Keluarga Muhammad Arif Mabruri Pasrah, 6 Santri Korban Perahu Tenggelam Ditemukan

SUARAMEDANNEWS.com, Lamongan – Enam jenazah santri Ponpes Langitan korban perahu tenggelam di Bengawan Solo, Lamongan, sudah bisa dikenali identitasnya. Dua jenazah diantaranya sudah dibawa pulang ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Dua jenazah sudah dijemput keluarganya adalah Afiq Fadil yang berasal dari Desa Bulakparen, Kecamatan Bulukamba, Kabupaten Brebes.

Serta Moh Barikly Amry yang berasal dari Laren, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kedua jenazah diantar ke daerah asalnya dengan ambulance pada Sabtu (8/10/2016) malam.

Empat jenazah masih berada di Puskesmas Babat, Lamongan. Identitas keempat santri pondok yang berada di Widang, Tuban ini adalah:

  • Abdullah Umar, asal Kecamatan Bedilan, Gresik
  • Muhsin dari Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya
  • Rizki Nur Habib, asal Desa Cinta Rakyat Kecamatan Percuit Seituan Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara
  • Lujaini Dani dari Desa Peganden Kecamatan Manyar Gresik

Dengan ditemukannya 6 jenazah, maka korban perahu yang tenggelam pada Jumat (7/10) pagi itu tinggal satu orang santri. Muhammad Arif Mabruri yang berasal dari Desa Ngampal, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro belum ditemukan.

Kepastian belum diketemukan santri asal Bojonegoro ini disampaikan Ahmad Suyono, kerabatnya yang datang ke Babat. Dari hasil penelusurannya di puskesmas dan meminta data identitas enam santri ternyata nama Muhammad Arif Mabruri tidak termasuk di enam jenazah yang telah ditemukan. Ia pun lemas.

“Saya tadi di puskesmas, sempat tanya ke petugas. Dari enam korban yang ditemukan belum ada nama keponakan saya,” ungkap paman Muhammad Arif Mabruri sembari berpasrah kepada Allah SWT, Sabtu (8/10/2016) malam.

Identitas keenam jenazah yang telah ditemukan ini juga dibenarkan oleh salah satu keluarga pengasuh Ponpes Langitan, Gus Maksum.

Perahu kayu yang ditumpangi 25 Santri Ponpes Langitan ini tenggelam ketika tengah menyeberangi Sungai Bengawan Solo. Rencananya para santri akan ke Pasar Babat karena sedang libur.

Namun naas. Di tengah sungai yang arusnya cukup deras itu mendadak bagian depan perahu tenggelam. Para penumpangnya panik dan ada yang melompat ke air.

18 Orang berhasil selamat dan tujuh lainnya hanyut terbawa derasnya arus Bengawan Solo. Pencarian di hari kedua yang dipimpin Basarnas menemukan 6 santri dalam keadaan meninggal dunia.

Sumber : (Detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *