Pemko Medan Akan Menuju Program E- Office

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Pemerintahan Kota Medan saat ini sedang merancang sistem elektronik office (e-office), Aplikasi ini akan diterapkan untuk mendukung pelaksanaan sistem administrasi perkantoran, manajemen kinerja, serta manajemen pelayanan publik. Perkembangan sistem teknologi informasi yang semakin tidak terbendung, menyebabkan kebutuhan akan teknologi informasi di dunia pemerintahan terus meningkat.

Hal ini sejalan dengan visi misi Walikota Medan dalam RPJMD Kota Medan 2016-2021, diantaranya menjalankan program Smart City sebagai langkah menuju Medan Kota kelas Dunia. Aplikasi E-Office ini diharapkan akan memperkaya aplikasi-aplikasi online yang telah terlebih dahulu diterapkan di Kota Medan seperti SIMPEG, SIMDA, SIRUP, E-Billing, Perpustakaan Digital I-Medan, serta aplikasi Medan Rumah Kita.

Kepala Balitbang Kota Medan, Drs. Hasan Basri, MM menyampaikan “Saat ini Pemko Medan melalui Balitbang Kota Medan sedang mempersiapkan kajian program e-office sebagai bagian dari e-governnace tidak terelakkan untuk dilaksanakan sebagai respon tuntutan era informasi dewasa ini,” pada pembukaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Penerapan E-Office di Pemerintahan Daerah, Menuju Medan Kota Kelas Dunia, Jumat (23/12) di Ruang Rapat II, Kantor Walikota Medan.

Narasumber Dalam FGD, Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, Tetty Yuliaty SE MSi menyampaikan  “Umumnya saat ini aplikasi E-Office di Indonesia masih kurang dikenal padahal nantinya  aplikasi ini akan mampu membantu meningkatkan produktifitas kerja pegawai dalam administrasi perkantoran serta mempercepat pelayanan publik kepada masyarakat.,”.

Narasumber selanjutnya Baihaqi Siregar dari Ilmu Teknologi Komunikasi USU menambahkan bahwa program ini harus didukung oleh infratsruktur sistem yang memadai. Hal ini untuk kegagalan sistem yang disebabkan oleh infrastruktur pendukung. Selain itu dirinya menambahkan bahwa Pemko Medan perlu memperhatikan sistem keamanan dari program ini menghindari penyalahgunaan data oleh pelaku cyber war.

Sajadi Sembiring dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Medan sebagai pembanding menyampaikan 4 permasalahan yang perlu diperhatikan Pemko Medan dalam mewujudkan Medan kota kelas dunia yakni pelaksana sistem manajemen pemerintahan yang belum berjalan efektif, tingginya praktek pungli dalam sistem pelayanan, penerapan e-service yang belum berjalan, serta dampak penerapan e-government yang belum dirasakan maksimal.

Dihadapan peserta FGD yang terdiri dari akademisi serta seluruh SKPD lingkup Pemko Medan, Tetty Yuliaty menyebutkan E-Office ini sebagai salah satu indikator menuju World Class City melalui perbaikain sistem birokrasi di pemerintahan daerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *