Lewat “Lelaki Tak Bernyali”, Tina Simanjuntak Tularkan Semangat Anti Menye-Menye

SUARAMEDANNEWS.com – Cinta itu ya harusnya saling memiliki, bukan untuk saling menyakiti. Semua orang pasti akan berjuang untuk menemukan cinta abadi, definisi keutuhan cinta yang akan terus terbawa sampai mati. Apa jadinya kalau orang yang begitu kamu cintai, malah sering membuatmu sakit hati?

Pertahankan atau tinggalkan? Jawabannya bisa kamu temui lewat single “Lelaki Tak Bernyali” milik Tina Simanjuntak. Terkesan galau ya? Tenang kok, ini bukan lagu cinta yang menye-menye. Adik kandung Sophie Navita dan Lea Simanjuntak ini justru ingin menguatkan para perempuan di luar sana agar nggak mudah mengorbankan segalanya demi sebuah cinta.

“Dari awal aku pengin punya pilihan lagu cinta yang menceritakan kalau cinta itu bisa gagal karena si lelaki nya nggak bernyali dan nggak bermutu. Dalam situasi ini, perempuan pasti merasa sakit hati. Tapi, jangan menyerah gitu aja dong. Coba deh berjuang lagi. Masih banyak kok laki-laki bernyali di luar sana yang layak dan pantas untuk mendampingimu,” tutur Tina menceritakan lagu yang ia tulis secara keroyokan bersama Lea Simanjuntak dan Mario Liberty.

Single “Lelaki Tak Bernyali” menandai debut Tina nyemplung ke industri musik Indonesia. Lagu ini terangkum dalam mini album berjudul 70 x 7 yang memuat 5 track. Selain “Lelaki Tak Bernyali”, ada 1 lagu lainnya yang udah ada RBT nya dan bisa di download secara legal di berbagai digital platform. Lagu itu berjudul “Selamat Jalan Cintaku”.

Ranah tarik suara bukan hal yang baru bagi Tina Simanjuntak. Kamu bisa menikmati duet cantik Tina dengan Lea Simanjuntak di lagu “A Dream is a Wish Your Heart Makes” di YouTube. Ia juga pernah berkolaborasi dengan kedua kakaknya lewat lagu “Kau Menangkan Hatiku”.

“Kalau di dunia nyanyi, sebenarnya aku udah nyemplung dari dulu. Aku sering menyanyi di berbagai event dan sangat mencintai dunia teater musikal, terutama Broadway Musical Plays. Aku sempat bergabung dengan Jakarta Broadway Singers dan pernah ikutan dalam pementasan drama musikal Bawang Merah Bawang Putih,” beber wanita kelahiran Singapura, 9 Oktober ini.

Pertanyaannya sederhana, mengapa Tina Simanjuntak akhirnya mau serius di dunia rekaman? “Maybe the passion was always there but i just needed a kick. Somebody who believes that i could do it. I guess everybody needs somebody else to believe in them. Memang rasa percaya diri amat sangat diperlukan. Namun dalam beberapa hal, apalagi sebagai makhluk sosial, kita perlu dorongan dari orang-orang terdekat. Motivasi itu hadir lewat sahabat saya, Mario Liberty,” curhat Tina Simanjuntak

Sahabatnya itu juga yang menciptakan seluruh lagu yang ada di mini album 70 x 7.

“Aku ingin menjalankan hidup dengan passion. Salah satu passion aku adalah musik, terutama nyanyi. Hal itu yang membuat aku mau menjalankannya. Ini cara aku mensyukuri atas talenta yang telah dibekali oleh Nya,” beritahu kakak dari Troy Bonar-do Christian Simanjuntak ini.

Penawaran Mario Liberty ia terima dengan syarat: Tina nggak mau menyanyikan lagu cinta yang menye-menye. Sahabatnya pun menyanggupi dan menyodorkan lagu “Lelaki Tak Bernyali”.

“Kami mulai menggarap single di bulan Februari 2016. Berhubung satu dan lain hal, aku merasa kurang cocok dengan aransemennya. Dari situ aku mencari music producer yang dapat membantu me masa kini kan lagu-lagunya. Sekitar bulan April, aku bertemu dengan Barry Maheswara. Saat workshop, aku merasa pas dengan arahan musiknya yang lebih ke genre pop. Bulan Mei sampai Juni, aku rekaman deh,” lontar adik ipar dari musisi Pongki Barata tersebut.

Hal yang nggak kalah menarik adalah keterlibatan Lea Simanjuntak dalam proses rekaman.

“Beruntungnya aku karena Kak Lea sangat membantu album ini jadi maksimal. Dia menjadi vocal director sekaligus backing vocal untuk semua lagu,” terang anak ke-3 dari 4 bersaudara pasangan Jackson Simanjuntak dan Raphita Tobing ini.

Judul album ini mungkin bikin kamu bertanya-tanya, apa makna filosofis di balik judul 70 x 7?

“Maknanya tentang pengampunan dan seberapa banyak kita harus memaafkan. Ini bukan sesederhana hitungan dalam Matematika yaitu 490. Tapi, seberapa banyak kita harus rela memaafkan dan let go atas sebuah kesalahan yang menimpa hidup kita. Karena yang sering terlupakan dalam kehidupan adalah forgive dan let go,” urai pengajar di sebuah komunitas homeschooling yang piawai membuat cake dengan lini bisnis bernama Quircakes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close