Ketua SEMAF Tarbiyah UIN SU Ditoyor Kepala Pusbangbis

SUARAMEDANNEWS.com, Medan –Saat Alamsyah Toyib Hasibuan (22) (foto) lagi asik nonton pertandingan futsal, mendadak pertandingan dihentikan oleh Bibi (36), Kepala Pusbanglis Sumut (Pusat Pengembangan Bisnis) di kampusnya.

Mahasiswa asal Labuhan Batu Selatan (Labusel) yang merupakan Ketua SEMAF (Senat Mahasiswa Fakultas) Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), gak terima. Sehingga iapun terlibat adu mulut dengan Bibi dan berujung adu jotos.

Gak terima, Toyib yang ngekos di Jalan Perhubungan, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan tersebut mendatangi Polsek Percut Seituan untuk buat pengaduan.

Dengan suara serak dan kesakitan, Alamsyah Toyib tiba di Mapolsek, Sabtu (19/11). Kedatangan mahasiswa semester 7 Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) ini, ingin melaporkan Bibi.

Sebab Bibi telah memukul rahang leher Toyib saat berada di lapangan footsal kampusnya di Jalan William Iskandar, Pasar 5, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan. Akibatnya, suara korban jadi serak dan sakit di lehernya.

“Barusan aja kejadiannya bang, sekitar jam 17.30 wib. Pas saya sedang menyelenggarakan perlombaan futsal untuk teman-teman se-Fakultas di UIN,” terang mahasiswa semester 7 ini, di kantor polisi.

Sore itu, sambung Toyip, dirinya sedang memantau jalanannya pertandingan futsal di pinggiran lapangan yang hampir selesai. Tiba-tiba Bibi datang menghampirinya dan menyuruh membubarkan pertandingan serta menyuruh mereka mengosongkan lapangan. Alasannya, karena lapangan akan di pasang tratak untuk acara Reuni Angkatan 1997-1998.

“Padahal sudah mau selesai pertandingan dan tinggal 1 tendangan pinalti aja, tapi pak Bibi gak mau menyelesaikan pertandingan dulu. Teman saya lagi di pinggiran lapangan udah minta tolong. Kata pak Bibi, disitu mau dipasang teratak. Gak tau acara reunian apa. Tapi ada tulisannya disitu, Reunian Angkatan 1997-1998,” sambung, Arif (21) teman Toyip  menjawab pertanyaan wartawan saat korban diperiksa di ruang SPK.

Karena bersikeras, Bibi berang. Dengan mengepalkan tangannya, pegawai kantoran di kampusnya itu langsung menjotos Toyip hingga mengenai dekat lehernya.

Para pemain dan dan teman-temannya lain langsung tercengang. Selanjutnya pertandingan dihentikan. Korban kesakitan dan tak terima, langsung mendatangi kantor polisi.

Usai melapor ke SPK (Sentral Pelayanan Kepolisian) Polsek Percut, Toyip diarahkan untuk membuat surat visum di rumah sakit Haji Medan. “Ke rumah sakit dulu ambil surat visum ya,” saran petugas SPK, Aiptu E Manulang. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close