Permintaan Kue Jelang Tahun Baru Meroket

SUARAMEDANNEWS.com, TARUTUNG – Menjelang Tahun Baru 2017 yang tinggal menghitung hari, seluruh toko kue kering banjir pesanan. Berbagai jenis kue kering yang dipajang penjual maupun yang dipesan secara khusus oleh pembeli, laris manis untuk hidangan pada Tahun Baru.

Bahkan, yang lebih mengherankan lagi, pesanan kue kering ternyata meningkat tajam dari tahun yang lalu. Meskipun sejumlah toko kue panen raya, namun harga kue kering yang dijual malah tak naik. “Harganya seperti biasa saja, nggak ada kenaikan,” ujar ibu Boru Manalu, penjual kue kering.
Diakui harga kue kering tidak naik karena momen Natal dan Tahun Baru. “Karena itu meskipun jumlah konsumen mengalami kenaikan, tetapi masih bisa dipenuhi dengan stok yang ada,” terangnya.

Pembeli kue kering tidak hanya mereka yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru, ada juga warga yang hendak mudik kampung halaman atau melakukan perjalanan ke luar kota pada akhir tahun juga banyak yang membeli kue kering.

“Ada beberapa yang beli dalam jumlah banyak untuk persiapan Pesta Tahun Baru,” tambahnya.
hal senada juga diakui ibu Mery Pasaribu, pedagang kue basah di Pasar tradisional Tarutung. Ia mengakui menerima pesanan kue-kue basah untuk kebutuhan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.
“Kebanyakan kue-kue tradisional untuk kebutuhan di gereja seperti lemper, bolu kukus dan brownies,” katanya.

Meski pesanan meningkat, harga kue basah juga tidak mengalami kenaikan. “Harganya lebih mahal kalau pesan dengan rasa khusus atau istimewa,” jelasnya.
Beberapa kue kering yang laris manis antara lain nastar, kastengel, lidah kucing, putri salju dan chistik. Harganya masing-masing berkisar antara Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kg.
Sedang untuk samosa dan pastel kering harganya masing-masing Rp60 ribu per kg, kerupuk ikan mini Rp35 ribu per kg dan kacang telor Rp50 ribu per kg. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *