Ilustrasi Aksi Unjukrasa HMI Pada Aksi Damai 4 Nopember 2016

KAHMI Dan HMI Seluruh Indonesia Pastikan Ikut AKSI BELA ISLAM III 25 November 2016

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Pasca Aksi Bela Islam Jilid II 4 November yang lalu, Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menginstruksikan kepada Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI serta Badko HMI dan HMI Cabang se-Indonesia untuk melakukan konsolidasi dan persiapan untuk Gerakan Bela Islam jilid III 25 November mendatang, Aksi ini akan menyerukan tuntutan yang sama, yakni penuntasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Ahok.

Anggota Presedium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) MS Kaban dalam konferensi pers di KAHMI Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2016), menyampaikan, baik KAHMI maupun HMI siap berpartisipasi dan mendukung Gerakan Bela Islam Jilid III pada 25 November mendatang “Instruksi ini untuk menyatukan langkah dan memastikan tidak adanya penyalahgunaan nama KAHMI dan HMI pada waktu Aksi Bela Islam”.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) sudah melaksanakan Rapat Nasional Minggu 13 November 2016 kemarin. Dan sudah disepakati 7 keputusan pernyataan sikap HMI dan KAHMI.

Pertama, KAHMI dan HMI bertekad untuk tetap berkomitmen menegakkan nilai-nilai yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, KAHMI dan HMI terus mendesak agar proses hukum terhadap Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang telah menistakan Al Qur’an dilakukan secara cepat, objektif, dan diputuskan demi menjunjung rasa keadilan.

Ketiga, KAHMI dan HMI mendukung gerakan Bela Islam yang telah dipelopori oleh FPI dan GNPF-MUI dan akan terus menjadi bagian dari gerakan tersebut. Dalam kaitan itu, MN KAHMI dan PB HMI menginstruksikan kepada MW dan MD KAHMI serta Badko HMI dan HMI Cabang se-Indonesia untuk melakukan konsolidasi dan persiapan untuk Gerakan Bela Islam.

Keempat, Memperluas pembentukan Kesatuan Aksi KB HMI di seluruh Wilayah dan Daerah, sebagai tindak lanjut pembentukan di tingkat Nasional pada 8 November 2016, guna ikut mengawal, mencermati, dan mengantisipasi dinamika perkembangan sosial politik dan hukum bersama sama dengan elemen ummat dan bangsa yang lain.

Kelima, Mendesak kepada Polda Metro Jaya untuk segera membebaskan kader HMI yang ditahan.

Keenam, Mendesak Kapolri untuk segera menindak tegas/memproses secara hukum Kapolda Metro Jaya atas dugaan telah memprovokasi massa aksi 4 November 2016untuk menyerang HMI dan menjadikan kader HMI sebagai korban.

Ketujuh, Dengan terbentuknya Kesatuan Aksi Keluarga Besar HMI di seluruh Indonesia, maka tidak ada pihak manapun baik perorangan atau kelompok yang mengatasnamakan atau menggunakan nama atau simbol KAHMI dan HMI dalam menyikapi agenda terkait Aksi Bela Islam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close