PILKADA PALUTA 2018 : PEMUDA HARAPKAN MASYARAKAT PALUTA MENCARI PEMIMPIN ADIL, BUKAN PENGUASA DAERAH

SUARAMEDANNEWS.com, Paluta – Suhu politik menjelang Pemelihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (PILKADA) yang berlangsung serentak diberbagai daerah pada tahun 2018 mendatang kian memanas. Walaupun belum ada bakal calon yang siap mendeklarasikan dirinya untuk siap maju secara terang-terangan, namun manuver politik yang terjadi dibursa bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Paluta Kabupaten Paluta sudah mulai terlihat walaupun masih malu-malu, sebut saja seperti penggalangan massa, pemasangan alat peraga atau baliho di sejumlah ruas persimpangan jalan di Kab. Paluta.

Dari sejumlah nama yang santer terdengar di tengah-tengah masyarakat, yang bakal maju pada pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018, sebut saja seperti H. Riskon Hasibuan yang saat ini menjabat wakil bupati Paluta (Incumbant), H. Hariro Harahap (Wakil Ketua DPRD Paluta/ Pengusaha), H. Parlinsyah Harahap, SE MAP (Wakil Ketua DPRD Sumut/Ketua DPC Partai Gerindra Paluta), H. Samsir Hrp (Pengusaha), Muhammad Zaki Harahap (Anak Mantan Bupati Tapsel), Andar Amin Harahap (Anak Bupati Paluta/ Walikota Padang Sidempuan), Mukhlis Harahap (Ketua DPRD Paluta), M. Amin Siregar, SH (Anggota DPRD Paluta), Drs. Hailullah Hrp,MM (Kadispora Paluta), Basri Harahap (Wakil Bupati Paluta), Abdullah Hrp, SE, MM dan Amas Muda Siregar, SE (Anggota DPRD Paluta).

Selain beberapa nama diatas, belakangan sering juga disebut-sebut akan maju yaitu, nama Ahmadan Harahap S.Ag, M.SP yang juga Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Menanggapi hal tersebut, Ahmad Junaidi Siagian, Aktivis Sumatera Utara yang juga putra daerah Paluta mengatakan “Mestinya masyarakat Paluta harus jeli dan benar-benar mencari pemimpin yang siap mengayomi rakyat, bukan yang bermental Koruptor, Nepotisme, dan yang paling penting jangan seperti Fir’aun, bak seperti penguasa raksasa bertangan besi, tanpa mementingkan nasib rakyat” pungkasnya kepada Media Online Suaramedan News, Medan, Sabtu (03/06/2017).

Sementara, berdasarkan kabar yang beredar di media sosial, bahwa sejumlah DPC/DPD Partai yang ada di Kabupaten Padang Lawas Utara sudah mulai melakukan penjaringan dan membuka pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Paluta Periode 2018-2023, untuk calon yang bakal menempuh lewat jalur partai politik. Dengan dibukanya pendafataran tersebut, diharapkan juga kepada partai pengusung supaya, tidak hanya memilih dan mengusung bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang hanya baik dari segi finansial maupun karir di politik saja, terutama bagi calon yang berlatar belakang politisi, namun jauh lebih besar dari itu, hendaknya para pengurus partai harus memilih dan mengusung calon yang memilki integritas yang baik, mumpuni, serta berakhlak mulia, serta siap untuk memperjuangkan nasib rakyat Paluta lima tahun ke depan, tanpa mementingkan kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan tertentu.

Pasalnya masyarakat Kabupaten Paluta sudah gerah dan bosan dengan model pemimpin yang hanya mengumbar janji-janji palsu tanpa ada realisasi yang nyata dirasakan masyarakat Kab. Paluta khususnya bagi masyarakat pedalaman yang ada di desa-desa terpencil, contohnya saja mengenai pembanguna infrastruktur yang tidak merata dan jauh dari perhatian pemerintah Kabupaten Paluta dalam hal ini Bupati Kab. Paluta.

Kabupaten Paluta secara gegrafis terletak pada garis 1º13’50”-2º2’32” Lintang Utara dan 99º20’44”-100º19’10” Bujur Timur dengan luas wilayah 3918,05 km² dengan ketinggian berkisar 0-1915 m diatas permukaan laut, memilki 9 Kecamatan 2 Kelurahan, sesuai sensus penduduka tahun 2010 berjumlah 223.531 jiwa dengan tingkat kepadatan 57 per kilometer persegi, berdasarkan pada tahun 2011 meningkat menjadi 225.621 jiwa pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun sekitar 2,18 % (lihat data BPS Paluta). Lain lagi dengan Sumber Daya Alam yang dihasilkan di Kabupaten Paluta khusunya dari hasil perkebunan seperti tanaman padi, sedangkan dari hasil perkebunan seperti sawit, karet, kayu, ubi dan tanaman palawija lainnya, serta tambang yang cukup berpotensi kalau dikelolah dengan baik dan terjamah oleh pemerintah Kabupaten. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bahwa Kabupaten Paluta tidak berkemakmuran dari segi penghasilan SDA, hanya saja selama ini tidak adanya keseriusan pemerintah dalam tata kelolah dan pengambilan keputusan yang dinilai tidak jelas arahhnya, lantas seolah terabaikan dan tidak berkembang, tidak berpihak kepada masyarakat Paluta.

“Kedepan kami sebagai pemuda Paluta berharap dan menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memilki hak pilih pada Pilkada Paluta tahun 2018 agar memilih pemimpin (Bupati dan Wakil Bupati) yang amanah, sudah saatnya masyarakat Paluta memilih berdasarkan hati nurani dan akal sehat, bukan malah memilih pemipim yang memilki kocek dan anggaran besar, dengan adanya iming-iming atau titipan amplop yang dibagi-bagikan ke masyarakat yang hendak memilihnya, untuk memuluskan jalanya dalam pilkada Paluta kedepan” ungkap Ahmad Junaidi Siagian.

“Pemuda Paluta diharapkan sebagai Agent Of Change and Social Control agar lebih kritis dan bijak dalam meminimalisir dan memberantas politik curang yang dilakukan oleh para kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Paluta pada Pilkada 2018 nanti” Ahmad Junaidi Siagian menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *