LEMKASPA,IKAMAPA BAHAS PERSOALAN PANGAN, DAN TATAKELOLA DANA DESA

SUARAMEDANNEWS.com, Bogor – Lembaga kajian strategis dan pembangunan Aceh bekerja sama dengan Ikatan keluarga Besar Mahasiswa PascaSarjana Aceh Bogor-IKAMAPA, pada 22/02/2017 mengadakan diskusi Publik dengan tema “Masa Depan dan Arah Kebijakan Pangan” pada sesi Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Drh Faisal Jamin M.Si  adalah Peneliti DI FKH Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Selain itu juga di hadiri oleh Pengamat Kebijakan Publik Aceh Mulyadi Rasimun SP M.Si, selain itu juga di hadiri kalangan Akedemisi dan perwakilan LSM.

Direktur Lemkaspa Samsul Bahri S.Pi dalam pembukaan Acara diskusi menyampaikan beberapa hal mendasar yang selama ini terjadi di Aceh, Khususnya tinggi harga daging di Aceh menjelang bulan Puasa dan Hari Lebaran. Masalah tingginya harga daging di kalangan masyarakat Aceh menjelang hari-hari besar keagamaan telah menimbulkan persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah Aceh yang baru saja terpilih pada Pilkada 15 Januari yang lalu, supaya kedepan tidak lagi harga daging di Aceh menjadi lebih terjangkau menjelang Puasa dan Lebaran.

Dalam sesi diskusi Drh Faisal Jamin M.Si menjelaskan permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Aceh cukup konflek menyangkut dengan pangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini. Permasalahan yang mendasar saat ini salah satunya adalah persedia daging sapi di Aceh menjelang hari-hari besar keagamaan islam, seperti  menjelang bulan Puasa dan Lebaran.

Sementara Ketua Umum IKAMAPA Husai Yusuf juga menyampaikan bahwa persoalaan yang dihadapi oleh Pemerintah Aceh dalam persediaan daging harus menjadi fokus pemerintah Aceh yang baru terpilih lewat Pilkada pada beberapa waktu yang lalu. Husai Yusuf mengharapkan kedepan pemrintah Aceh dapat meningkatkan kembali prasarana dan sarana pengemukan sapi potong yang telah ada di beberapa wilayah Kabupaten Kota di Aceh, sehingga dengan adanya upaya-upaya tersebut harga daging di Aceh dapat beransur menurun.

Drh Faisal Jamin M.Si menambahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Aceh saat menjelang Bulan Puasa dan hari Lebaran, tinggi harga daging sapi dipasaran yang sulit dijangkau oleh masyarakat. Setiap memasuki Hari Meugang harga daging di Aceh selalu mengalami peningkatan yang menyebabkan masyarakat tidak mampu membeli. Permasalahan yang sedang terjadi saat ini berkaitan dengan persedian daging adalah kurang pesedian sapi dikalangan masyarakat, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar menjelang hari-hari besar keagamaan.

Faisal Jamin menjelaskan, beberapa permasalahan yang dihadapi Pemerintah Aceh dalam memenuhi persedian daging sapi kepada masyarakat, meliputi beberapa faktor mendasar yang menyebabkan tinggi harga daging dipasaran. Salah satunya kurangnya peran pemerintah dalam mengontrol harga serta persedian daging dipasaran. Selain kurangnya kontrol dari pemerintah juga disebabkan oleh kurang usaha penggemukkan sapi potong di setiap Kabupaten Kota di Aceh, yang menyebabkan melonjaknya harga daging di seluruh Aceh menjelang hari-hari besar keagamaan. Selain permasalahan tersebut Faisal Jamin juga menambakan ada permainan dipasar oleh para penyedia daging, sehingga menyebabkan melambungnya harga daging seluruh kabupaten Kota yang ada di Provinsi Aceh.

Sementara itu pengamat kebijakkan publik Aceh Mulyadi Rasimun SP M.Si  dalam diskusi menjelaskan masih banyak permasalahan dalam pengelolaan dana desa yang terjadi di pemerintahan desa, tereutama  permasalahan minimnya sumberdaya manusia (SDM) dalam pengelolaan dana desa, penggunaan dana desa hanya diperuntukan untuk pembangunan sarana prasarana, sedang penggunanaan dana desa untuk pemberdayaaan masyarakaat masih sangat kurang diperuntukan, selain itu Mulyadi Rasimun SP M.Si dana desa yang sekarang juga rawan penyelewengan.

Untuk mengatasi permasalahan diatas perlu adanya pelatihan-pelatihan untuk menguatkan kapasitas mengenai pengelolaan dana desa untuk dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sehingga permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Aceh dapat teratasi dalam hal persedian daging menjelang hari-hari besar keagamaan, dan lahirnya tata kelola dana pada aparatur desa secara transparan dan akuntanbilitas penyelenggaran desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close