MUI Desak Kemenag Gandeng Polri Telusuri Raibnya Al-Maidah Ayat 51-57

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pendidikan dan Pengkaderan, KH Abdulllah Jaidi menyesalkan terjadinya skandal raibnya Surat Al-Maidah ayat 51-57 dalam sebuah Mushaf Al-Qur’an.

Menurutnya, meskipun pihak percetakan dalam hal ini PT Suara Agung telah meminta maaf dan mengaku khilaf, namun hal itu tidak serta merta bisa dianggap selesai.

“Kita semua tidak tahu, apakah itu murni khilaf atau mungkin ada unsur lain. Yang pasti, kelalaian tersebut telah mengakibatkan masalah serius,” kata Jaidi disela-sela sidang Isbat di Kemenag RI, Jumat (26/5/2017) seperti dilansir dari laman teropongsenayan.com.

Pasalnya, kata dia, apapun dalihnya, kekhilafan tersebut terkait dengan sesuatu yang bagi umat Islam sangat sakral. “Ini (Al-Qur’an) kalamullah, bukan kalam manusia. Dan ini menyang‎kut kitab suci dan pedoman umat Islam. Jadi, jangankan satu ayat, satu huruf saja itu sangat fatal karena sudah pasti merubah makna,” tegas Jaidi.

Karenanya, dia menyebut, Kemenag tidak cukup hanya memberi sanksi teguran kepada pihak percetakan. “Ini harus dipertaggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku, seperti segera menarik dari peredaran dan memperbaikinya. Tapi, Kemenang sebagai penanggung jawab juga harus membentuk tim khusus guna melakukan penelusuran secara mendalam. Jika tidak, dikhawatirkan justru mengundang spekulasi dan kagaduhan yang tidak perlu. Kali ini, ketegasan Kemenag ditunggu umat,” ungkapnya.

Bahkan, Jaidi mengimbau, Kemenag juga menggandeng aparat kepolisian untuk bersama-sama menelusuri, apakah dalam kasus ini murni salah cetak atau human error, atau ada apa.

“Sekali lagi, Al-Quran itu kitab suci dan Agung. Ini kalamullah yang kemurniannya wajib kita jaga ‎bersama. Tapi, karena Kemenang RI adalah yang punya otoritas, maka mari kita serahkan kepada Menteri Agama untuk mengambil langkah-langkah serius, biar kedepan percetakan yang lain tidak main-main,” tandasnya. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *