Kota Medan Gelar Zikir Dan Doa Bersama Sambut Tahun Baru 2017

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Warga Kota Medan  menghadiri dan mengikuti dzikir dan tausiah di Pendopo Lapangan Merdeka di Lapangan Merdeka cukup tinggi, Sabtu (31/12), untuk menyambut pergantian tahun 2016 ke 2017.

Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menyampaikan, bahwa dzikir dan tausiah serta pemberian santunan kepada 750 anak yatim ini untuk menyambut pergantian tahun 2016 ke 2017. Eldin menyampaikan ada 4 hal yang harus dimaknai.

Pertama, tahun baru sebagai sarana untuk mengaktulisasi rasa syukur karena Allah SWT terus memberikan bimbingan dan tuntunan sehingga semua dapat menjalani tahun 2016 dengan baik dan berkarya untuk pembangunan kota. Yang kedua, tahun baru sebagai sarana untuk mengevaluasi yang sudah dihasilkan dan apa yang menjadi tantangan sehingga mendapatkan umpan bali untuk memperbaikinya.

Selanjutnya ketiga, jelas Walikota,  tahun baru sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran hati sekaligus memahami keterbatasan yang dimiliki.  “Dengan demikian kita menyadari semua yang kita peroleh maupun belum dihasilkan, sesungguhnya merupakan ridho Allah SWT,”  kata Wali kota.

Keempat, kata Walikota, tahun baru sebagai sarana silaturahmi segenap warga Kota Medan guna meningkatkan  rasa saling percaya, kebersamaan, persaudaraan dan sinergitas untuk terus membangun Kota Medan secara bersama-sama serta bersama dan bergandengan tangan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui dzikir dan tausiah yang kita lakukan untuk menyambut tahun baru 2017, saya mengajak kita semua dan seluruh warga Kota Medan untuk mengambil spirit dan hikmah. Di samping itu kita harus terus bekerja keras dan selalu bersungguh-sungguh, serta tidak boleh lupa untuk selalu memohon kepada Allah SWT agar kita selalu diberi kekuatan, kesehatan dan semangat baru guna menghasilkan karya-karya lebih besar lagi di tahun 2017,” harapnya.

Al Ustadz Prof Dr H Muzakkir MA, Guru Besar Univesitas Islam Negeri Sumut ini menyampaikan, jika seluruh masyarakat mulai dari pemimpin sampai rakyat beriman dan takut kepada Allah SWT, maka Allah pasti akan memberikan keberkahan baik dari langit maupun bumi. Namun sebaliknya jika pemimpin dan rakyatnya tidak beriman, maka Allah akan menurunkan azab dan bencana dari segala arah.

Mencegah hal itu tidak terjadi, Muzakkir mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berzikir kepada Allah. Kemudian dia mengingatkan kaum lelaki untuk selalu memakmurkan masjid. “Jika kita selalu berzikir dan kaum lelaki selalu memakmurkan masjid, Allah tidak akan menurunkan azabnya,” ungkap Muzakkir.

Untuk menyambut pergantian tahun ini, Muzakkir berpesan kepada seluruh jemaah yang hadir untuk melakukan muhasabah yakni evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspek. Kemudian mengajak seluruh yang hadir untuk mengamalkan doa yang selalu dipanjatkan Nabi Muhammad SAW sepanjang hidupnya.

“Ada tiga permintaan selalu disampaikan Nabi Muhammad dalam satu doanya yang tak pernah ditinggalkan yaitu meminta bantuan Allah untuk selalu mengingat-Nya dengan berdzikir. Kemudian minta bantuan Allah agar menjadi orang yang selalu beryukur dan menjadi orang yang semakin bagus ibadahnya. Jika doa ini kita laksanakan dan amalkan, insya Allah kita mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat,” jelas Muzakkir.

Dalam tausiah ini, Muzakkir mengapresiasi dzikir dan doa bersama yang dilaksanakan Pemko Medan. Sebab, ia melihat Pemko Medan berbeda dengan kebanyak kota lainnya di Indonesia, dimana mengisi malam pergantian tahun dengan dzikir dan doa bersama bukan melakukan kegiatan yang bersifat hura-hura seperti melaksanakan pesta kembang api.  Padahal biaya yang digunakan untuk pesta kembang api itu cukup besar dan lebih baik jika dipergunakan untuk menyantuni anak yatim.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close