Kegiatan bakti sosial PK IMM Fai UMSU di Desa Kebayaken Tanah Karo

Suaramedannews.com – KARO- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Agama Islam UMSU laksanakan salah satu program kerjanya  “bakti sosial”. Kegiatan bakti sosial ini periode amaliah 2016-2017 dilaksanakan di Desa Kebayaken, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumut. Kegiatan dilaksanakan selama 7 hari, sejak tanggal 27 Maret 2017 s/d 02 April 2017 dan diikuti oleh 55 mahasiswa FAI UMSU yang merupakan aktivis dan Badan Pengurus Harian PK IMM FAI UMSU. Tidak itu saja, kegiatan ini melibatkan sejumlah senior PK IMM FAI UMSU dan juga lembaga pemerintahan, seperti Polres Kab. Karo dan angkatan darat dari Bukit Barisan. Tampak juga pimpinan Fakultas Agama Islam yang dihadiri oleh Dekan FAI Dr. Muhammad Qorib, MA, Dekan 1  Zailani, MA, dan Dekan 3 Munawir Pasaribu ,

turut membuka kegiatan bakti sosial PK IMM FAI UMSU di masjid Istiqomah Desa Kebayaken. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa ortom (Organisasi Otonom) dari persyerikatan Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Karo, seperti Pemuda Muhammadiyah Karo, Aisyiyah Karo dan juga Muhammadiyah Karo yang secara peranannya sangat membantu dalam melancarkan kegiatan bakti sosial ini. Melalui kerjasama yang dibangun oleh PK IMM FAI UMSU dengan beberapa kelembagaan baik pemerintah maupun swasta, memebrikan dampak yang sangat positif baik kepada masyarakat Kebayaken,  maupun mahasiswa peserta bakti sosial ini dan  khususnya FAI UMSU. Kepanitiaan juga sangat terbantu dengan adanya arahan dan interaksi yang baik dari lembaga-lembaga yang terlibat, ditambah lagi respon masyarakat Desa Kebayaken yang sangat antusias dengan kehadiran peserta bakti sosial.

Bakti sosial PK IMM FAI UMSU pada tahun ini bukan tanpa tujuan dilaksanakan di daerah Karo. Salah satu alasan men

Setelah Peletakan Batu Pertama, Mahasiswa FAI Umsu bergotong royong meyelesaikan Pondasi Bangunan untuk TK

gapa Bakti Sosial dilaksanakan di Karo adalah misi dari IMM FAI untuk dapat berdakwah dan terjun langsung di kawasan Muslim minoritas. Meluruskan pemahaman dan akidah umat muslim yang ada di Karo, khususnya di Desa kebayaken adalah tujuan u

Immawan dan Immawati kerjasama yang kompak

tama dalam kegiatan bakti sosial ini. Di sisi lain, perhatian kepada masyarakat yang berada di daerah terpencil kurang dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga kemasyarakatan. Hal ini dapat dilihat dengan adanya keluhan masyarakat, kemudaian tidak terlihat adanya aktifitas remaja yang sifatnya mampu memberdayakan potensi yang ada di daerah tersebut.

Melihat keadaan itu, PK IMM FAI UMSU melalui program kerja bakti sosialnya melaksanakan beberapa  kegiatan diantaranya pertandingan dan perlombaan, seperti bola kaki, puisi, catur, mewarnai kategori SD, hafalan Qur’an dan adzan. Selain itu, terdapat juga kegiatan yang berbasis pendidikan dan keagamaan, seperti tausiyah agama, diskusi, IMM mengajar, sosialisasi tentang bahaya narkoba dan pergaulan remaja, serta pendidikan kesehatan pada anak dan masyarakat. Bukan itu saja, kehadiran kader PK IMM FAI UMSU di desa ini diharapkan mampu menghidupkan pola piker masyarakat tentang lingkungan yang bersih, dan hal itu diwujudkan melalui program gotong royong dan pengolahan taman masjid yang dibersihkan secara bersamaan antara kader IMM FAI UMSU dengan masyarakat Desa Kebayaken.

