twitter-kpk_ri

KPK : Proses Hukum AKBP Raden Brotoseno Tetap Harus Berjalan, Terkait Perkara Dugaan Korupsi Cetak Sawah Di Kalimantan

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Penangkapan AKBP Raden Brotoseno hasil kerjasama KPK dan Polri. Brotoseno ditangkap karena dugaan menerima suap senilai Rp 1,9 miliar terkait perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan proses hukum Brotoseno harus tetap berjalan walaupun dia berasal dari institusi Polri, “Kita sudah sepakat, siapa pun itu, kalau memang ditemukan, apalagi tertangkap tangan, ya harus diproses. Biarpun dia anggota Polri, harus diproses,” kata Basaria di sela acara Konser Suara Antikorupsi di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2016) dilansir dari Detik.com.

Sebagai anggota Polri dan mantan penyidik KPK, harusnya Brotoseno menjadi contoh bagi masyarakat. “Ya, kita punya pemikiran, apalagi pernah jadi penyidik KPK. Kita punya pemikiran, mereka menjadi contoh. Tapi, kalau sudah terjadi sekarang, ya harus kita proses,” ujar Basaria, yang berpangkat brigadir jenderal.

Brotoseno ditangkap bersama polisi berinisial D karena menerima duit dari pengacara berinisial HR. Duit yang diterima Brotoseno Rp 1,9 miliar dari total Rp 3 miliar yang dijanjikan pengacara.

Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan HR memberikan uang kepada penyidik dalam dua tahap selama kurun Oktober dan awal November tahun ini. Duit ini, terkait perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014. Tujuan pemberian duit agar penanganan perkara yang didampingi pengacara berinisial HR diperlambat.

AKBP Brotoseno dan D ditangkap Tim Saber Pungli dibantu tim Pengamanan Internal (Paminal) pada Jumat (11/11) pekan lalu. Keduanya terancam sanksi etik dari Mabes Polri.

“Untuk 2 anggota tersebut, kita kenakan UU internal pelanggaran kode etik profesi. Pasal 7 dan Pasal 13 terhadap peningkatan citra dan kehormatan Polri, serta anggota Polri dilarang melakukan KKN dan gratifikasi,” kata Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).

Bareskrim Polri telah menahan Brotoseno di Rutan Mapolda Metro Jaya. Sementara pengacara inisial HR dan perantara berinisial LM, yang ikut ditangkap, saat ini sudah ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.Ā  (Dtk/Smn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *