Ketua Umum HMI Cabang Medan : Hina Agama Hindu, Ibu Rumah Tangga Dibui 14 Bulan, Ahok Disinyalir Hina Agama Islam (Baik itu Ulama ataupun Surat Al Maidah 51 Yang Dipakai Para Ulama) Kapan Dibui yaaa ?

Harus Turun Aksi Besar-Besaran Baru Mau Akan Diproses, Bisa Jadi Bebas Kalo Terbukti Tidak Ada Kesengajaan Menghina.

Kalo Ahok Bebas, Ulama Bisa Tidak Dipercaya Jika Menyampaikan Ayat Suci Al-Quran Dalam Memberikan Ceramah Kepada Ummat.

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – akan dikupas sedikit kronologis Ibu rumah tangga, hina Agama Hindu dibui, tanpa ada demo atau unjuk rasa besar-basaran, Rusgiani (44) namanya, dipenjara 14 bulan karena menghina agama Hindu. Ibu rumah tangga itu menyebut canang atau tempat menaruh sesaji dalam upacara keagamaan umat Hindu dengan kata-kata najis.

Rusgiani lewat di depan rumah Ni Ketut Surati di Gang Tresna Asih, Jalan Puri Gadung II, Jimbaran, Badung, pada 25 Agustus 2012. Saat melintas, dia menyatakan canang di depan rumah Ni Ketut najis. Canang adalah tempat sesaji untuk upacara agama Hindu.

\\\”Tuhan tidak bisa datang ke rumah ini karena canang itu jijik dan kotor,\\\” kata Rusgiani seperti tertulis dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (31\/10\/2013). Dikutip dari detik.com.

Menurut Rusgiani, dia menyampaikan hal itu karena menurut keyakinannya yaitu agama Kristen, Tuhan tidak butuh persembahan. Rusgiani mengaku mengeluarkan pernyataan itu spontan dan disampaikan di hadapan tiga orang temannya.

\\\”Tidak ada maksud menghina atau pun menodai ajaran agama Hindu,\\\” ujar Rusgiana.

Atas perkataannya itu, Rusgiani dilaporkan ke polisi setempat. Setelah melalui proses penyidikan yang cukup lama, Rusgiani pun duduk di kursi pesakitan. Jaksa menuntut Rusgiani dengan hukuman 2 tahun penjara. Lalu apa kata majelis hakim?

\\\”Menjatuhkan hukuman 1 tahun dan 2 bulan penjara,\\\” putus majelis hakim yang diketuai oleh AA Ketut Anom Wirakanta dengan anggota Indria Miryani dan Erly Soeliystarini.

Majelis hakim menyatakan Rusgiani telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan agama yang dianut di Indonesia. Perkataan Rusgiani dapat mengganggu kerukunan umat beragama dan telah menodai agama Hindu.

\\\”Perbuatan terdakwa dapat mencederai hubungan keharmonisan antar umat beragama di Indonesia,\\\” ujar majelis yang dibacakan pada 14 Mei 2013 lalu. Atas vonis ini, Rusgiani menerima dan tidak mengajukan banding.

Ketua Umum HMI Cabang Medan Periode 2015-2016, Mustafa Habib
Ketua Umum HMI Cabang Medan Periode 2015-2016, Mustafa Habib

Ketua Umum HMI Cabang Medan, Mustafa Habib, menyampaikan Disisi lainnya, Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan dugaan melakukan penistaan agama, Sampai Saat ini masih mau akan gelar perkara, (belum tentu bersalah, masih ada kemungkinan bebas), terkait Ahok menyinggung soal surah Al Maidah 51.

Video pernyataan Ahok itu diunggah pertama kali oleh Buni Yani. Potongan gambar itu menjadi viral di dunia maya, dampaknya menjadi sangat besar. Umat muslim marah lantaran menganggap Ahok sudah menghina Alquran. Proses hukum berjalan, Ahok diperiksa Bareskrim Polri. Umat muslim yang terlanjur marah menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada 4 November 2016. Aksi yang semula berjalan damai dan tertib justru berujung bentrokan.
Di saat bersamaan, muncul penggalan video pengakuan Buni Yani. Dia mengakui ada kesalahan saat mentranskrip kata-kata Ahok dalam video itu. Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata ‘pakai’.

Duduk persoalan kasus Ahok akibat hilangnya kata ‘pakai’. Meski bukan ahli bahasa, hilangnya satu kata itu menimbulkan arti berbeda, ungkapan beberapa orang.

“Bahasanya begini ‘jangan percaya kepada orang, bapak ibu punya pilihan batin sendiri, tidak memilih saya. Dibohongi ‘pakai’, ada kata pakai. Itu penting sekali. Karena beda ‘dibohongin Al Maidah 51’ dengan ‘dibohongin pakai Al Maidah 51’.”

Pentingnya keberadaan kata ‘pakai’. Jika dibohongin Al Maidah 51 berarti yang berbohong itu ayatnya. Jika ada kata ‘pakai’ maka yang berbohong adalah orangnya dengan berdalih menggunakan ayat, orang yang menggunakan ayat itu, biasanya Ustadz, Penceramah,Ulama Islam.

Kalo begitu Ahok juga diduga menghina ulama yang menggunakan surah Al Maidah 51 untuk membohongi orang lain (Orang Islam) agar tidak memilih dia.Ini bukan beberapa pihak yang merasa dihina, tapi orang Islam, Ulama yang dihina, bukan merasa lagi.

Karena Ustadz dan Ulama menggunakan atau memakai Surat Al Maidah 51 (Isi Surat dalam Al-Quran/Kitab Suci Ummat Islam), kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Ahok tidak ada bedanya dengan kasus-kasus lain sebelumnya. Sehingga proses hukumnya harusnya juga sama dengan kasus lain, bisa cepat.

Karena dalam Aksi Bela Islam II, 4 November 2016 kemaren, sudah jelas membuktikan bahwa ummat Islam, baik itu Ummat, Ustadz, Ulama, semuanya sudah ikut turun karena mereka merasa Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah melakukan dugaan penistaan terhadap Agama Islam (Baik itu para Ustadz, Ulama yang memakai ayat dari Surat Al Maidah 51, itu termaktub dalam dalam Al-Quran/Kitab Suci Ummat Islam). Jadi tidak ada bedanya. Ratusan ribu bahkan mungkin Jutaan Ummat Islam yang sudah turun aksi menjadi bukti kuat, bahwa Ahok menghina “orang” yang memakai Surat Al Maidah 51.

Disisi lain, ada imam, ataupun orang Islam yang mengatakan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai Al Maidah 51 bukanlah penistaan.

Menurut mereka, penistaan tidak tergambar dalam kalimat Ahok. Kalimat Ahok menyatakan surat Al Maidah digunakan orang lain untuk mempengaruhi pilihan politik, ayat itu jelas isi Al Quran, bukan dibuat-buat oleh orang lhoooo…, jadi retorika nya mereka saja kalo dibilang untuk mempengaruhi orang lain.

statement misalnya ‘dibohongi ataupun dibohongi pakai Surat Al-Maidah’ macam-macam – redaksinya persis seperti itu – memang bisa menyakiti telinga orang lain, terutama yang beragama Islam,”. Kalo menyakiti Ummat Islam, berarti sudah menghina Islam itu sendiri dong.

Ada ulama yang mengatakan, Pernyataa Ahok, bukanlah orang yang mendalami ayat-ayat Al Quran, Makanya Jangan Coba-coba menafsirkan Al-Quran, Jelas Mustafa Habib, Ketua Umum HMI Cabang Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *