OTT 2 Pegawai KSOP Sibolga, Plh Kepala Berdalih Tak Terima Aliran Dana

SUARAMEDANNEWS.com, SIBOLGA – Pelaksana harian (Plh) Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga, Feri S Rangkuti menegaskan tidak terlibat dalam aksi pungutan liar (Pungli) yang dilakukan 2 bawahannya, TS dan MT. Feri dengan tegas mengaku tidak ada menerima aliran dana tersebut seperti asumsi masyarakat setelah terbongkarnya kasus tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Feri saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Selasa (27/12) lalu. “Kebetulan saya sekarang lagi di Medan. Tapi, kita lihat aja nanti. Saya cuma staf di kantor (KSOP) yang merangkap tugas sebagai pelaksana harian,” ucap Feri.

Menurut Feri, dalam pengurusan izin berlayar kapal, ada 2 petugas KSOP yang berwenang. Salah satunya adalah TS. Artinya, yang tahu soal aliran dana tersebut hanya kedua oknum ini. “Jadi, ada 2 bagian pengurusan surat izin berlayar. Si TS dan S. Kalau saya, nggak ada hubungan dengan itu, karena saya juga hanya staf di kantor itu,” terangnya.

Feri mengelak dan tidak mau menjawab saat ditanya apakah dirinya selama ini tidak tahu mengenai aksi pungli kedua pelaku. Karena, sesuai pernyataan 2 pengurus kapal Wira Victory yang dijadikan saksi oleh pihak Poldasu, mengatakan bahwa setiap kali mereka mengurus izin berlayar selalu dimintai uang oleh pelaku TS.

“Nanti aja, setelah saya balik ke Sibolga. Mungkin sekitar 2 hari lagi,” ungkapnya menolak menjawab pertanyaan wartawan.

Sebelumnya diberitakan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengamankan 2 oknum pegawai Kantor Syahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga berinisial TS dan MT, Jumat (23/12) sekira pukul 20.00 WIB. Keduanya tertangkap tangan, melakukan pungutan liar (Pungli) pengurusan surat izin berlayar KM Wira Victory milik PT Wira Jaya Logitama (WJL).

Dari tangan kedua oknum PNS kementrian perhubungan tersebut, petugas menemukan uang sebesar Rp3,1 juta. Dari tangan TS diperoleh sebesar Rp1 juta dan dari tangan MT diperoleh sebesar Rp2,1 juta.

Keduanya adalah TS dan bawahannya MT bersama barang bukti uang dan dokumen yang terkait dengan pengurusan izin berlayar kapal tersebut langsung digelandang ke Mapolda untuk diperiksa secara intensif.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan dilakukan saat Tulus Simanungkalit, pengurus kapal Wira Victory menyerahkan uang sebesar Rp200 ribu kepada TS. Padahal, menurut aturannya, pengurusan surat izin berlayar tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, oleh TS selama ini, setiap pengurusan izin selalu dikenakan biaya dengan besaran yang berbeda. Dari mulai Rp200 ribu sampai Rp2 juta.

TS adalah pejabat KSOP yang berwenang menandatangi surat izin berlayar seluruh kapal. Sementara MT, adalah bawahannya, yang bertugas mengumpuli seluruh uang hasil pungutan.
Terpisah, pelaksana harian (Plh) Kepala KSOP Sibolga Feri S Rangkuti yang dikonfirmasi via telepon selulernya membantah adanya penangkapan terhadap anak buahnya. Katanya, malam itu hanya pemeriksaan dokumen saja. “Gak benar itu, gak ada penangkapan. Hanya pemeriksaan dokumen saja,” kata Feri mencoba berdalih menutupi kejadian tersebut.

Meski membantah adanya penangkapan, dia malah mengakui kalau kedua anak buahnya tersebut masih berada di Mapoldasu. “Iya, dibawa ke Polda. Tapi, gak ada uang yang ditemukan. Hanya pemeriksaan dokumen saja,” uangkapnya mengulangi kembali perkataannya. (fas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close