Masa FK-MPR Masih Bertahan di Kantor Gubernur

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Unjuk rasa FK-MPR saat ini masih berlangsung di depan kantor Gubsu, masyarakat pinggir rel memaksa untuk bertahan sampai Gubsu datang menemui mereka untuk menyelesaikan masalah penggusuran di daerah pinggir rel tersebut.

Ketua FK-MPR (J.Naibaho) mengatakan  “bahwa masyarakat di daerah pinggir rel hanya mendapatkan uang ganti rugi sebesar Rp 1.500.000 rupiah per kepala keluarga dari pihak PJKA/PT KAI, selain itu Naibaho menambahkan, dalam penggusuran tersebut pihak TNI juga ikut campur tangan dalam penggusuran di daerah pinggir rel.”

Pernyataan pak Naibaho tersebut diaminkan dan di perkuat oleh salah seorang warga yang bernama amin, Beliau menambahkan “surat pengosongan lahan di daerah pinggir rel itu mereka dapat  tanggal 27 Des 2015 dan harus kosong pada tanggal 15 Januari 2016,” amin mengeluhkan bahwa tidak ada tenggang waktu minimal selama 1 tahun oleh pihak PJKA/PT KAI untuk mencari tempat tinggal di tempat lain.

Isi surat dari pihak PJKA / PT KAI bahwa tanah tersebut harus kosong sepanjang 15 meter ke kanan dan 15 meter ke kiri dari rel kereta api.” Amin juga menambahkan perwakilan dari masyarakat seminggu lalu sempat menjumpai anggota DPRD Komisi A,

“Seminggu yg lalu perwakilan dari masyarakat menjumpai anggota DPRD Komisi A bahwasanya menghentikan segera penggusuran sekaligus pembangunan rel kereta api.” Katanya.
Unjuk rasa tersebut berjalan sangat alot dan hampir terjadi kerusuhan karena warga yang berorasi mendorong pagar hingga hampir roboh. (Sm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close