Kantor Metro TV biro Medan, Jalan Prof HM Yamin, Kecamatan Medan Timur

Kantor Berita Metro TV Medan Didemo “Terkait Pemberitaan Yang Dianggap Sering Sudutkan Islam”

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Puluhan ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Anti Penistaan Agama Islam Sumut, melakukan unjuk rasa di depan Kantor Metro TV biro Medan, Jalan Prof HM Yamin, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (5/11) kemarin.

Ormas Islam di Medan menganggap Metro TV tidak seimbang dalam pemberitaan terkait kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan calon Gubernur DKI Jakarta, Ahok, merekapun meminta pihak Metro TV mengklarifikasi berbagai pemberitaan yang dianggap terkesan menyudutkan umat Islam.
“Kami datang ke sini ingin menemui perwakilan Metro TV untuk menyampaikan aspirasi, Kami menilai, selama ini pemberitaan di Metro TV tidak berimbang,” terang Sekretaris Gerakan Anti Penistaan Agama Islam Sumut, Eka Putra Zein, di sela-sela orasi.
14993464_10202328964903200_3267678285975017610_nDisebutkan, pihak stasiun televisi dimaksud tidak pernah memberitakan hal-hal yang baik terkait gerakan umat Islam. Maka dari itu, massa meminta klarifikasi kepada pihak Metro TV.
“Kenapa hanya taman rusak atau hal-hal yang tidak penting saja yang diberitakan. Ada apa dengan Metro TV ini,” terangnya.
Selain itu, Eka menyebutkan, sangat menyesalkan tindakan represif oleh aparat kepada ulama, dan massa kecewa dengan sikap Presiden yang tidak mau bertemu dengan ormas Islam.
14955945_10202322166293239_5299573333104884878_n
“Kami kecewa dengan pemerintah khususnya polisi yang tidak mau menangkap Ahok 1X24 jam dan terkesan membiarkan Ahok berkeliaran seolah-olah kebal hukum,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Andi Syahputra SPdI selaku Wakil Bendahara Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Medan mengatakan, meminta KPI, Kominfo segera mencabut izin Penyiaran TV swasta tersebut, Minggu, (6/11).
Metro TV sudah menjadi Metro Tipu. Maka KPI, Kominfo, dan Dishub. Harus segera mencabut izin Penyiarannya” tegasnya.
Sementara itu kepala Biro MetroTV Medan Efrina menyayangkan sikap pendemo anti-Ahok. Sebagai stasiun televisi, kata dia, MetroTV melakukan kegiatan peliputan karena demo anti-Ahok menjadi liputan nasional.
“Kami tidak punya Prevensi apa-apa, (Prevensi: adalah upaya untuk mencegah timbulnya masalah. “mengantisipasi sesuatu sebelum hal tersebut terjadi”. Menitikberatkan pada faktor-faktor yang dapat diubah sebelum keadaan yang tidak diinginkan berkembang lebih jauh). MetroTV biro Medan hanya menjalankan tugas liputan,” tutur Efrina. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *