Foto bersama selepas pembukaan Kegiatan di LANTAMAL 1 Medan

KEMHAN Provinsi Sumatera Utara Bentuk Kader Bela Negara tahun 2017

Kementerian Pertahanan (KEMHAN) Provinsi  Sumatera Utara kembali bentuk angkatan baru Bela Negara yang dilaksanakan sejak tanggal 18 sampai dengan 22 April 2017 di lantamal 1 Belawan Kota Medan. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara dan dihadiri oleh SKPD Provinsi Sumatera Utara.

Pimpinan Satuan Bela Negara Bapak Kolonel Azhari Mulyadi saat ditemui Suaramedannews.com dikantor Kementerian Provinsi Sumatera Utara  di Jl. STM No 18 medan mentatakan bahwa  Peserta baru Bela Negara pada angkatan kali ini sebanyak 130 orang yang terdiri dari utusan mahasiswa, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, pramuka, menwa dan organisasi bela negara yang ada di sumatera Utara. Disela-sela pelatihan salah seorang peserta Faisal Fahri sagala  yang sempat kami temui mengatakan bahwa tujuan mengikuti kegiatan ini adalah ”untuk dapat menjadikan diri kita lebih disiplin, tepat waktu dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas yang diberkan kepada kita”

Pembentukan kembali angkatan baru pada tahun ini mendapat sambutan dari jajaran pemerintah dan juga masyarakat karena bela Negara merupakan tanggung jawab semua rakyat Indonesia. Sebagaimana diatur dalam Hukum dan Peraturan Bela Negara

  1.  Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep wawasan nusantara dan keamanan Nasional,
  2.  Undang-UndangNo.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat,
  3.  Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh Undang-UndangNomor 1 Tahun 1988,
  4.  Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI, dan
  5.  Tap MPR No.VIITahun 2000 tentang Peranan TNI danPOLRI.

Dan juga Landasan Hukum Bela NegaraUUD 1945 Pasal 27 Ayat (3) “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negar UUD 1945 Pasal 30 Ayat (1),(2),(3),(4),(5) :

(1).“Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara”

(2).“Usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semestaoleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan pendukung”

(3).” Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara sebagai alat negarabertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara”

(4).“Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakatbertugas melindungi, melayani masyarakat, serta menegakan hukum”

(5).“Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungankewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia didalam menjalankan tugasnya,syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang

  1. UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan   Negara Pasal 9 Ayat (1) dan (2) :

(1).“Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta   dalam upaya       Bela Negara yang diwujudkan dalam  Penyelenggaraan Pertahanan Negara”

(2).“Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela   negara dimaksud ayat (1) diselenggarakan melalui :

– Pendidikan Kewarganegaraan,

– Pelatihan dasar Kemiliteran,

– Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela      atau wajib, dan

– Pengabdian sesuai dengan profesi

  1. UU No 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia   Pasal 6B :

“Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya   pembelaan negara, sesuai dengan ketentuan yang   berlaku”

Sejalan dengan itu salah seorang peserta Bela Negara bang roy yang ikut pada angkatan ini mengatakan kepada suaramedannews.com “ kegiatan ini sangat berarti bagi kami karena kami terutama tentang wawasan nusantara  makna bela Negara”  (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *