tapi kalau setiap tahunnya selalu saja ada hal seperti ini bukan tidak mungkin anak-anak kita akan malas untuk mengikuti kegiatan ini, karena gara-gara orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi sebenarnya semua ini sebenarnya bisa di cegah kalau panitia jeli dalam melihat dan menyeleksi juri  yang akan menilai peserta yang ada, harapan saya kedepannya kalau bisa janganlah kita kotori jiwa kita dan anak didik kita karena sebuah kepentingan, karena program O2SN yang sudah berjalan di Negara kita itu sudah bagus, sekali lagi saya tegaskan jangan di kotori program ini.” Jelasnya.

Perlombaan O2SN 2017 untuk seni tari ini di selenggarakan di SDN 36 Medan Kota Jl. Turi Gg. Impres pada tanggal 4/04/2017, kegiataan ini di ikuti oleh 7 peserta perlombaan Seni Tari Kreasi Melayu.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close