Polri: Unjuk Rasa Ada Aturannya, Tidak Bisa Sebebas-bebasnya

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Terkait Demo 4 November, Aksi Damai Bela Islam yang berujung rusuh, Polri mengingatkan bahwa unjuk rasa atau demontrasi sudah aturannya dalam undang-undang. Dasar hukum unjuk rasa adalah Pasal 28 UUD 1945 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Aturan soal demo juga diatur dalam Peraturan Kapolri No.9 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

“Bagaimana tata cara masyarakat menyampaikan aspirasinya. Ini merupakan hasil reformasi, seharusnya kualitas kita dalam menyampaikan pendapat dapat lebih bagus”, “Disepakati 18.00 WIB unjuk rasa harus selesai. Unjuk rasa tidak bisa sebebas-bebasnya. Ada Undang-undangnya,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Sabtu (5/11/2016).

“Mereka ingin terobos, masuk mendekat ke Istana, ini tidak dibenarkan. Perbuatan unjuk rasa yang diatur dalam UU, bukan perbuatan semau-maunya. Ini bagian dari pendidikan kepada masyarakat. Budaya dalam unjuk rasa harus di-clearkan,” ucapnya. Dalam Demo 4 November kemarin, yang awalnya berlangsung damai dan berujung ricuh disebabkan karena disinyalir ada beberapa orang “provokator” yang melakukan tindakan anarkis yang terus menerus menyerang petugas hingga akhirnya polisi melontarkan gas air mata.

Pihak kepolisian masih memeriksa 10 orang pendemo yang disinyalir sebagai provokator kerusuhan. Mayoritas dari mereka masih muda dan berasal dari luar Jakarta atau dari daerah. “Mereka pendatang yang sama-sama hadir di aksi unjuk rasa. Sedang diperiksa apakah ada unsur pidana,” ucap Boy.

Batas waktu demo di tempat umum adalah hingga pukul 18.00 WIB. “Jangan sampai menganggap kebebasan yang sebebas-bebasnya. Tentu tidak demikian makna demokrasi. Demokrasi tetap melihat nilai-nilai hukum, nilai-nilai budaya bangsa, moral dan etika. Karena kalau tidak akan jadi preseden buruk untuk bangsa,” terang Boy.

Seperti diketahui, massa pendemo aksi 4 November di Istana Negara yang berujung ricuh setelah batas waktu demo selesai. bukan itu saja, ribuan demonstran juga mendatangi Gedung DPR untuk menginap. Mereka dibubarkan polisi saat dini hari.

“Sudah diberikan peluang-peluang, tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada yang dihalang-halangi. Dengan pelibatan jadi riskan dengan adanya tujuan-tujuan yang tentunya jauh dari sekedar aspirasi,” dan kepada masyarakat untuk tak berburuk sangka jika polisi memberikan imbauan jika ada yang hendak berdemo. Sebab seperti demo kemarin, aksi damai pun berujung ricuh. “Terima kasih pada jajaran TNI dan Bapak Panglima TNI yang membantu kepolisian. Tekad kita dalah agar semua bisa terjaga,” Boy mengakhiri konferensi persnya di Mabes Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *