Pemda Pasaman Barat Tidak Pedulikan Nasib Mahasiswa

SUARAMEDANNEWS.com, Pasbar – Salah seorang tokoh pejuang untuk pemekaran Kabupaten Pasaman Barat, Mirwan Pulungan mengatakan kepada suaramedanews.com bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menyianyiakan aset yang sangat berharga yaitu mahasiswa, hal ini ia katakan karena pemerintah telah menganaktirikan mahasiswa asal Pasaman Barat di Kota Padang, Rabu (14/3).

Mirwan juga menjelaskan bahwa, mahasiswa harus diperhatikan pemerintah karena mahasiswa adalah generasi yang nantinya bakan menjadi pelopor Pasaman Barat. “masak mahasiswa di usir dari dari Mess Pasaman Barat, pemerintah telah menyia-nyiakan aset yang sangat berharga, seharusnya mahasiswa itu diberikan fasilitas bukannya di usir,” ujar tokoh pemekaran Pasaman Barat tersebut.

Mirwan Pulungan

Tidak hanya itu, Mirwan juga menjelaskan bahwa, untuk mendapat hasil panen yang berlimpah kita harus memupuk tanaman, sama halnya dengan merawat dan memupuk mahasiswa menjadi generasi emas. “Coba kita berkaca ke tempat lain, dulu di buat asrama putra Merapi Singgalang dan Asrama Putri Bundo Kandung di Yogyakarta untuk tempat tinggal mahasiswa asal Sumatera Barat, sekarang Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat) telah menambah dan memperbaiki asrama tersebut bahkan memberikan beasiswa kepada mahasiswa, tindakan gubernur Sumatera Barat  ini kan sangat bijak, beliau tau betapa berharganya generasi ini,” papar Mirwan Pulungan.
Sejalan dengan itu, Rasihan Anwar selaku ketua umum Ikatan Mahasiswa Pasaman Barat (Imapasbar) Kota Padang membenarkan hal tersebut. “Memang benar, kami telah di usir oleh Bapak Handoko dari Mess Pasaman Barat, katanya itu agar Pemda Pasbar mendapat uang masuk, karena Mess tersebut akan disewakan kepada orang lain”.  Menurut saya ini alasannya saja sebab, kalau memang niatnya untuk mencari uang masuk untuk Pemda bukan seperti itu caranya, kami siap kok bayar tinggal di Mess tersebut,” tutur Ketua Imapasbar

Selain itu, Rasihan juga menjelaskan bahwa pihaknya pernah di berikan harapan palsu oleh Pemda Pasaman Barat. “Dulu Pemda Pasbar melalui Kabid Kesbangpol meminta agar Imapasbar mendata mahasiswa Pasaman Barat yang kurang mampu agar diberikan oleh Pemda beasiswa, toh nyatanya sekarang setelah di lakukan semua yang Pemda katakan hasilnya nol besar, ia hanya sebatas berbicara manis di depan ratusan mahasiswa tanpa ada kejelasan “ tambah Rasihan.(at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close