Pemuda Muslimin Indonesia Kota medan ajak masyarakat Patuhi himbauan Pemko Medan (apresiasi pemberlakuan karantina kesehatan)

Suaramedannews.com – Jumlah kasus positif berjumlah 88 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus Corona COVID-19 berjumlah 361 orang, cenderung meningkat melalui update data pasien Laporan Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan, Kamis (30/04).

Sementara untuk PDP terkit virus Corona COVID-19 di Sumut mengalami peningkatan menjadi 95 dari sebelumnya 84 Terjadi penambahan sebanyak 11 orang (meningkat 11,5 persen).

Untuk ODP di Sumut saat ini 2.969, turun dibanding hari sebelumnya 3.338 (turun 12,4 persen)
Ketua pemuda muslimin Indonesia Kota medan Hanafi Siregar, turut mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi imbauan pemerintah terkait pencegahan virus Corona COVID-19.

Kepatuhan mematuhi imbauan pemerintah sangat diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, karena hingga saat ini kasus COVID-19 masih terus terjadi.

Pemerintah Kota Medan resmi memberlakukan aturan terkait Karantina Kesehatan dalam rangka percepatan penanganan Coronavirus Disease (Covid-19), mulai Jumat 1 Mei 2020. Salah satu yang diatur dalam perwal itu adalah, pemberlakuan isolasi klaster (cluster isolation) melalui karantina rumah dan karantina rumah sakit. Serta wajib masker bagi seluruh warga sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Selain pemberlakuan wajib masker, akan dilakukan pengecekan suhu tubuh, Apabila ditemukan ada warga yang suhu tubuhnya melebihi 38°C akan dilakukan isolasi. Isolasi dalam bentuk karantina yakni karantina rumah maupun karantina rumah sakit. Dan selama menjalani karantina rumah, Pemko Medan akan memberikan hak hidup yang standard dan layak sesuai kemampuan yang ada.

Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah strategis dan kerja keras yang dilakukan PLT Walikota Medan Bang Akhyar dan Tim Gugus Tugas dalam percepatan pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 yang tidak mengenal waktu, terus bergerak cepat tanpa kenal lelah, kita salut dengan bang Akhyar.

Hanafi juga meminta kepada seluruh masyarakat kota medan utk tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi bersama keluarga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti video call, media sosial, dan media lain, “Mari menjadi pahlawan untuk melindungi diri, keluarga, dan juga Kota Medan yang kita cintai ini,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *