Penderita Kanker Di Sumut Tren Meningkat

Jumlah penderita kanker khususnya do payudara di Sumatera Utara mengalami tren meningkat sebagai dampak pola hidup yang tidak sehat. “Berdasarkan data di lima tahun terakhir, jumlah penderita kanker payudara yang ditangani di Rumah Sakit Umum Pemerintah Adam Malik Medan misalnya mencapai 1.356 orang,” kata pakar kesehatan Dr H Kamal Basri di Medan, Minggu [04/09].

Selain kanker payudara, ada sebanyak 219 penderita kelenjar gondok, 96 orang kanker getah bening, kanker rongga mulut 52 orang, dan kanker jaringan ikat 49 orang. “Ironisnya penderita yang ditangani, 80 persen sudah memasuki fase ganas atau stadium III dan IV,” katanya.

Menurut dia, penyakit kanker sebetulnya dapat dicegah. Selain menghindari faktor-faktor yang menyebabkan dan menjadi pencetus dari penyakit tersebut, juga harus cepat diatasi.

Pencegahan misalnya dengan menghindari makanan cepat saji (fast food), makanan menggunakan pengawet, penyedap, lemak tinggi, berhenti merokok, dan menghindari minum beralkohol. Masyarakat juga harus beristirahat yang cukup, serta banyak makan buah dan sayur.

Pimpinan PT Tri Dharma Jaya Herodes, mengaku untuk menghindari dan mengobati penderita kanker dan lainnya juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi air putih yang sudah diproses melalui alat yang dikenal dengan “Bombe Hydrogen Water”.

Produk dengan teknologi Jepang yang dijual sekitar Rp7 juta itu segera dipasarkan di Sumut setelah di negara asing semakin diminati masyarakat. “Di negara lain seperti Jepang, penderita kanker tidak lagi dikemoterapi, tetapi dirawat menggunakan atau mengkonsumsi air yang sudah diolah di Bombe Hydrogen Water.

Air (H2O) berguna menyeimbangkan temparatur, membersihkan detox, meregenasi sel, dan menjaga kelembaban tubuh. “Air yang sudah diproses atau hidrogen meregenasikan sel sel yang rusak sehingga bisa berfungsi kembali dan penderita sehat,” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close