Masalah Tumpang Tindih Lahan di Kalimantan, Sumatra, Presiden Minta Progres Selama Setahun

SUARAMEDANNEWS.com – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan bahwa, “Presiden itu kan minta pertama itu Kalimantan, baru Sumatra, dan lain-lain. Kenapa memilih ini itu, karena persoalannya banyak di situ,” pasca mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6), 

Persoalan tanah kan paling susah di daerah tersebut, artinya ada overlap pada pertambangan, kehutanan. Ia juga menyampaikan bahwa rapart terbatas yang telah berlangsung melaporkan seperti apa pencapaiannya kepada Presiden, “Laporannya sangat teknis, saya tidak bisa ingat satu per satu, tetapi intinya adalah memang meminta apa namanya arahan Presiden untuk beberapa hal, terutama kalau tumpang tindih siapa yang dimenangkan,” ucap Darmin.

Darmin menjelaskan, misalnya tambang tumpang tindih dengan hutan, tumpang tindih dengan apalagi, dengan apa, lima macam misalkan, kemudian siapa yang menang?

“Ini memang harus ada aturan mainnya, kalau enggak, BIG (Badan Informasi Geospasial) itu enggak bisa menyelesaikannya. Dia bisa bikin peta, tapi kalau sudah tumpang tindih, dari kewenangannya dia akan minta, kewenangannya gimana ini? Mana yang menang,” ujar Mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Memang tidak mudah juga, menurut Darmin, untuk bilang kementerian ini kewenangannya karena ada prinsip sebelumnya siapa duluan, dia yang menang.

“Mana yang duluan dikeluarkan dia yang menang, tapi apa hak begitu? Memang Presiden masih minta coba dikaji dulu deh, jangan nanti sudah maju kemudian terpaksa dirombak lagi,” pungkas Darmin. (SESKAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *