Masa Kepengurusan Berakhir Muscab Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan Terindikasi Cacat Hukum

Suara Medan news.com- Medan- Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Medan yang digelar hari ini 30 Nopember 2020 untuk memilih ketua Kwartir Cabang Kota Medan periode 2020-2025 adalah ilegal dan cacat hukum . Kenapa demikian, karena melanggar Angaran Rumah Tangga Pasal 67 ayat 7 Poin B dan C, yang mana pada pasal tersebut berbunyi pada Poin B ” Apabila Musyawarah tidak dapat di laksanakan tepat waktu, maka 3 bulan setelah berakhirnya masa kepengurusan, kwartir daerah berkoordinasi dengan mabicab untuk segera membentuk tim persiapan musyawarah cabang atau karateker” Dan Poin C nya” tim persiapan musyarawah cabang di tetapkan dengan surat keputusan kwartir daerah dan bertugas melaksanakan musyawarah”.

Tendensi politik dan dendam politik terlihat jelas masuk ke tubuh kwarcab Kota Medan ini. Pramuka kota Medan dibunuh secara perlahan dengan cara Tidak menjalankan Demokrasi sesuai aturan dalam Gerakan Pramuka.

Menurut Iskandar selaku Sekretaris Kwarran Medan Johor, mengatakan Musyawarah Cabang kota Medan Dinilai Ilegal atau Cacat Hukum.

” Pada Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan tersebut jelas jelas melanggar dan tidak mematuhi Anggaran Rumah Tangga gerakan Pramuka sebagai Hukum Tertinggi setelah Undang Undang nomor 12, untuk itu kepada yang dikatakan panitia Muscab Gerakan Pramuka Kota Medan untuk mempertimbangkan dampak dan tuntutan hukum yang bisa saja dilakukan baik secara pidana maupun perdata” jelas Iskandar

Iskandar berharap gerakan Pramuka sebagai organisasi pengkaderan generasi muda harus taat kepada hukum

” sebagai upaya pembentukan karakter pemuda, maka kepada orang orang dewasa, baik pengurus kwartir maupun para pembina Pramuka harus memberikan contoh ketaatan terhadap hukum yang berlaku” harap Iskandar

Kemudian menurut Bambang Hendrawan Selaku Sekretaris Kwarran Medan Tuntungan, persyaratan Calon ketua yang dibuat oleh panitia terindikasi terjadi pembunuhan karakter kepada salah satu bakal calon ketua.

” saat ini usulan untuk calon ketua Kwarcab gerakan Pramuka kota Medan terindikasi terjadi pembunuhan karakter, pasalnya di persyaratan ada berbunyi Bakal Calon Tidak Pernah dipidana minimal 6 bulan, jelas disitu terjadi pembunuhan karakter kepada Bakal Calon Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan” jelas Bambang

Dikatakan nya lagi, muscab yang dilakukan saat ini cacat hukum dan prematur.

” Panitia Muscab kwartir cabang Kota Medan juga di tanda tangani oleh salah satu calon yang bukan lagi Ketua Kwartir cabang, dan semestinya nama bakal calon Ketua Kwartir yang sudah dilakukan penjaringan nama- namanya harus di publikasikan ke kwartir ranting minimal 1 bulan sebelum musyawarah cabang, yang tertuang dalam anggaran rumah tangga pasal 92 ayat 2, namun yang terjadi nama nama bakal calon ketua kwartir cabang kota Medan hanya 2 hari di publikasikan kepada kwartir ranting, ini jelas melanggar aturan anggaran rumah tangga gerakan Pramuka” jelas bambang

Dan beberapa Kwartir Ranting Gerakan Pramuka menolak Penyelenggaraan Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan, karena dinilai ilegal atau cacat hukum.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *