Masyarakat Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu Mandailing Natal Melakukan Aksi Damai “Menolak PT.Silva Mineralindo Prima (SMP)”

Suaramedannews.com, Mandailing Natal – Usai sholat jum’at Masyarakat Desa Lumban Dolok Kec.Siabu Kab. Mandailing Natal melakukan aksi damai, dalam aksi damai tersebut Masyarakat lumban dolok menyatakan tidak akan memberi ruang sedikitpun kepada PT.Silva Mineralindo Prima(SMP) yang akan melaksanakan usaha pertambangan di hutan desa lumban dolok, (26/06/2020).

Tokoh masyarakat desa tersebut,aliasri mengatakan bahwa masyarakat Desa Lumban Dolok dengan tegas menolak segala kegiatan tambang timah di desa kami.

“Kami atas nama masyarakat desa lumban dolok dengan tegas menyatakan menolak keberadaan PT.silva mineralindo prima(SMP) yg akan melakukan usaha pertambangan timah di desa kami ini,dan kami akan terus melakukan perlawanan atas keberadaan pertambangan tersebut”. Jelas Tokoh Masyarakat yang tidak mau di sebut namanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bahri Efendi Hasibuan yg merupakan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Mandailing natal, beliau mengatakan bahwa tambang timah tidak ada di kelurahan siabu namun hanya ada di desa lumban dolok kecamatan siabu.

“Kami atas nama masyarakat desa lumban dolok meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah Mandailing Natal untuk mengusut tuntas dalang dugaan pemalsuan dokumen,sehingga bisa terbitnya izin eksplorasi tambang dari pemerintah provinsi sumatera utara kepada PT.SMP” tegas Bahri.

Lebih lanjut di sampaikan Bahri Efendi “Kami meminta agar dinas pertambangan provinsi sumut untuk seger mencabut ijin eksplorasi kepada PT. Silva Mineralindo Prima (SMP), karena apabila pertambangan timah tersebut tetap di lanjutkan maka bukan saja desa lumban dolok yg terkena imbas dan dampaknya melainkan puluhan desa juga akan terkena imbas dari pertambangan tersebut, terutama akan merusak areal pertanian yg ada di sejumlah desa tersebut,” Terangnya.

Sementara itu ketua karang taruna desa lumban dolok sahrial dalam aksi damai tersebut juga menyatakan bahwa apabila pihak dinas pertambangan provinsi sumatera utara tidak segera mencabut ijin eksplorasi tersebut maka kami atas nama masyarakat lumban dolok dan atas nama masyarakat di sekitaran akan melakukan aksi besar besaran.

“apa yg kami lakukan hari ini hanya baru secuil,namun apabila ini tidak secepatnya di tindak lanjuti oleh pemerintah,kami akan melakukan aksi besar besaran”.

Aksi penolakan terjadi bukan kali ini saja, ketika itu perusahaan PT. Bahana Multi Energi (BME) yang ingin melakukan kegiatan tambang diareal yang sama juga mendapat penolakan warga melalui aksi blokade jalan lintas Nasional,pada pemerintahan yang di pimpin hidayat batubara- dahlan.(Suhartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *