Pemko Medan Tak Bertindak & DPRD Tak Bernyali, PT Growth Sumatera ‘Kebal Hukum’ Bebas Buang Limbah Ke Sungai Deli

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Perusahaan pelebur logam milik PT Growth Sumatera Medan diketahui membuang limbah produksinya ke Sungai Deli terkesan bak ‘kebal hukum’. Padahal, beberapa waktu lalu perusahaan ini dikunjungi rombongan anggota DPRD Medan tersebut atas laporan tersebut.

Instalasi pengolahan limbah PT Growth Sumatera dinilai tidak sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup. Limbah cair perusahaan raksasa itu kerap dibuang ke Sungai Deli pada malam hari dan saat turun hujan unutk menghindari sorotan warga terutama Pemerintah.

Selain itu, untuk pendingin mesin turbin pembangkit tenaga listrik, PT Growth Sumatera menggunakan 5 unit FAN (kipas pendingin raksasa-red) dan 2 bak cooling tower berdiameter 800 m3. Cooling tower membutuhkan sedikitnya 600 m3 air bawah tanah/24 jam.

Bahan kimia yang digunakan berbagai jenis, seperti M290, M235, MBiocide, M403, M431, dan Asam Sulfat. Jenis kimia tersebut sangat berbahaya bagi habitat air asin dan tawar serta ancam kesehatan masyarakat yang gunakan air sungai deli.

Di sisi lain, limbah padat PT Growth Sumatera seperti serbuk besi telah menyerang rumah-rumah penduduk yang ada disekitar lokasi pabrik. Meskipun keluhan masyarakat berulang kali dilaporkan ke DPRD Medan, namun tetap saja pelaku usaha pelebur logam itu tak terjamah aparat Pemerintah maupun aparat hukum.

“Percumapun kita laporkan ke DPRD Medan, hasilnya tetap aja NOL. Mungki ada tindakan serius setelah kami mati makan abu perusahaan itu”. Kata Syarah (35), warga sekitar yang mengaku pasrah.

Menanggapi masalah itu, aktivis Medan AR Ahmad di tempat kediamannya, Kamis (17/11) menyesalkan sikap Pemerintah yang dinilai tak memperhatikan keluhan masyarakatnya. AR berharap anggota Dewan serius dalam masalah limbah yang meresahkan masyarakat.

“Rakyat punya wakil yang seharusnya merakyat dan peduli terhadap keluhan rakyat. Kita berharap wakil rakyat yang duduk di Dewan sana dapat lebih serius tangani masalah limbah industry di kota Medan hususnya pencemaran udara dan limbah cair yang dialirkan ke sungai deli. Jika ditemukan instalasi yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan maka langsung disikat, jika perlu perusahaan tersebut distanvaskan”. Kata AR. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *