KONSUL TIONGKOK QIU WEI WEI. Di Medan Berikan Apresiasi Tinggi Presiden RI Jokowi Di Jadikan Maskot Vaksin China

Suaramedannews.com – Medan, Pemerintah China melalui ,KONSUL TIONGKOK,QIU WEI WEI, Di Sumut mendukung Indonesia menjadi pusat produksi vaksin regional dan juga memberikan apresiasi tinggi atas dijadikanya Presiden RI Jokowi menjadi maskot Vaksin dari China tersebut. sehingga kedua negara bisa berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan umat manusia. “Saya telah memperhatikan laporan tersebut (siaran langsung Presiden Indonesia Joko Widodo disuntik vaksin Sinovac). China dan Indonesia merupakan mitra strategis penting,” kata Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Qiu Weiwei ketika memberikan keterangan tertulis kepada awak media Senin 17/1/2021

“Menurut dia, kerja sama vaksin kedua negara tersebut menunjukkan adanya saling percaya dalam menjalin kerja sama praktis dan strategis. “Oleh karena itu, China siap meningkatkan kerja sama penelitian dan pengembangan, produksi, dan pengadaan vaksin,” ujarnya. Sebelumnya China juga mengajak Indonesia untuk bersama-sama mendukung ketersediaan dan keterjangkauan vaksin COVID-19 di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam. Pernyataan tersebut disampaikan (MFA) untuk menanggapi dikeluarkannya sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac.Pihak Sinovac sendiri makin percaya diri atas vaksin yang dikembangkannya setelah penyuntikan terhadap Presiden Jokowi mendapatkan perhatian publik, tidak hanya di Indonesia melainkan juga di berbagai negara. Bahkan, peristiwa tersebut tidak luput dari sorotan media-media di China.

“Seperti diketahui Bukan sebuah kebetulan. Menlu China Wang Yi berkunjung ke Indonesia 12-13 Januari kemarin. Dia datang bersamaan dengan tibanya 15 juta bahan baku vaksn. Bedanya, jika vaksin itu tiba di Jakarta kemudian dibawa ke Bandung, Wang Yi dibawa Opung Luhur ke Sumatra Utara lihat-lihat danau Toba.Besoknya, tanggal 13 Januari, Menlu Wang Yi bertemu dengan Menlu Retno Marsudi dan Presiden’ Jokowi.Pertemuan Presiden dengan Wang Yi mengundang perhatian karena dilakukan bertepatan dengan dimulainya program vaksinasi massal yang akan makan waktu setahun atau setidaknya 15 bulan kedepan.Pertemuan di istana Merdeka itu menjadi landmark bagi China untuk mempromosikan kehebatan vaksin buatannya. Yang sudah disuntikkan ke pemimpin sebuah negara berpenduduk 270 juta jiwa dan mayoritas Islam.Tidak disangsikan lagi cap halal dan suntikan perdana ke pak Jokowi akan menjadi iklan gratis bagi China untuk membujuk aneka negara berpenduduk muslim untuk pakai vaksinhya. Bukan vaksin yang lain.Sebab Indonesia adalah satu-satunya negara yang memberi sertifikasi halal bagi vaksin China.Untuk itu, China tidak main-main. Dia menggunakan Indonesia sebagai papan luncur penggunaan vaksin mereka di dunia dan menjadikan Presiden RI Jokowi menjadi maskot vaksin dari China tersebut.
****
Wang Yi ketika bertemu dengan Presiden Jokow menekankan kembali komitme Beijing bahwa China akan membantu dengan segenap daya upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat pembuatan vaksin China di kawasan regional. Tidak hanya itu, China juga sudah setuju untuk mengirim lagi bahan baku vaksin ke Indonesia sebesar 144,7 juta dosis. Bahan baku ini dikirim bertahap sampai September 2021 yang akan dibuat vaksin oleh Biofarma sebanyak 122 juta ampul.Yang dilakukan China sekarang ini adalah menebarkan keampuhan vaksin mereka yang tengah disuntikkan kepada 181 juta orang Indonesia. Sejak awal China mempromosikan bawa vaksinnya lebih aman ketimbang yang dibuat Inggris atau Amerika.Vaksin mereka menggunakan inactve virus sementara buatan Barat menggunakan mRNA yang kontroversial.Jika Vaksin China mengandung virus atau kuman penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau dimatikan. Namun, vaksin mRNA (messenger RNA) merupakan vaksin dengan teknologi atau varian baru.Vaksin mRNA tidak menggunakan virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan komponen materi genetik yang direkayasa agar menyerupai kuman atau virus tertentu. Dengan demikian, vaksin ini dapat memicu reaksi kekebalan tubuh layaknya virus dan kuman yang dilemahkan pada vaksin biasa.Rekayasa genetika ini yang kemudian menjadi isu hangat di Amerika. Para dokter dan masyarakat disana banyak menolak divaksin buatan Pfizer karena takut ada mutasi genetika di tubuh mereka yang baru ketauan di masa mendatang.

“Isu ini yang bakal ditonjolkan China hingga kemungkinan besar vaksin asal China bakal mendominasi dunia mengalahkan buatan Barat.Indonesia kemungkinan tidak akan memakai vaksin lain termasuk buatan Pfizer dan Modena karena isu genetika ini.Lagi pula,sejak awal Indonesia menginginkan agar vaksin Covid 19 bisa diproduksi di dalam negeri. Dipahamkan, China mendampingi Indonesia memproduksi vaksin buatannya sendiri yakni vaksin merah putih yang dikembangkan dengan menggunakan virus asal Indonesia sendiri. Hingga jika 392 juta ampul sudah bisa dipenuhi oleh vaksin China dan produksi dalam negeri, buat apa beli vaksin lagi.Aneka langkah Indonesia ini sudah cukup bagi China untuk menampilkan dirinya sebagai sosok negara adidaya dunia karena menyumbang peranan besar dalam kesehatan masyarakat global.Dan sudah tentu, akan banyak keuntungan lainnya termasuk hegemoni ekonomi China di jagad ini.

“Dimana vaksin China akan menjadi satu paket tidak terpisahkan dari program OBOR ( one belt one road) mereka. Dikasih vaksin dan dikasih pinjaman duit lewat investasi.
Dan itu sudah dilakukan Wang Yi yang selain ke Indonesia, dia juga melawat ke Myanmar, Brunei dan Filipina. Sebelumnya dia juga berkunjung ke Nigeria, Kongo,Nigeria, Botswana dan Seychelles.
Semuanya berujung pada paket vaksin dan investasi.Khususnya Indonesia, China sepakat untuk investasi pada pembangunan bendungan Landakan di Kalimantan Timur senilai 400 juta US Dollar.
Nilai investasi yang relatif kecil dibandingkan jumlah uang yang bakal ke keruk dari jualan vaksin di seluruh dunia.Dan negara Barat termasuk Amerika yang sedang berkonsentrasi dengan kisruh kekuasaan di dalam negeri, mendapati mereka berada di ruang kosong.Karena ruang pemulihan Covid 19 dunia sudah diisi China.Dimana Indonesia jadi papan luncur mereka dan pak Jokowi jadi maskotnya,”ucapnya.(Junaidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *