Panitia Jambore Nasional Filim Pelajar 2017 Tidak Profesional, Banyak Peserta Kecewa

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Banyak peserta Festival Film pendek meragukan kemampuan panitia/penyelenggara yang terkesan suka-suka membuat aturan sendiri.

“mulai dari awal kegiatan di Sibolangit saja pun sebenarnya panitia tidak profesional” ungkap salah seorang peserta yang enggan disebut namanya.

kegiatan berlangsung secara maraton memakan waktu yang lama hingga ke babak final. pengumuman dari penyelenggara yang selalu berubah-ubah membuat peserta ketar ketir.

Untuk Babak final patut disayangkan karena menentukan pemenang bukan lagi dinilai oleh dewan juri, tetapi dinilai oleh penonton memalui Vote.

menurut salah seorang peserta, “cara seperti ini tidak akan murni menghasilkan karya terbaik anak bangsa, apalagi pengunjungnya dari siswa yang ikut sebagai peserta Festival Film Pendek, ya gak objektiflah kawan” ungkapnya.

Saat tim lakukan penelusuran kelokasi pemutaran Film tepatnya CGV Cinema jl Ring Road Medan, ada salah satu sekolah SMA Negeri Medan telah memboking tempat duduk untuk nonton Pestival Film Pendek tersebut, Setelah di lihat ternyata sebelum Film diputar, Tiket sebagai pilihan vote telah ditulis/diisi terlebih dahulu. artinya sebelum Film diputar pilihan vote sudah berlangsung melalui tiket, Hal ini sudah jelas sangat merugikan peserta yang lain.

Salah seorang penonton yang juga hadir untuk melihat festival filim sempat mengatakan kepada suaramedannews.com, janganlah adik-adik siswa yang masih polos diajari cara yang seperti ini.

“janglah adik-adik siswa yang masih polos diajari cara yang seperti ini, bagaimana jadinya negeri ini kedepan” Tegasnya sambil menggelengkan kepala.

Ditempat lain Edi Saputra salah seorang peserta lomba mengaku kecewa atas kinerja panitia yang tidak profesional, melihat hal itu beliaupun langsung melakukan konfirmasi dengan pihak panitia penyelenggara yang bernama Otty Tahalea melalui via WhatsApp, didapat keterangan bahwa semua udah keputusan dari Penyelenggara, sementara keputusan dari Technical Meating antara Panitia dengan Panitia tidak dijalankan dengan benar. Dan semua keputusan di TM di abaikan,terkesan panitia ingin mencari keuntungan pribadi tanpa memikirkan Peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close