Dalam bakti sosial di Desa Kebayaken ini, salah satu kegiatan yang perlu mendapatkan perhatian adalah pembangunan Sekolah TK. Sejak sebulan sebelum kegiatan ini berlangsung, kepanitiaan bakti social beserta seluruh kader PK IMM FAI UMSU mengglang dana dari masjid ke masjid, bahkan harus mengamen dari café ke café, semata-mata untuk mengumpulkan uang agar dapat mendirikan sebuah sekolah TK Islam di desa Kebayaken. Alhamdulillah, melaui upaya penggalangan tersebut terkumpul dana yang disisihkan untuk membangun TK sebesar Rp. 20.000.000,-.  Sementara keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk mendirikan sekolah tersebut adalah Rp. 33.000.000,-. Perlu adanya support dari seluruh jajaran kemasyarakatan untuk dapat melengkapi kekurangan dana dalam mendirikan TK tersebut sehingga bangunan yang diharapkan dapat selesai dengan segera mungkin dan anak-anak muslim yang ada di desa tersebut tidak lagi harus belajar di sebuah gereja, sebab hal itu bertentangan dengan akidahnya.

Adapun pembangun TK Islam ini bertujuan agar terciptanya sarana pendidikan Islam di daerah Muslim minoritas, sehingga menjadi wadah belajar bagi anak-anak muslim di daerah tersebut. Bangunan yang akan didirikan dengan ukuran 6 x 6 telah mendapatkan respon yang biak dari Muhammadiyah Karo dan masyarakat Desa kebayaken. Bangunan ini dirancang dengan pondasi yang kuat dan anti terhadap gempa, mengingat Desa Kebayaken berada dekat dengan Gunung Sinabung sehingga mengakibatkan rawan gempa di desa tersebut. Sekolah TK Islam inilah yang diharapkan menjadi icon atau peningglan untuk Desa Kebayaken pada kegiatan bakti social PK IMM FAI UMSU P.A 2016-2017, dan rencananya bangunan ini ditaergetkan selesai pada akhir bulan April 2017 dengan harapan adanya bantuan dari donatur yang mengikhlaskan rezekinya untuk disumbangkan ke pembangunan TK Islam tersebut.

Perjuangan anak-anak IMM FAI UMSU sampai saat ini belum selesai, sebab masih banyak hal yang harus dilakukan di Desa Kebayaken tersebut, semata-mata panggilan jihad yang terbisikkan ke relung hati. Sungguh ingin sekali rasanya menuntut ilmu di ibu kota dengan  nyaman dan pikiran tenang, namun susah hati menolak realita yang telah dihadapkan di depan mata kepala, yaitu kondisi masyarakat yang kering akan pemahaman akidah dan krisis pendidikan. Maka dengan sebuah ikrar yang telah terucap, tekad yang tertanam dalam hati karena ingin memperjuangkan harapan umat Kebayaken untuk mendirikan wadah pendidikan, maka kader PK IMM FAI UMSU terus bergerak untuk mewujudkan harapan tersebut. Bahkan  hal yang tidak heran jika dalam kegiatan tersebut tidak disertai dengan perbekalan yang cukup, bahkan harus merogoh kantong pribadi untuk mempertahankan hidup dan menyukseskan aktivitas dakwah tersebut. Sudah selayaknya insan yang mengaku kader dakwah memiliki keteguhan hati dan merasa gelisah melihat realita yang demikian. Ingin kembali, namun malu rasanya pergi meningglkan masyarakat dan anak-anak yang gersang akan nilai-nilai tauhid. Inilah niat tulus Mahasiswa Muslim, untuk istiqomah di jalan dakwahnya, beramar ma’ruf nahi munkar. (sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *