Polda Sumut Amankan 15 Pekerja Asal China Tak Punya Kitas

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengamankan 15 pekerja asing asal China dari lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Desa Tanjung Pasir, Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, diketahui saat ini para pekerja itu sedang menjalani pemeriksaan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan. Sejumlah saksi dan barang bukti terus dikumpulkan untuk menyeret mereka ke meja hijau.

“Kita baru menerima seluruh dokumen keimigrasian para pekerja asing itu. Paspornya sudah dikirim semua,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Medan Lilik Bambang Lestari kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (24/11).

Dirinya menuturkan bahwa saat ini para pekerja asing itu akan diminta pertanggungjawabannya secara pidana. Pasalnya, para pekerja itu bekerja menggunakan visa kunjungan.

“Mereka diancam hukuman denda maksimal Rp500 juta. Begitu juga dengan 3 sponsor yang mempekerjakan mereka,” ucap Lilik.

Adapun ketiga sponsor yang dimaksud Lilik antara lain PT Sinohydro Erection, PT Indo Pusat Bumi dan PT Heibei Jiankan Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut diketahui beralamat di Jakarta.

“Secepatnya kita panggil dan periksa. Para pekerja dan sponsornya itu melanggar Pasal 122 huruf A UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian,” kata dia.

Kanwil Kemenkumham Sumut Dilema

Sementara Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sumut, Yudi Kurniadi saat dikonfirmasi mengaku dilema menangani kasus ini. Alasannya, kalau pihaknya tegas menindak sponsor para pekerja, maka proyek pembangunan PLTU yang menyangkut hajat hidup orang banyak dipastikannya akan berhenti.

“Kita tidak bisa pakai kacamata kuda menangani kasus ini. Keberadaan mereka juga menyangkut bangsa kita, yakni pasokan listrik untuk mendukung investasi di Indonesia,” kata Yudi.

Saat disinggung soal sanksi hukum yang akan dikenakan, Yudi sepertinya sulit menjabarkan. Hal itu dikarenakan pihaknya harus melakukan penyelidikan terlebih dulu.

“Pekerjanya bisa saja kita deportasi. Kalau sponsornya, kita tidak bisa jabarkan. Tapi bisa saja kena sanksi,” ucapnya.

Sebelumnya, sebanyak 18 orang pekerja asing asal China diamankan. Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Panjaitan menyebutkan ke-18 pekerja berasal dari tiga perusahaan penyalur, yakni PT Sinohydro Erection, PT Indo Pusat Bumi dan PT Heibei Jiankan Indonesia.

Dari 18 orang yang diamankan, 15 di antaranya tidak memiliki izin tertulis berupa Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). “Setiap perusahaan menyalurkan enam tenaga kerja asing untuk bekerja di proyek PLTU,” kata Toga.

Para pekerja asing tersebut adalah: Liu Zhibin (63), Si Chao (36), Yang Junle (32), Lin Wei Wei (31), Ding Xian Qun (46), dan Zhao Guangjun (33).

Dari PT Indo Pusat Bumi, yaitu Lie Cing Sheng (54), Shi Hua Jun (43), Liu Jing Feng (54), Li Wen Jung (60), Guo Hai Yuan (38), dan Li Yu Zhu (51).

Lalu 6 orang lagi dari PT Hebei Jiankan Indonesia, yakni Hu Peng (33), Li Pengfei (23), Liang Libo (33), Xu Lianwei (34), Zhang Cong (25), dan Zhang Meng (28).

“Dari penyelidikan sementara, para pekerja umumnya menjadi buruh kasar pada pengerjaan konstruksi. Mereka sudah tinggal tiga bulan di Langkat,” ujarnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close